TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mengenaskan, Anak Usia 12 Tahun Tewas Dibunuh Akibat Mobile Legends!

Anak usia 12 tahun dibunuh temannya akibat game online.

mobilelegends.com

Pada 27 Februari, 2024 lalu terbongkar kasus mengerikan mengenai terbunuhnya seorang anak asal Sambas bernama Marsel. Kematian Marsel ini terkait erat dengan game mobile populer yang digemari anak-anak, Mobile Legend. 

Marsel menjadi korban korban pembunuhan di tangan temannya sendiri akibat akun Mobile Legend. Jasadnya kemudian ditemukan tergeletak di kebun jeruk. 

Pada kesempatan kali ini, Popmama.com akan mengupas tuntas kasus anak usia 12 tahun yang tewas dibunuh akibat Mobile Legends. Simak selengkapnya!

1. Berawal dari membeli akun MLBB

Freepik

Kejadian ini bermula ketika Marsel, anak berusia 12 tahun asal Sambas, Kalimantan Barat membeli akun game Mobile Legends kepada Awan (pelaku) yang berusia 14 tahun. 

Korban membeli akun Mobile Legends seharga Rp 120.000 dan ditambah biaya jasa joki sebesar Rp 80.000 kepada pelaku dengan cara berutang.

Pembelian ini terjadi sejak bulan November 2023 sebagaimana yang disampaikan oleh Wakapolres Sambas, Kompol Hoerrudin pada Rabu, 13 Maret 2024 ketika tengah melakukan 28 adegan rekonstruksi kasus pembunuhan Marsel.

2. Korban tewas di kebun jeruk

beachfm.co.nz

Sampai pada tahun 2024, Awan merasa kesal karena Marsel masih belum melunasi hutang pembelian akunnnya. Hingga akhirnya pada tanggal 27 Februari 2024 sekitar pukul 20.30 WIB, Awan membunuh korban sebuah kebun jeruk yang terletak di Dusun Matang Kuang, Desa Matang Segarau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Setelah membunuh Marsel, Awan melarikan diri ke wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Sambas. Sedangkan jasad Marsel sempat dinyatakan menghilang selama satu minggu. Membuat keluarga dan tetangga menjadi sangat khawatir. Jenazah Marsel akhirnya ditemukan di semak-semak kebun jeruk setelah dilakukan pencarian selama sepekan. 

Pelaku sendiri akhirnya ditemukan dan ditangkap di wilayah Aruk, Kecamatan Sajingan, Sambas pada Rabu, 6 Maret 2024. Tersangka terjerat Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 80 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman seumur hidup.
 

3. Apa yang dapat orangtua ambil dari kasus ini

Freepik/user18526052

Kasus miris ini seolah menjadi alarm untuk orang tua lebih memperhatikan aktivitas anak dan keseharian mereka. Khususnya hal-hal yang berhubungan dengan game online yang sering berinteraksi dengan mereka dalam bentuk hiburan. 

Mengutip dari theguardian.com, orang tua sebaiknya mengetahui mengenai cara kerja game yang anak-anak mainkan. Termasuk mengetahui bagaimana sistem permainan, apakah aman untuk anak, elemen yang ada di dalamnya, hingga mengetahui mikro transaksi di dalam sana. 

Hal ini penting karena kebanyakan game online di era modern ini menjual beberapa item menggunakan mata uang di dunia nyata. Pengetahuan ini dapat digunakan orang tua untuk mendeteksi atau membatasi adanya pembelian yang anak-anak lakukan dalam game. 

Penting juga bagi orang tua menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Mendorong mereka terbuka bercerita mengenai masalah yang mereka hadapi, apalagi jika hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan mereka. 

Semoga kasus anak usia 12 tahun yang tewas dibunuh akibat Mobile Legends dapat segera selesai, dan keluarga korban mendapatkan keadilan.

 

Baca juga:

 

The Latest