TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Penting! Panduan Keamanan Akun TikTok Anak yang Perlu Orangtua Ketahui

Menggunakan fitur "Family Pairing" untuk mengawasi anak saat bermain TikTok

Freepik/User9736801

Perkembangan dunia teknologi saat ini membuat berbagai perusahaan berlomba-lomba untuk membuat aplikasi yang bisa digunakan oleh segala kalangan dan usia.

TikTok merupakan salah satu aplikasi media sosial yang memungkinkan pengguna membuat video untuk menghibur pengguna lainnya.

Platform media sosial satu ini berkembang pesat hingga dilaporkan lebih dari 800 juta pengguna aktif bulanan pada April 2020.

Banyaknya pengguna TikTok membuat kontennya kian variatif. Sehingga, Mama perlu memahami dan menyaring mana konten yang boleh anak lihat dan ikuti atau tidak.

Terlebih lagi, anak yang berusia 13 tahun juga dapat bergabung dalam aplikasi ini, sehingga perlunya pengawasan lebih dari orangtua.

Mama perlu mengetahui beberapa panduan keamanan akun TikTok anak yang perlu orangtua ketahui berikut dari Popmama.com.

1. TikTok merupakan aplikasi di mana anak dapat mengupload video berdurasi 60 detik

Freepik/Zurijeta

TikTok dapat diunduh secara gratis dengan smartphone. Dari sana, anak dapat mengunggah video yang berdurasi hingga 60 detik. Suara, lagu dan filter dapat ditambahkan ke setiap klip video. Penontonnya dapat menyukai, mengomentari, dan berbagi konten.

Anak bisa membuat kontennya dilihat oleh lebih banyak orang dengan menambahkan hashtag ke video yang dibuat sehingga menjadi viral.

Dengan meningkatnya popularitas TikTok di kalangan anak-anak dan remaja, membuat TikTok menjadi salah satu media sosial yang patut diawasi oleh orang tua.

2. Setiap membagikan informasi secara online, anak berisiko terhadap berbagai masalah media sosial

Freepik

Setiap kali anak Mama membagikan informasi pribadi secara online, maka anak berisiko terhadap berbagai masalah seperti cyberstalking, pelecehan, cyberbullying, serta dikirimi konten yang tidak pantas. Konten yang dibuat remaja juga dapat dibagikan secara tidak tepat oleh pengguna lain.

Sebagai orangtua, penting bagi Mama untuk menyadari bagaimana menggunakan TikTok dapat membuat anak rentan dan bagaimana aplikasi tersebut bahkan dapat menjadi ancaman keamanannya.

3. Beberapa risiko yang ditanggung oleh anak saat menggunakan TikTok

Freepik

Berikut ini adalah keamanan pribadi bagi akun TikTok anak serta risiko yang ditanggung pengguna saat memakai aplikasi ini:

Akses yang diberikan ke kamera atau audio saat menggunakan aplikasi

Merekam video untuk diunggah ke TikTok memerlukan aplikasi akses ke kamera dan audio ponsel. Ini biasa terjadi pada aplikasi perekam video, namun risikonya adalah aplikasi atau seseorang yang terhubung dengan aplikasi tersebut, dapat mencuri rekaman video atau audio yang tidak pernah diunggah atau dipublikasikan di TikTok.

Kemungkinan pelacakan lokasi

Perusahaan keamanan Proofpoint menemukan TikTok mengumpulkan informasi lokasi dan menggunakan pelacakan GPS. Hal inipun bisa mengkhawatirkan, karena fitur lokasi tersebut tidak terkait dengan pembuatan video yang dilakukan di aplikasi.

Akses untuk semua yang mengunduh video anak dan / atau menjadikan video publik

Pada tahun 2020, perusahaan keamanan siber Check Point mengidentifikasi beberapa kerentanan di aplikasi TikTok, termasuk yang memungkinkan penyerang menjadikan video pribadi anak disebarkan ke publik.

Peretas yang menunggah video tidak pantas di akun anak

Check Point juga menemukan kerentanan di mana peretas dapat memanipulasi akun anak dan konten TikTok serta mengunggah video yang tidak pantas. Video yang tidak pantas dapat merusak reputasi remaja yang mencoba masuk sekolah.

Mengungkapkan informasi pribadi

Kerentanan lain yang teridentifikasi adalah peretas dapat mengungkapkan informasi pribadi yang disimpan di akun, seperti alamat email.

Algoritme AI & predator anak

Algoritme AI TikTok memberi pengguna tab "For You", yang berisi rekomendasi video berdasarkan apa yang dijelajahi pengguna dan apa yang ditonton pengguna. Ini bisa berbahaya jika predator anak mencari anak-anak di aplikasi, karena konten video yang serupa sangat mudah ditemukan.

Pesan langsung

TikTok memungkinkan pengguna untuk saling mengirim pesan. Di mana anak bisa mendapatkan pesan yang tak pantas dari pengguna lain. Untuk remaja yang kurang paham dan tertarik mendapatkan jumlah pengikut yang tinggi, bisa membuat mereka rentan untuk menerima pesan yang tidak pantas atau melecehkan.

Untungnya, mulai April 2020, TikTok secara otomatis menonaktifkan pesan langsung untuk akun yang terdaftar di bawah 16 tahun. Selain itu, tidak ada pesan yang dapat mendukung pengiriman gambar atau video.

4. Banyak remaja yang ingin jadi "viral" dari mengunggah video di TikTok

Freepik

Salah satu daya tarik utama TikTok adalah kemampuan jaringan untuk membuat penggunanya "viral". Menjadi viral berarti konten anak tersebar dengan cepat secara online. Mendapatkan pengikut, disukai, komentar, dan berbagi juga meningkatkan harga diri bagi banyak remaja.

Menurut penelitian oleh Northwestern Medicine, interaksi media sosial yang positif memberikan dorongan dopamin. Sebaliknya, penggunaan media sosial juga dapat menyebabkan kecemasan dan menurunkan harga diri, karena perbandingan sosial, takut ketinggalan, dan efek negatif lainnya.

Anak remaja tidak perlu memiliki banyak pengikut untuk menjadi viral di TikTok. Media sosial ini memberikan penggunanya untuk mendapatkan jangkauan yang besar. Hal ini disebabkan karena memiliki bagian tagar yang sedang tren, di mana video yang berisi tagar tersebut dapat ditampilkan.

TikTok juga menampilkan ide hashtagnya sendiri. Saat hashtag baru diperkenalkan, semua pengguna memiliki lebih sedikit persaingan agar menjadi unggul. Saat anak unggul, videonya dapat viral dengan cepat.

Dengan lebih banyak penayangan, video anak bisa muncul pada bagian “For You” yang berada di layar beranda TikTok. Video anak juga bisa ditemukan dengan pencarian topik yang sesuai. Tergantung pada bagaimana anak memberi label pada videonya, videonya bisa ditemukan oleh pengguna yang tertarik.

5. Tantangan di media sosial yang bisa membahayakan keselamatan fisik anak

Freepik/Rawpixel-com

Di setiap aplikasi seringkali ada tantangan media sosial, awalnya digerakkan oleh selebriti untuk mengumpulkan uang amal. Namun banyak tantangan berbahaya yang diciptakan oleh penggunanya, dengan mengikuti aturan tantangan dan merekamnya.

Kemudian remaja yang mengikti tantangan ini mendapatkan kesempatan untuk muncul di kategori khusus tantangan, menambah pengikut, dan menarik perhatian. Beberapa tantangan berbahaya seperti “Skull Breaker” dan “Benadryl Challenge” sempat viral karena memakan korban.

Tidak hanya beberapa tantangan yang mengancam keselamatan fisik, remaja juga perlu menyadari bagaimana konten media sosial dapat memengaruhi masa depannya. Mendapatkan popularitas karena berpartisipasi dalam aksi berbahaya dapat memengaruhi kemampuan anak untuk mendapatkan beasiswa sekolah atau masuk dalam perguruan tinggi.

6. Cara mencegah anak agar tidak terjerumus dalam konten berbahaya

Freepik/Kukota

Seperti penggunaan online lainnya, Mama harus memperhatikan cara anak menggunakan TikTok, termasuk dengan siapa mereka berinteraksi, konten yang mereka lihat, dan konten yang mereka bagikan.

Pertama, ini membantu untuk anak paham tentang keamanan internet. Bicaralah dengan anak tentang bagaimana mereka menggunakan internet, aplikasi, dan media sosial dengan seharusnya. Lakukan percakapan terbuka tentang konten yang anak ikuti dan bagikan.

Mama juga harus berbicara dengannya tentang potensi bahaya aplikasi media sosial, seperti menjalin hubungan dengan orang yang tidak mereka kenal, yang mungkin tidak pantas atau tidak jujur.

TikTok memang memiliki pusat keamanan untuk orangtua, yang menjelaskan cara menggunakan setelan akun pribadi dan cara menggunakan fitur “Family Pairing”, yang memungkinkan Mama lebih terlibat dengan penggunaan media sosial anak.

Family Pairing juga memungkinkan manajemen waktu layar menggunakan TikTok dan pembatasan pengiriman pesan langsung. Fitur ini juga memiliki “Restricted Mode”, yang dapat membatasi tampilan konten yang tidak pantas di akun anak Mama.

7. Beberapa fitur yang dapat mengurangi risiko berbahaya ketika anak bermain TikTok

Freepik/peoplecreations

Cara mengaktifkan Family Pairing:

Buka playstore atau appstore di ponsel, cari TikTok dan instal aplikasi.

Masukkan akun TikTok Mama dan akun TikTok anak. Di kedua perangkat, buka Pengaturan, lalu pilih “Digital Wellbeing” untuk memilih proses “Family Pairing”. Kemudian pindai kode QR di perangkat anak untuk menyandingkan akun tersebut.

Jelaskan fitur privasi TikTok kepada anak dan bantu anak mengerti tentang mengelola pengaturannya.

Membuat akun TikTok menjadi privat:

Dengan akun privat, anak dapat menyetujui atau menolak pengikut, membatasi pesan, serta konten yang diunggah.

Untuk menjadikan profil TikTok anak privat, minta ia mengetuk ikon Setting, lalu ketuk Privacy and Safety.

Aktifkan Private Account.

Cara memanfaatkan fitur block/report:

Untuk memblokir akun, anak dapat membuka profil akun yang ingin mereka blokir. Ketuk ikon Settings, lalu ketuk Block dan ikuti langkah-langkahnya. Anak kemudian bisa melaporkan akun tersebut ke TikTok.

Nah itu dia Ma, beberapa panduan keamanan akun TikTok anak yang perlu orangtua ketahui. Jika sebelumnya anak belum pernah bermain media sosial, Mama bisa jelaskan terlebih dahulu apa saja manfaat serta risiko yang didapatkan, kemudian cara bermainnya dengan aman, serta jangan lupa untuk selalu mengawasi anak saat membuat dan ingin mengunggah konten.

Baca juga:

The Latest