TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sudah Tahu Belum? Begini Trik White Noise Bikin Bayi Nyenyak Tidur

Betulkah suara dengungan AC atau kipas bikin tidur bayi mama tambah nyenyak?

Pixabay/Smpratt90

Saat si Kecil baru lahir, perjuangan Mama adalah membuatnya tidur nyenyak. Kadangkala, pendengaran bayi begitu sensitifnya sehingga, sedikit saja mendengar suara, misalnya saat Papa batuk, bisa membuatnya terbangun. 

Mungkin saat Mama menidurkan si Kecil di kamar bayi, dan semua orang Mama peringati agar tidak berisik: suara ponsel dimatikan, suara telepon rumah dikecilkan, suara televisi sebisa mungkin tak mengganggunya. Mama takut si Kecil terganggu tidurnya akibat suara berisik. Apalagi ia sulit sekali untuk terlelap dalam waktu lama. 

Mama tentu berharap si Bayi bisa tidur nyenyak sepanjang malam sehingga Mama dan Papa juga bisa beristirahat. Tapi, apakah tepat membuat situasi kamar yang sunyi senyap itu untuk menjamin si Bayi nyenyak?

Jika Mama melakukan hal tersebut, berarti Mama sengaja membiasakan si Kecil untuk tidur dalam kondisi hening. Walaupun niat Mama baik, yaitu agar ia bisa cukup tidur, namun hal ini bisa menyulitkannya saat ia semakin besar. Bisa jadi ia kesulitan untuk tidur saat suasana sedikit ribut. Bagaimana jika Mama harus mengajak bayi berlibur dan menginap di tempat yang tak bisa Mama kendalikan kondisinya?

Simak bahasan Popmama.com ini yuk.

Kebiasaan Mendengar saat Tidur Dikembangkan di Dalam Kandungan

Pixabay/PublicDomainPictures

Seberapa sensitif pendengaran bayi, menurut penelitian, tergantung dari kebiasaan yang ada sejak ia di dalam kandungan mama. Suara-suara dari lingkungan mama saat ia masih dalam kandungan, sudah terekam di dalam otaknya dan membuatnya memahami suara. Itu sebabnya ada penelitian tentang manfaat mengajak janin bicara atau memperdengarkan musik sejak bayi di dalam kandungan. 

Jika Mama memang merasakan bahwa si Kecil sensitif terhadap bunyi-bunyian sejak lahir, berarti Mama bisa membantunya tidur lebih nyenyak di dalam kamar yang "bersuara". Tentunya bukan suara bising seperti di tengah terminal tetapi suara yang konstan, teratur, dan menenangkan. Suara jenis ini seringkali disebut white noise.

White noise di antaranya adalah, suara dengungan kipas angin, detak jam, suara televisi, atau suara musik dari radio.

Tentu saja, tingkat kenyenyakan bayi diperkuat juga dengan kondisi lain di dalam kamar, terutama cahaya dan udara. Saat tidur, biasakan kamar dalam kondisi redup dan suhu udara kamar sejuk. 

Kamar bayi yang seperti ini sudah pasti membuatnya betah untuk tidur nyenyak.

Baca juga: 6 Kebiasaan Tidur Bayi yang Bisa Mengganggu Kesehatannya

Fakta White Noise Menurut Ahli THT

Pixabay/Skimpton007

Tentu saja, Mama perlu tahu bagaimana memilih suara dengungan yang tepat. Ini fakta penelitian menurut ahli bedah telinga anak, Blake Papsin dari Hospital for Sick Children di Toronto, Kanada.

  1. Beberapa anak yang tak mau tidur, malah terlelap saat dipajankan dengan white noise yang kebisingannya mencapai 85 desibel, setara dengan hair dryer dengan level kebisingan paling tinggi.
  2. White noise terbaik dan aman untuk pendengaran semua bayi adalah tak lebih dari 70 desibel, seperti suara kucuran shower.
  3. Dalam penelitian yang melibatkan 20 anak baru lahir berusia 2 hingga 7 hari, 80 persen dari mereka tertidur dalam waktu lima menit setelah diperdengarkan white noise. Hasil penelitian itu juga diterbitkan Archives of Disease in Childhood berjudul White Noise and Sleep Induction yang ditulis oleh J. A. Spencer.

Mama mau coba bikin suara di kamar tidur si Bayi? Yuk, share pengalamannya di Popmama.com/community juga ya. 

Baca juga: Ini Alasan Mengenal Pola TIdur Bayi Bakal Bikin Hidup Mama Gampang

The Latest