TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Lapisan yang Menyusun Atmosfer Bumi, Yuk, Beritahu Anak!

Tahukah Mama kalau atmosfer Bumi ternyata berlapis-lapis?

Unsplash/NASA

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran Mama saat mendengar kata atmosfer? Kalau Mama menjawab langit, berarti Mama satu langkah lebih dekat menuju definisi atmosfer sesungguhnya. Jadi singkatnya, atmosfer merupakan sebuah lapisan atas gas yang menyelubungi suatu planet.

Perlu diketahui bahwa lapisan atmosfer dari planet, terutama yang ada di Tata Surya, berbeda-beda ya, Ma. Kalau untuk planet Bumi sendiri, atmosfernya tersusun atas 78% gas nitrogen, 21% gas oksigen, dan 0,9% gas lainnya.

Bukan hanya kandungannya saja yang berbagai macam, atmosfer Bumi ternyata tersusun atas beberapa lapisan, lho. Dan bahkan setiap lapisannya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain.

Kalau penasaran, mari simak informasi dari Popmama.com mengenai 5 lapisan yang menyusun atmosfer Bumi. Baca terus sampai habis ya, Ma.

1. Lapisan Troposfer

Unsplash/Miguel A. Amutio

Lapisan yang menyusun atmosfer Bumi pertama dikenal sebagai troposfer. Disebut sedemikian karena pada lapisan ini, terjadi perubahan iklim dan cuaca yang meliputi badai, hujan, topan. Sesuai dengan namanya pula, "tropos" yang berarti berubah, kondisi iklim dan cuaca akan senantiasa berubah-ubah.

Sebagai lapisan yang paling dekat dengan permukaan Bumi, troposfer-lah yang menyediakan udara bagi manusia untuk bernapas. Hal ini dikarenakan lapisan yang satu ini mengandung 80–90 persen gas yang terdiri atas nitrogen, oksigen, uap air, dan karbon dioksida. Pada lapisan ini pula, Mama melihat awan dan kawanan burung yang terbang di angkasa. 

Selain itu, rata-rata ketinggian lapisan troposfer sebesar 12 km. Namun, ketinggiannya akan berbeda-beda tergantung tempat ia berada. Misalnya di khatulistiwa, seperti Indonesia, ketinggian rata-rata troposfer berkisar 16–18 km, sedangkan di daerah kutub hanya 8 km saja.

Di lapisan ini juga, berlaku hukum gradient thermometric. Artinya, suhu udara akan semakin dingin ketika mencapai ketinggian yang lebih tinggi, dan sebaliknya suhu udara akan semakin hangat jika semakin dekat dengan permukaan tanah.

2. Lapisan Stratosfer

Unsplash/Liane Metzler

Sebelum akhirnya tiba di lapisan berikutnya, ada yang disebut dengan tropopause, yaitu lapisan tertinggi dari troposfer yang menjadi pemisah antaranya dengan stratosfer"Strat" memiliki arti lapisan.

Penamaan ini disesuaikan dengan karakteristik stratosfer yang tersusun atas beberapa lapisan lain. Secara lebih spesifik, ada lapisan isotherm, lapisan panas, dan lapisan campuran teratas yang menyusun 'tubuh'-nya.

Kalau Mama pernah mendengar istilah ozon, unsur kimia tersebut berada di lapisan stratosfer. Di samping itu, dengan ketinggian 12–80 km, udara di lapisan ini terbilang kering. Itu sebabnya cukup sulit menemukan awan di atas sana.

Lebih jauh lagi, kenaikan suhu akan berubah di lapisan stratosfer. Kalau sebelumnya ketinggian menyebabkan dinginnya suhu, pada lapisan ini, suhu malah akan menjadi semakin panas ketika mencapai daerah yang lebih tinggi.

Hal ini bisa terjadi karena adanya lapisan ozon tadi yang menyerap panas dari sinar UV Matahari. Selain itu, pesawat jet dan balon udara mencapai ketinggian maksimumnya pada lapisan ini.

3. Lapisan Mesosfer

Pexels/Marek Piwnicki

Setelah stratosfer, lapisan yang menyusun atmosfer Bumi berikutnya adalah mesosfer"meso" yang berarti tengah. Disebut sedemikian karena lapisan ini memang dihimpit oleh dua lapisan, yaitu lapisan termosfer (di atasnya) dan stratosfer (di bawahnya).

Belum banyak yang diketahui tentang lapisan ini. Pasalnya, balon udara yang dapat digunakan untuk mempelajari karakteristiknya sudah tidak sanggup lagi mencapai titik ini. Tapi yang jelas, hukum gradient thermometric akan kembali berlaku pada lapisan ini, yaitu suhu udara akan semakin dingin, bisa mencapai -90 derajat Celcius, saat naik ke atas.

Selain suhu dinginnya itu, manusia sudah tidak bisa lagi bernapas di lapisan ini lantaran udaranya yang begitu tipis. Meskipun begitu, lapisan mesosfer hadir untuk melindungi Bumi dari jatuhan meteor dan benda-benda angkasa lainnya. Dengan adanya lapisan ini pulalah Mama dapat menyaksikan yang namanya fenomena bintang jatuh.

4. Lapisan Termosfer

Pexels/stein egil liland

Berada pada ketinggian 90 km sampai dengan antara ketinggian 500–1000 km, terbentanglah lapisan yang menyusun atmosfer berikutnya, lapisan termosfer. Suhu pada lapisan ini sudah tidak karuan lagi, Ma, yaitu berkisar 1700 derajat Celcius.

Hal ini dikarenakan juga terjadi proses penyerapan sinar UV dan X pada lapisan ini. Walaupun begitu, Mama tidak akan merasakan suhu kestrem tersebut. Sebab, molekul gas pada lapisan ini terlalu sedikit sehingga tidak mampu menghantarkan panas ke tubuh manusia.

Di samping itu, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) juga mengorbit di lapisan ini. Pada lapisan ini pula, Mama dapat menyaksikan cahaya kutub alias aurora dengan warnanya yang begitu memanjakan mata.

5. Lapisan Eksosfer

Unsplash/Richard Gatley

Inilah lapisan yang menyusun atmosfer Bumi terakhir, yaitu lapisan eksosfer. Sebenarnya, kehadiran lapisan eksosfer sebagai bagian dari atmosfer Bumi masih diperdebatkan. Namun yang pasti, lapisan ini merupakan pemisah antara Bumi dengan luar angkasa.

Karena sedikit lagi menuju ruang hampa, gaya gravitasi sudah menjadi semakin kecil di lapisan eksosfer. Itu sebabnya tubuh akan melayang-layang di udara. Di samping itu, lapisan ini sangatlah tebal, yakni sekitar 10.000 km dengan ketinggian mencapai 400–1000 km dpl.

Selain itu, suhu pada lapisan eksosfer sangatlah dingin. Hampir tidak ada oksigen yang dapat dihirup sehingga Mama memerlukan pakaian astronaut untuk dapat bernapas dengan leluasa.

Itulah tadi informasi mengenai 5 lapisan atmosfer yang menyusun atmosfer Bumi. Semoga pengetahuan Mama dan anak tentang Bumi semakin bertambah, ya!

Baca juga:

The Latest