TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Gratis! 2,9 Juta Remaja Perempuan akan Divaksin HPV

Pemberian vaksin HPV termasuk dalam program BIAS yang akan dilakukan pada bulan Agustus 2023

Freepik/user850788

Kanker jadi salah satu masalah kesehatan besar di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 mencatat terdapat sekitar 330 ribu kasus kanker di tanah air. Kanker leher rahim atau kanker serviks jadi penyumbang terbesar.

Hal ini sejalan dengan temuan data dari World Health Organization (WHO) yang menyatakan 2 dari 10 ribu perempuan Indonesia mengidap kanker serviks. Dimana 26 perempuan meninggal setiap harinya atau 21 ribu per tahun akibat kanker leher rahim ini. Tidak heran jika gangguan kesehatan ini disebut silent killer

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan kesedihannya atas kondisi tersebut. Di sisi lain, Wamenkes Dante optimis angka penyintas kanker serviks bisa ditekan melalui program nasional, yaitu pendeteksian dengan metode IVA serta pemberian vaksin HPV.

Berikut ulasan Popmama.com seputar vaksinasi kanker serviks untuk anak perempuan di Indonesia supaya terhindar dari serangan kanker serviks.

Vaksin HPV Diberikan untuk Anak Usia 9-14 Tahun

Freepik/user14247621

Wamenkes Dante mengatakan pemberian vaksin HPV nasional dilakukan di 38 provinsi. Kegiatan ini dilaksanakan di setiap Sekolah Dasar (SD) mulai bulan Agustus 2023. Pemberian vaksin HPV termasuk Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) menyasar siswi kelas 5 dan 6 atau anak perempuan usia 9-14 tahun.  

Rencananya, ada 2,9 juta anak perempuan yang menerima vaksin HPV (Human papillomavirus) di bulan tersebut. Jumlah tersebut setara dengan 95 persen target tahun ini untuk pemberian vaksinasi kanker serviks remaja putri.

Pelaksanaan Pemberian Vaksinasi Dilakukan Dua Kali

Freepik/user850788

Pemberian vaksin HPV bertujuan mengurangi potensi si Kecil terserang kanker leher rahim. Selain itu, vaksinasi ini juga dapat menyembuhkan pengidap serviks yang sudah memasuki stadium awal.

“Di Indonesia setiap tahun ada 36 ribu kasus kanker serviks. Dimana 90 persen wanita yang terdeteksi kanker serviks pada stadium awal dapat sembuh maksimal," ujar Wamenkes Dante.

Dikutip laman Sehat Negeriku milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), imunisasi HPV untuk siswi SD ini dilakukan sebanyak dua kali. Karena remaja putri tersebut tergolong kelompok umur naif atau perempuan yang belum terinfeksi HPV.

Dosis pertama diberikan saat kelas 5. Sementara dosis kedua diberikan saat putri Mama masuk kelas 6 SD/MI atau sederajat. Program ini diberikan untuk siswi sekolah negeri maupun swasta pada program BIAS 2023 nanti.

Indonesia Targetkan Tahun 2030 Bebas Kanker Serviks

Freepik

Pemerintah menargetkan Indonesia bebas kanker leher rahim pada 2030. Salah satu bentuk keseriusannya adalah menggelontorkan dana mencapai Rp 4,5 triliun untuk menyukseskan program vaksinasi HPV sebagai langkah preventif mencegah kanker leher rahim.

Tak hanya itu, pemerintah turut melakukan kerja sama dengan industri terkait. Bio Farma dan MSD ikut ambil bagian dalam program nasional ini guna menjamin ketersediaan kanker serviks, yaitu NUSAGARD vaksin 4-valent HPV.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah melakukan uji klinis terhadap vaksin produksi dalam negeri ini. Vaksin HPV-4 valen terbukti efektif mencegah kanker leher rahim. Kemanjuran vaksin sebagai “perlindungan” dari serangan kanker serviks dapat bertahan 10-12 tahun.

"Dengan hadirnya vaksin HPV 4-valen produksi dalam negeri, diharapkan dapat meningkatkan dan memperluas cakupan vaksin HPV di Indonesia," kata Direktur Utama Bio Farma Syadiq Akasya.

Demikian ulasan informasi vaksinasi kanker serviks untuk anak perempuan yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2023. Sudah teruji klinis jadi jangan takut ya Ma.

Baca Juga:

The Latest