TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Eksklusif: Tips Tetap Produktif Selama Pandemi a la Muzakki, Lifia & Nyimas Bunga

Pandemi tidak menghalangi anak-anak ini tetap produktif dan beprestasi nih!

Dok. Popmama

Pandemi Covid-19 membuat kita harus menghentikan dan membatasi sejumlah aktivitas di luar rumah. Virus ini juga membuat kita harus terpaksa berada di rumah.

Kadang, saking lamanya di rumah bisa merasakan bosan. Terutama untuk remaja dan anak-anak yang energinya biasanya dihabiskan di luar rumah. 

Lewat wawancara eksklusif dengan Popmama, tiga anak berprestasi sebagai Popmama Little Star 2021 membagikan tips tidak bosan selama di rumah saja. 

Muzakki Ramdhan, Lifia Laeticia dan Nyimas Bunga Cinta rupanya punya cara sendiri untuk bisa mengatasi kebosanan mereka di rumah sebagai remaja yang harusnya beraktivitas di luar. 

Tips ini bisa ditiru untuk dilakukan dan diajarkan kepada anak kita di rumah.

Berikut Popmama.com rangkum tips produktif selama pandemi ala Muzakki, Lifia dan Nyimas Bunga.

1. Apa yang berbeda dari kehidupan kalian sekarang dan sebelum pandemi?

Dok. Popmama

Menjalani kehidupan yang berbeda dari sebelumnya membuat tiga anak Popmama Little Star 2021 ini memetik hal-hal yang berbeda selama pandemi ini berlangsung. 

Aktor cilik Muzakki Ramdhan mengatakan kalau pandemi ini membuatnya sadar akan kesehatan dan kebersihan. Muzakki merasa saat ini lebih waspada dan jadi lebih sering cuci tangan secara tidak langsung.

"Lebih waspada dan berhati-hati, lebih banyak waktu untuk bersabar dan menenangkan diri. Sering cuci tangan, kayaknya lebih bersihlah," ujar Muzakki.

Selain itu, karena terlalu sering di rumah Muzakki juga berusaha menyulap kamarnya menjadi tempat yang paling nyaman. Pasalnya selama pandemi ini Muzakki banyak menghabiskan waktunya di kamar.

"Pokoknya kalau kita punya kamar bikin kita nyaman dan betah, kalau bosen bisa nonton tv, main PlayStation (PC), main PC (komputer) semuanya bisa di sini (di kamar)," tuturnya.

Selain Muzakki, Lifia Laeticia juga merasakan perbedaan karena adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal yang sangat ia rindukan tentunya beraktivitas di luar rumah bersama teman-temannya secara bebas.

"Aku nggak bisa bertemu teman yang akhirnya harus via online, sedih sekali, juga nggak bisa sekolah. Tetapi satu sisi, jadi sering buat konten dan jadi punya banyak waktu sama keluarga," tutur Lifia.

Sempat merasakan stres selama di rumah saja, Lifia menceritakan ia kerap marah-marah dengan perubahan hidup yang dialaminya. Meskipun, tidak sampai meledak-ledak karena Lifia berusaha mengendalikannya sebisa mungkin.

"Biasanya kalau sudah kayak gitu aku banyak buat beribadah, doa, dan istigfar. Tapi sestresnya aku nggak pernah sampai nangis selama di rumah saja," jelasnya.

Terakhir, Nyimas Bunga Cinta juga sempat merasa sedih dengan kenyataan karena tak bisa bebas untuk latihan skateboard. Meskipun, selama pandemi ini justru ia merasa lebih produktif dari sebelumnya.

"Aku lebih aktif selama pandemi karena sebelum pandemi sekolah, jadi kalau latihan skateboard di hari libur aja. Pas waktu pandemi ini latihan justru bisa sesuai yang aku mau, bisa seminggu beberapa kali," tutur anak yang akrab disapa Bunga ini. 

Tak memungkiri, Bunga sempat stres dan tidak menerima adanya pandemi. Namun, sang Papa menyemangati dan menyakinkan Bunga bahwa pandemi ini bukan penghalang baginya.

"Pernah (sedih), kenapa harus ada pandemi kalau misalkan nggak ada alhamdulillah. Tapi ya sudah grand design (dari Allah SWT)," pungkas Bunga. 

2. Lifia Laeticia lebih banyak membuat konten selama pandemi

Dok. Popmama.com

Selama di rumah saja Lifia tidak ingin waktunya dihabiskan secara percuma. Ia dan keluarganya lebih memilih untuk tetap produktif dan membuat konten untuk media sosial dan channel Youtube-nya.

Selain itu, Lifia juga menghabiskan waktu di rumah dengan berolahraga bersama kakaknya.

"Membuat konten masak-masak, jalan pagi juga olahraga biar sehat keliling komplek. Kakak seneng workout bareng ya bareng seperti senam di Youtube," tutur Lifia. 

Dari semua konten yang dibuat, Lifia sangat menyukai konten masak-masak. Penyanyi kelahiran 2008 ini sangat semangat jika tengah membuat atau mendiskusikan konten dengan tema tersebut.

Lifia menceritakan dulu sebelum pandemi ia kerap membuat dance cover. Salah satunya adalah cover dance Blackpink secara totalitas.

Kini, ditengah pandemi Lifia dan keluarga berusaha membuat konten yang menarik dari rumah nih. Mulai dari konten masak, cover lagu, drama dan masih banyak lagi.

3. Nyimas Bunga Cinta bahkan memenangkan kompetisi lho

Screenshot virtual interview bersama Popmama.com

Punya ambisi kuat bisa masuk dan berkompetisi di olimpiade, Nyimas Bunga Cinta pernah kecewa karena harus terpaksa berhenti bermain skateboard di awal pandemi. Saat kasus Covid-19 tengah naik, ia terpaksa berhenti latihan selama 2 bulan.

"Aku berhenti karena waktu itu awal pandemi, dari bulan Maret-Juni/Juli nggak main. Pas itu aku cuman di kamar, cuman bolak-balik keluar kamar bawa makanan," tutur Bunga.

Remaja kelahiran tahun 2006 ini akhirnya bangkit kembali untuk menaiki papan skate kesayangannya. Ia menunggu keadaan dan kasus Covid-19 di Indonesia turun untuk kembali menaiki dan melatih kemampuan skateboard-nya.

"(Ingin kembali latihan) dari diri aku sendiri. Karena aku sudah kangen dengan skateboard. Aku melihat papan (digantung) terus di rumah. Melihat itu sedih banget karena hanya dipajang. Jadi (punya tekad kalau sudah lebih baik) harus main lagi. Sampai akhirnya (berhenti 2 bulan) dibolehin lagi (main skateboard) di taman buat bisa main," tutur Bunga. 

Namun, saat pertama main setelah vakum ia pernah kecewa. Sebab saat memulai kembali latihan kemampuannya seolah menurun. 

"Karena nggak ada trik baru lagi yang bisa aku mainin. Pas aku mau nyoba trik baru malah bahaya. Aku ngulik juga harus ada temennya karena nggak bisa main sendirian," jelas Bunga.

Setelah kembali ke lapangan dan berlatih, pertengahan tahun 2020 ada sebuah kompetisi online lewat video. Sang Papa, Didiet menunjukkan kompetisi itu kepada Bunga dan ia tertarik.

Tanpa disangka, kompetisi itu dimenangkan Bunga lho. Dijelaskan oleh Bapak Didiet kalau hal ini menjadi bukti bahwa pandemi tidak menghentikan seseorang untuk tetap aktif dan menyebarkan semangat positif. Tentu dengan caranya masing-masing.

"Kita juga berusaha tetap produktif bahkan Bunga bisa mencapai prestasi internasional. Kita coba buktikan kalau pandemi ini bukan sesuatu hal yang membuat kita negatif vibes dan coba dobrak lewat hal yang dicapai Bunga. Berkat doa orang banyak kita menang kompetisi di Perancis itu," jelas Bapak Didiet.

Mengenai pandemi Covid-19 yang menunda beberapa kompetisi olahraga, Bunga merasa sangat sedih. Ia berharap pandemi ini segera membaik sehingga dirinya bisa mengejar ketertinggalan ranking yang diinginkan.

"Aku sedih sekali (karena banyak acara kompetisi olahraga) karena harusnya Olympic Games itu tahun kemarin tapi ditunda tahun ini. Banyak juga banyak kompetisi yang aku lewatkan yang harusnya aku nyari ranking untuk ke olimpiade," pungkasnya.

4. Punya banyak proyek, Muzakki Ramdhan punya cara tersendiri atasi bosan di rumah

Instagram.com/m.u.z.a.k.k.i

Sering berada di dalam rumah membuat Muzakki Ramdhan menjadi belajar mengelola emosinya lebih baik. Kerap dihampiri bosan dan suntuk, kadang berpengaruh ke emosi Muzakki juga nih.

Muzakki menceritakan kalau emosinya kadang memuncak saat bosan melanda. Namun, Muzakki berusaha untuk membuat dirinya tenang dan terkontrol.

"Karena bosan, jadi memuncak terus kadang amarahnya. Tetapi aku tinggal tarik napas aja, lepasin pelan-pelan. Habis itu kita alihkan ke hal yang paling kita suka. Intinya harus menahan diri sebisa mungkin, kalau kerasa ada yang lepas dikit, mesti sabar," tutunya.

Lewat teknik napas aktor pemeran Gundala cilik dan pengisi suara Nussa ini mengaku membuatnya bisa menahan emosi lebih baik. Cara meditasi a la Muzakki ini bisa ditiru untuk siapapun lho.

"Meditasi membantu banget (mengelola emosi) dan membuka pikiran. Aku lakukan kalau misalnya mau marah aja. Diem di tempat, tarik napas tiga kali dan buang pelan-pelan. Terus bisa juga mendengarkan slow music, atau suara-suara alam dan hutan," jelas Muzakki.

Pandemi Covid-19 membuat semua orang harus menyesuaikan diri, tak terkecuali tiga anak beprestasi yang masa remajanya ini mesti menjalani aktivitas dengan terbatas. Meski begitu, mereka tidak menyerah begitu saja lho.

Dari cerita Muzakki, Lifia dan Nyimas Bunga ini bahwa pandemi Covid-19 bukan halangan untuk kita selalu berpikir negatif. 'Keluarlah' dengan ide untuk membuat sesuatu hal yang membanggakan, setidaknya untuk diri kita sendiri.

Spesial Hari Anak: #Popmama Little Star 2021 – Nyimas Bunga Cinta, Muzakki Ramdhan dan Lifia Laeticia

Editor in Chief - Sandra Ratnasari
Senior Editor - Novy Agrina
Video Creator - Onic Metheany
Asst. Editor - FX Dimas Prasetyo  
Reporter - Putri Syifa Nurfadilah & Ninda Anisya
Social Media - Irma Erdiyanti
Video Editor - Bima Bintoro
Design - Hilyatul Auliya Habib
Intern Writer - Muhammad Fria Fachrama Sumitro, Samantha Elisa Gracia, Annita Rahmawati Dewi & Natalia Adinda Putri Danumulyo

Baca juga:

The Latest