TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Keterampilan Sosial yang Wajib Dikuasai Anak Sejak Dini

Mama sudah cek apakah anak dapat bersosialisasi dengan baik?

Unsplash

Keterampilan sosial atau social skills, merupakan sebuah keterampilan yang wajib dimiliki seorang manusia untuk dapat berinteraksi sosial dengan manusia yang lain. Walaupun sejatinya setiap manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial, namun nyatanya keterampilan bersosial bukanlah hal yang mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan, bagi orang dewasa, keterampilan sosial kadang masih perlu dipelajari. Itulah sebabnya, keterampilan sosial harus dilatih sedini mungkin. Namun, apa sih sebenarnya manfaat dari keterampilan sosial untuk anak-anak?

Melansir dari Very Well Family, keterampilan sosial pada anak penting dikuasai untuk membantu mereka menurunkan tingkat stress saat jauh dari orang tua dan keluarga. Misalnya, saat anak-anak berada di sekolah atau daycare.

Saat berada jauh dari zona nyamannya, keterampilan sosial pada anak memiliki peran yang sangat penting untuk membangun hubungan pertemanan dengan teman sebaya. Seorang anak yang mudah bergaul ditengarai lebih mampu meraih kesuksesan karena terlatih memecahkan masalah. Popmama.com sudah merangkum beberapa keterampilan sosial yang wajib dikuasai seorang anak sejak dini.

1. Berbagi dengan sesama

Freepik

Mulailah mengajak si Anak untuk berbagi mainan, makanan ringan, atau sesederhana berbagi tempat sejak dini ya, Ma. Mama bisa mencontohkan dengan berbagi juga pada mereka. Namun perlu diingat, dalam mengajarkan anak berbagi, Mama tidak perlu memaksa mereka untuk melakukannya, ya. Karena dalam berbagai kesempatan bermain bersama teman sebaya, seringkali anak merasa tidak nyaman saat ada teman bermain yang suka merebut sehingga ia tak merasa perlu berbagi.

Sebaiknya, keinginan untuk berbagi muncul dari dalam diri anak sendiri. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah, beri pujian pada anak ketika mereka berbagi seperti mengatakan bahwa si Anak hebat karena sudah mau berbagi dan katakan pula bahwa ketika ia berbagi, orang lain akan merasa senang.

2. Kerja sama dalam tim

Unsplash/Anna Samoylova

Bekerja sama dengan teman sebaya merupakan salah satu keterampilan sosial yang wajib dimiliki oleh si Anak. Keterampilan bekerja sama yang baik sangat penting untuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah komunitas.

Di usia anak-anak, bekerja sama bisa terjadi di dalam kelas maupun saat bermain bersama di playground. Anak perlu bekerja sama dalam banyak hal seperti membuat menara dari blocks atau saat mengikuti kegiatan yang mengharuskan setiap anak untuk berpartisipasi.

Mama bisa melatih anak bekerja sama dengan menciptakan kegiatan bersama keluarga dan memberikan job yang spesifik untuk tiap anggota keluarga. Bicarakan juga mengenai pentingnya bekerja sama dan bagaimana pekerjaan akan lebih mudah jika dilakukan secara bersama-sama.

3. Mendengar satu sama lain

Unsplash/stem.T4L

Dalam berkomunikasi, keterampilan mendengar juga sangat penting dikuasai oleh seorang anak. Mendengar bukan semata-mata anak harus diam ketika orang lain sedang berbicara, tetapi bagaimana menyerap segala informasi yang diberikan dengan baik.

Anak perlu menguasai keterampilan ini karena ia membutuhkannya di dalam kelas. Mereka membutuhkannya untuk mendengarkan apa yang sedang dijelaskan oleh guru, menangkap materi yang diberikan, mencatat dan juga berpikir. Keterampilan ini akan lebih susah dikuasai dalam era digital seperti sekarang ini di mana banyak orang ‘mendengarkan’ sambil menatap gawai. Oleh sebab itu, peran keluarga sangat penting untuk melatih anak memiliki kepekaan mendengarkan.

Mama bisa melatih kemampuan mendengar dengan membacakan buku pada anak dan berhenti secara berkala. Minta anak untuk menjelaskan kembali cerita yang sudah dibacakan. Bantu anak untuk melengkapi informasi yang tidak lengkap. Selain itu, ajarkan anak untuk tidak menyela saat orang lain sedang berbicara.

4. Mengikuti instruksi dengan sebaik-baiknya

Pexels/Kat Jayne

Keterampilan mengikuti instruksi adalah salah satu keterampilan sosial pada anak yang wajib dikuasai. Di usia 2-3 tahun, berikan instruksi satu per satu. Misalnya, ketika Mama meminta anak untuk membereskan mainannya dan mencuci tangan, katakan untuk membereskan mainannya terlebih dahulu dan tunggu sampai ia menyelesaikannya sebelum memintanya mencuci tangan.

Hindari memberikan pertanyaan seperti “Bisa nggak kamu bereskan mainanmu sekarang?”, karena pertanyaan semacam ini akan memberi kesan bahwa anak bisa menolak melakukannya. Seringkali, anak-anak bisa melupakan apa yang seharusnya mereka lakukan dan bertindak impulsif saat Mama memberikan instruksi. Pandanglah hal tersebut sebagai kesempatan bagi mereka untuk terus berlatih ya, Ma. Di rumah, Mama bisa melatih si Anak dengan memberikan instruksi sederhana dan beri pujian saat mereka berhasil melakukannya.

5. Menghargai privasi orang lain

Pixabay/annaharmsthiessen

Sering kita jumpai beberapa anak yang senang berada dekat dengan orang yang sedang berbicara hanya karena sekedar ingin tahu, atau anak-anak yang suka secara tiba-tiba duduk di pangkuan orang lain tanpa menyadari bahwa hal tersebut tidak nyaman bagi orang tersebut. Inilah mengapa mengajarkan anak menghargai privasi orang lain perlu dilakukan sejak dini.

Mama bisa memulai dengan sederhana seperti mengajarkan untuk mengetuk pintu sebelum masuk dan untuk tidak mengambil atau memainkan barang milik orang lain sesuka hati. Jika anak melakukannya, beri konsekuensi. Ajarkan juga untuk menjaga jarak dengan orang lain ketika sedang mengantri atau berada di tempat umum.

6. Selalu melakukan kontak mata

Pixabay/LuidmilaKot

Bagian penting dari komunikasi yang baik adalah kontak mata. Beberapa anak mengalami kesulitan untuk melakukan kontak mata dengan lawan bicara karena malu atau merasa tidak nyaman. Namun, tetap tekankan pada anak mengenai pentingnya melakukan kontak mata saat berbicara ya, Ma.

Mama bisa melatih si Kecil melakukan kontak mata dengan mengajaknya berbicara dengan menunduk atau melihat ke arah lain serta berbicara dengan melakukan kontak mata dan membandingkan bagaimana rasanya melakukan dua hal tersebut.

7. Melakukan semua etika baik

Pixabay/Mircea Iancu

Mengucapkan kata “tolong”, “maaf” dan “terima kasih” merupakan etika dasar yang harus dimiliki seorang anak dalam kehidupan bermasyarakat. Banyak kegiatan yang mewajibkan mereka untuk mengucapkan tiga kata di atas. Terkadang, mengajarkan anak untuk bisa mengucapkan ketiga kata tersebut bisa melelahkan. Namun, terus latih si Anak dengan menjadi role model yang baik untuk mereka.

Mama juga bisa memberi contoh dengan turut berperilaku sopan terhadapnya dan orang lain. Serta, jangan lupa untuk memberikan apresiasi setiap kali anak berperilaku sopan.

Keterampilan sosial merupakan keterampilan yang bisa dilatih. Terkadang, sangat sulit melatih anak untuk memiliki keterampilan sosial yang baik. Mulai ajarkan anak dari keterampilan sosial yang paling dasar dan lakukan terus menerus. Jadilah role model yang baik pula bagi anak, karena anak melakukan apa yang mereka lihat. Namun, jika Mama merasa bahwa si Kecil mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, coba berkonsultasi dengan dokter, ya. Karena, bisa jadi hal tersebut menjadi sebuah tanda bahwa anak memiliki masalah lain.

Baca juga:

The Latest