TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sebelum Terlambat, Begini 5 Cara Memperkenalkan Uang Kepada Anak

Imlek kemarin anak mama dapat cukup banyak angpao, bagaimana nih mengelola uangnya?

Popmama.com/Fajar Perdana

Anak-anak di rumah sudah diperkenalkan dengan uang belum nih, Ma?

Jika belum diperkenalkan, ada baiknya Mama mulai mengajarkan si Anak mengenal uang. Apalagi hampir seluruh aspek kehidupan itu berkaitan dengan uang.

Untuk itu, anak-anak perlu sekali punya kemampuan dalam belajar mengelola keuangannya sendiri meskipun usianya masih kecil. Jangan sampai si Anak justru tidak mengerti mengenai uang, sehingga bingung dan tidak pandai dalam uang yang dimilikinya.

Kalau Mama masih ragu dan bingung bagaimana caranya mengenalkan uang ke si Anak, berikut rangkuman dari Popmama.com.

Ma, semoga ini membantu ya!

1. Memperkenalkan konsep uang

Unsplash/Pepi Stojanovski

Saat si Anak sudah mengerti uang sebaiknya mulai diarahkan ya, Ma.

Mama terlebih dahulu bisa menjelaskan mengenai jenis-jenis uang, mulai dari uang kertas dan uang logam. Kemudian jelaskan juga mengenai nominal nilai uang dari masing-masing uang, ini berguna untuk si Anak agar tidak berpikir bahwa semua uang itu sama.  

Penjelasan yang Mama jelaskan sebisa mungkin hanya sebatas hal-hal mendasar saja ya. Tidak perlu terlalu rumit karena si Anak pun baru saja diperkenalkan mengenai konsep uang.

2. Memberikan gambaran mengenai cara menggunakan uang

Unsplash/bady qb

Saat si Anak sudah mengenal uang digunakan sebagai alat tukar. Mama perlu mengajaknya dalam memberikan gambaran mengenai cara menggunakan uang.

Di tahap awal mungkin Mama bisa mengajarkan konsep uang ke si Anak melalui sebuah permainan nih. Salah satu permainan tentang uang yang bisa Mama kenalkan kepadanya yaitu monopoli.

Dari permainan ini, si Anak akan belajar mengenai sistem jual beli dengan metode uang sebagai alat tukar hingga paham fungsi dari bank sebagai tempat untuk menyimpan dan meminjam uang.

Selain itu, Mama juga bisa mengajaknya untuk berbelanja terutama saat berada ingin melakukan pembayaran. Bisa mengajak ke si Anak pergi ke pasar tradisional atau modern tergantung Mama sendiri nih.

Dari kegiatan ini, si Anak akan melihat proses jual beli hingga pembeli dan penjual melakukan tawar-menawar saat ingin bertransaksi. Kegiatan menemani Mama belanja seperti ini akan membuatnya memahami cara bertransaksi menggunakan uang. Uang yang nantinya diberikan ke penjual akan ditukar dengan barang.

Yuk Ma, lakukan hal ini untuk memberikan gambaran ke si Anak mengenai penggunaan uang sebagai alat tukar!

3. Mulai memberikan uang saku

Blibli/The Fairy Shopmother

Di usiasSi Anak yang sudah menginjak bangku sekolah seperti Mama perlu mulai memperkenalkan uang saku nih.

Selain membawakannya bekal makanan dari rumah, Mama tidak ada salahnya lho memberikannya uang saku juga. Bukan bermaksud agar ia jadi bisa jajan sembarangan, dari uang saku ini Mama bisa mengenalkan konsep uang kepadanya.

Ma, perlu diingat juga nih uang saku yang diberikan ke si Anak secukupnya saja ya. Tujuannya agar ia tidak terbiasa jajan dan memiliki sifat boros. Ini juga berguna agar anak belajar bertanggung jawab terhadap uang saku yang dimilikinya.

4. Mengajarkan anak menabung

Freepik/awesomecontent

Tidak ada salahnya mengajarkan si Anak menabung sejak dini lho, Ma.

Dari uang saku yang Mama berikan, si Anak juga bisa diperkenalkan dengan kegiatan menabung. Saat kegiatan yang satu ini konsisten dilakukan, pelan-pelan ia akan belajar mengenal pola hidup hemat.

Biasakan mengajarkan si Anak untuk sebisa mungkin menyisihkan uang jajannya. Di tahap pengenalan seperti ini, Mama perlu menuntunnya terlebih dahulu ya agar ia terbiasa dengan konsep menabung.

Selain itu, Mama juga bisa memberikan penjelasan sederhana kalau si Anak terus menabung. Suatu saat uangnya bisa banyak dan mampu digunakan untuk membeli apapun yang ia inginkan. Ingat, penjelasannya harus sederhana agar mudah dimengerti si Anak ya.

5. Mengajak anak untuk beramal

Unsplash/Michael Longmire

Ma, untuk memperkenalkan uang ke si Anak juga bisa lho dengan mengajak anak berbagi dan beramal.

Dari sisa uang saku yang dimilikinya, Mama bisa memberikan pilihan ke si Anak untuk dipakai menabung atau beramal. Kedua pilihan ini juga akan membantu pola pikirnya dalam menentukan keinginannya sendiri.

Jika si Anak memilih untuk beramal, Mama bisa memasukkan sisa uang sakunya kotak amal masjid atau memberikan bisa dengan bersedekah ke orang-orang yang membutuhkan.

Mama juga bisa mengajaknya mengumpulkan setiap hasil sisa uang sakunya hingga banyak, lalu membawa dirinya pergi ke panti asuhan. Dengan demikian, si Anak juga akan belajar lebih menghargai uang yang dimilikinya.

Dari uang saja ternyata banyak hal pelajaran yang anak-anak bisa diambil ya, Ma.

Baca juga:

The Latest