TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

6 Cara Mengajak Remaja Melakukan Tugas Rumah tanpa Konflik

Mengatasi remaja yang suka mengatakan "Aku akan melakukannya nanti,"

Pexels/Monstera

Pembagian tugas rumah bisa menjadi sumber konflik utama di banyak keluarga, terutama jika melibatkan remaja.

Remaja mungkin selalu memberikan janji, "Aku akan melakukannya nanti," atau dengan tegas mengatakan, "Aku tidak mau melakukan itu," ini membuat Mama mungkin tergoda untuk mengomelinya.

Pengingat yang terus-menerus cenderung membuat anak kurang termotivasi dan justru membuatnya kurang bertanggung jawab. Namun, penting bagi remaja untuk memiliki tugas rumah yang mengajarkannya hal-hal dasar menjaga kebersihan rumah.

Ini tentu akan bermanfaat baginya saat dewasa nanti. Dan pekerjaan rumah adalah cara yang bagus untuk mengajar remaja agar lebih bertanggung jawab.

Untuk mengajak anak melakukan tugas rumah, berikut Popmama.com akan memberikan enam tips mudah membuat anak remaja melakukan tugas rumah tanpa mengomel dan membantah.

1. Menetapkan tugas sebelumnya

Freepik.com

Meminta anak remaja mama untuk melakukan tugas spontan dapat menyebabkan pertengkaran. Jika Mama melihat anak sedang menonton televisi pada hari Sabtu pagi dan tiba-tiba bertanya, "Bisakah kamu membersihkan kamarmu sekarang?", Mama mungkin akan bertemu dengan perlawanan.

Jika memungkinkan, Mama perlu membuat harapan jelas sebelumnya. Misalnya dengan menetapkan tugas secara rutin yang diharapkan agar dapat diselesaikan,

Mama dapat memberikan peraturan sederhana seperti, cuci piring masing-masing setelah makan, atau tugas yang dilakukan dalam periode tertentu, seperti membersihkan kamar mandi setiap hari Rabu. Ini akan mencegah permintaan spontan yang sering menyebabkan konflik.

2. Menawarkan beberapa fleksibilitas

Pexels/Kindel Media

Tahun-tahun remaja adalah waktu yang tepat untuk mempelajari keterampilan hidup yang berharga, seperti disiplin diri dan menentukan keputusan secara mandiri. Menawarkan sedikit fleksibilitas dan kebebasan di sekitar tugas, memberi anak kesempatan untuk melatih keterampilan ini.

Beri tahu anak remaja mama bahwa ia dapat menggunakan barang elektroniknya atau menikmati hak istimewanya yang lain setelah tugasnya selesai. Kemudian serahkan padanya untuk memutuskan kapan harus mulai bekerja.

Dengan ini, ia akan belajar mengatur waktunya dengan lebih baik, ketika sudah mampu membuat pilihan-pilihan kecil sendiri.

3. Memberikan imbalan

Pexels/Karolina Grabowska

Beberapa orangtua mungkin ingin memberikan uang saku untuk beberapa tugas yang diberikan, dan orangtua yang lain mungkin berpikir anak-anak memang perlu ikut campur dan membantu tanpa berharap dibayar.

Namun terkadang, pendekatan di tengah jalan adalah cara yang baik untuk menanamkan pelajaran hidup yang berharga sambil tetap mengajarkan tanggung jawab.

Pertimbangkan untuk membayar anak remaja untuk tugas-tugas tambahan yang mungkin di luar rutinitasnya atau tingkat kesulitan yang lebih.

Misalnya, saat meminta untuk mengasuh adik, memotong rumput, atau menyapu teras, mungkin bisa dipertimbangkan untuk memberikan uang saku tambahan. Sedangkan membersihkan kamarnya atau mencuci piring hanyalah bagian dari menjadi anggota keluarga yang bertanggung jawab.

4. Menetapkan konsekuensi yang jelas

Pexels/Karolina Grabowska

Sebelum menetapkan rutinitas, Mama perlu menjelaskan apa yang akan terjadi jika anak remaja tidak melakukan tugasnya. Ini akan memberikan pada remaja pilihan, apakah ia akan belajar bertanggung jawab atau mendapatkan kerugian.

Apakah Mama tidak memberikannya uang saku atau mengambil hak istimewanya, pastikan anak remaja tahu itu. Berikan keputusan pada remaja untuk memutuskan nasibnya. Jika ia memilih untuk tidak melakukan tugas, maka ikuti konsekuensinya tanpa memberi pengecualian.

5. Hindari memberikan pujian dan hadiah yang berlebihan

Pexels/Monstera

Jika Mama memberikan pujian secara berlebihan, menuruti semua yang diinginkan anak remaja, atau memberikannya hak istimewa tanpa batas, terlepas dari berapa banyak pekerjaan yang ia lakukan, anak tidak akan termotivasi untuk melakukan tugas.

Penting untuk tetap memenuhi kebutuhan dasar remaja, tetapi jangan menyerahkan uang belanja atau hak istimewa tambahan hanya karena anak remaja yang mulai melakukan tugas rumah.

Berikan pujian, hadiah, atau hak istimewa dalam waktu-waktu tertentu yang sudah ditetapkan bersama. Misalnya, jika anak bisa menjalani rutinitasnya untuk menyapu setiap hari dan membersihkan lemari satu minggu sekali, maka berikan hak istimewa seperti waktu gadget tambahan.

6. Tawarkan hanya satu kali pengingat

Unsplash/Annie Spratt

Menawarkan satu kali pengingat tujuannya adalah agar anak remaja akhirnya dapat menyelesaikan semua tugasnya tanpa memerlukan pengingat apa pun. Ini juga melatih anak untuk menjaga lingkungannya tetap bersih tanpa perlu diingatkan terus-menerus.

Tetapi jika anak mama membutuhkan satu pengingat di awal, lanjutkan dan berikan. Namun ingatlah untuk berhenti hanya pada satu pengingat.

Mama dapat menawarkan pernyataan “Jika…maka” untuk mengingatkan anak tentang konsekuensinya. Seperti, “Jika kamu tidak membersihkan kamar mandi sebelum tidur, maka kamu tidak akan diizinkan menggunakan barang elektronikmu besok.”. Kemudian serahkan pilihan pada anak.

Jika ia memilih untuk tidak melakukan tugas, ikuti konsekuensinya. Hindari menceramahi atau mempermalukan, tetapi jelaskan bahwa ia dapat memilih untuk melakukan tugas rumah di lain waktu kalau masih ingin mempertahankan hak istimewanya.

Nah itulah beberapa cara mengajak remaja melakukan tugas rumah tanpa adanya konflik atau pertengkaran. Ingatlah mengajak anak untuk melakukan tugas rumah bukan untuk mempercepat pekerjaan Mama, namun ini penting untuk anak ketika ia tinggal terpisah, apakah itu saat perguruan tinggi nanti atau sudah memiliki kehidupan keluarga sendiri.

Membiasakan ini sejak remaja, dapat memudahkannya untuk mengerti melakukan langkah-langkah setiap tugas rumah.

Baca juga:

The Latest