TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

8 Bahasa Cinta yang Ingin Anak Dengar dari Sang Mama

Memberikan ungkapan kasih sayang kepada anak sangat penting lho, Ma!

Pexels/August de Richelieu

Berkomunikasi dengan anak merupakan sesuatu yang penting. Ini dikarenakan dengan berkomunikasi kita bisa menjadi lebih dekat dengan anak dan anak pun juga akan merasa diperhatikan oleh orangtuanya.

Banyak anak-anak yang ketika beranjak dewasa mulai merasa acuh terhadap sekitar. Hal ini terjadi karena tidak adanya komunikasi yang terjalin antara orangtua dan anak di dalam rumah.

Sebagai orangtua dan ibu bagi anaknya, tentu peran kasih sayang yang diberikan ibu selalu memberi pengaruh besar terhadap anak.

Orangtua yang terlalu sibuk bekerja, cuek dan beranggapan anak dapat berkembang dengan mencari tahu sendiri dapat membuat anak merasa kehadirannya tidak dipedulikan.

Apalagi ketika usia anak masih sangat dini, tentu peran orangtua sangat penting bagi perkembangan fisik dan psikologis seorang anak.

Mendengarkan anak bercerita, memberi pujian, memberi kata penyemangat merupakan salah satu dari sekian banyak kalimat yang ingin didengar oleh anak.

Selain merasa bahwa perbuatan mereka mendapat feedback yang positif, anak pun akan merasa bangga terhadap dirinya karena mampu memberikan kesenangan terhadap orang lain.

Nah, berikut Popmama.com rangkum beberapa bahasa cinta yang bisa Mama praktek kan kepada anak ya, Ma!

1.Tidak apa-apa menjadi berbeda dari orang lain

Pexels/Gustavo Fring

Setiap orang tentu memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda, begitu pula dengan anak. Setiap anak diberikan bakat yang berbeda-beda dan tidak sama antara ia dan teman mainnya.

Namun, ada beberapa orangtua yang memaksakan kehendaknya kepada anaknya sendiri. Akhirnya, malah membuat anak menjadi tidak nyaman dan terpaksa mengikutinya karena takut untuk membantah.

Sebagai seorang mama yang dekat dengan anak, memberi anak kebebasan terhadap sesuatu yang disukainya merupakan hal yang patut diberikan. Hal ini membuat anak merasa bangga dan tidak menyesal dengan bakat yang ia punya.

Anak yang terpaksa mengikuti keinginan orangtuanya sementara ia sendiri tidak menyukainya akan membuat anak merasa tertekan lho, Ma! Anak pun akhirnya juga tidak memiliki kebebasan karena ia merasa bakat yang ia punya tidak bagus.

Bentuk penerimaan dalam suatu kehendak kepada anak dapat membuat anak tidak tertekan dan bahagia.

Ketika saat orangtua mampu menerima perbedaan yang terdapat pada anaknya dan mampu mendidik sang anak untuk tidak apa-apa merasa berbeda akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang bisa menghargai adanya perbedaan.

2. Pilihan kamu merupakan hal yang penting

Pexels/Amina Filkins

Pernahkan Mama mendapatkan anak bertanya mengenai suatu hal yang membuatnya bingung? Dalam suatu waktu anak harus dapat mengatasi situasi sulitnya sendiri, maka dengan membiasakannya dengan menentukan pilihannya merupakan hal yang tepat.

Dengan mampu menentukan pilihannya sendiri, dapat membuat anak menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan tidak takut untuk memilih. Tetapi, bukan berarti Mama bisa membiarkannya memilih secara bebas.

Peran Ibu disini bisa membantu dengan membimbing anak terhadap pilihan yang ia sukai. Salah satunya adalah dengan memberikan dampak positif dan negatif dari masing-masing pilihan yang ada.

Mama disini dapat membantu anak dengan memberikan beberapa pemahaman kepada anak sehingga membuat anak dapat menentukan pilihannya sendiri tanpa ada paksaan.

3. Kamu termasuk anak yang peduli dengan saudara

Pexels/olia danilevich

Saudara merupakan teman bermain yang paling dekat dengan anak. Menanamkan rasa simpati dan empati kepada anak dapat membantu anak menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama.

Mama dapat memberikan pemahaman kepada anak bahwa saudara merupakan anggota keluarga yang perlu dijaga dan disayangi.

Anak yang memiliki tingkat kepekaan dan memiliki rasa peduli tentu akan membuat ia menjadi pribadi yang lebih baik pula di lingkungan sekitarnya. Anak yang peduli terhadap saudara dan lingkungan sekitarnya pun dapat Mama berikan apresiasi.

Anak yang diberikan apresiasi tersebut pun akan merasa senang dan sadar bahwa tindakan yang dilakukannya adalah perbuatan yang benar. Sehingga ia akan selalu berusaha melakukan tindakan tersebut terhadap orang lain.

4. Mama senang menjadi orangtua kamu

Pexels/Gustavo Fring

Memberikan pernyataan bangga tentu membuat anak akan merasa senang dan dihargai. Begitu pula dengan ungkapan pujian.

Dengan menyebutkan, “Mama senang menjadi ibu kamu,” "Mama senang menjadi orangtua kamu," membuat anak merasa bahwa Mama bangga memiliki anak sepertinya.

Anak akan merasa bahwa ia memang diharapkan dan mampu dalam membuat orangtuanya senang. Dengan mengatakan hal tersebut membuat anak menjadi lebih menerima dirinya dan beranggapan bahwa ia memang pantas untuk dibanggakan.

5. Tidak ada di dunia ini yang seperti kamu

Pexels/Sharon McCutcheon

Setiap anak tentu memiliki perbedaan dalam dirinya maupun anak seusianya. Perbedaan ini pun biasanya sering membuat anak merasa berkecil hati karena ia merasa tidak bisa seperti teman sebayanya.

Dengan menerima perbedaan sang Anak tentu membuat anak juga dapat menerima dirinya sendiri.

Berikan kalimat yang membuat anak tenang seperti memberitahu bahwa setiap orang memiliki keunikannya masing-masing. Ungkapkan pula kalimat yang membuat anak merasa nyaman dengan perbedaannya.

Kalimat, “Tidak ada di dunia ini anak yang seperti kamu,” dapat Mama berikan ketika sedang memuji perbuatan sang anak. Anak pun akan merasa bahwa dirinya memiliki keunikan tersendiri terhadap dirinya karena tidak ada yang memiliki sifat dan perilaku baik seperti dia.

6. Kamu merupakan bagian terpenting dalam keluarga

Pexels/Migs Reyes

Kalimat menyentuh dapat Mama berikan ketika sang anak berada dalam fase yang buruk. Ketidak percayaan diri, merasa tidak aman dan nyaman, merasa tidak dipedulikan mampu membuat anak merasa terpuruk dan beranggapan bahwa dirinya bukanlah hal yang penting.

Saat anak merasa bersedih dan hilang kepercayaan diri, di sinilah Mama berperan untuk membangun rasa percaya diri itu kembali.

Berikanlah kalimat yang membuat ia merasa dihargai dan dianggap sebagai bagian dari anggota keluarga.

Rangkul anak ke dalam keluarga agar anak dapat memiliki kepercayaan terhadap kasih sayang keluarganya sendiri. Jelaskan lah bahwa anak merupakan seseorang yang berharga dan pantas untuk di sayangi.

Hal ini akan membuat anak merasa lebih baik dan mau memberi kepercayaannya terhadap keluarga.

7. Tidak apa-apa kalau kamu merasa marah, kamu boleh merasakan apapun yang ingin kamu rasakan

Pexels/Gustavo Ring

Ungkapan seperti tangis, marah, kecewa merupakan bentuk emosi yang dikeluarkan anak ketika ia merasa sedang tidak baik-baik saja.

Jangan memaksakan seorang anak untuk terus merasa bahagia. Anak pun juga perlu merasakan emosi lain terhadap dirinya.

Emosi yang ia keluarkan dapat membantunya dalam mengontrol emosinya sendiri. Memiliki berbagai macam rasa tidak masalah. Jangan menahan anak untuk tidak menangis ketika ia kesakitan, jangan pula menahan ia merasa senang ketika ia bermain keluar.

Membatasi emosi anak dapat membuatnya tidak dapat mengelolanya dengan baik. Biarkan lah anak merasakan perasaan marah, kecewa, sedih, cemas, cemburu dan segala bentuk perasaan lainnya secara bebas agar anak dapat mengatur dan belajar memahaminya di kemudian hari.

8. Mama bangga sama kamu

Pexels/Monstera

Selain ucapan pujian karena memiliki anak seperti dirinya, ucapan bangga terhadap perilaku yang positif yang ia lakukan juga dapat membuat anak merasa lebih dipedulikan.

Ajak pula anak untuk dapat bangga terhadap dirinya sendiri sehingga dapat membuat ia lebih percaya diri dan mampu mengevaluasi dirinya sewaktu-waktu.

Memberikan ungkapan kalimat pujian dapat membantu anak untuk semakin termotivasi dalam melakukan hal yang baru. Anak akan lebih percaya diri dan semangat dalam mencoba sesuatu hal untuk mendapatkan pujian lagi.

Kalimat-kalimat tersebut dapat Mama berikan sebagai bentuk cinta terhadap anak. Anak yang mendengar kalimat tersebut dari orangtuanya akan merasa bahwa ia disayangi dan dipedulikan.

Sehingga anak pun menjadi lebih percaya diri dan berani dalam melakukan sesuatu hal. Anak pun juga akan merasa bertanggung jawab terhadap tindakan yang dia lakukan.

Itulah beberapa bahasa cinta yang ingin anak dengarkan dari mamanya. Tentunya, hal ini tetap harus berada di bawah pengawasan Mama, ya!

Baca juga:

The Latest