TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Langkah Menciptakan Liburan Bersama Keluarga Tanpa Ada Drama

Tak jarang terjadi drama serta konflik orangtua dan anak selama liburan bersama

Unsplash/Natalya Zaritskaya

Walau masih awal tahun, Mama sudah memiliki rencana liburan bersama anak-anak belum nih? 

Terkadang rencana liburan memang perlu dipersiapkan jauh-jauh hari agar membuat segalanya lebih terencana dan tidak terlalu mendadak.

Apalagi saat sudah memiliki anak, liburan bersama keluarga pun harus turut melibatkan mereka. Untuk itu, segala sesuatunya perlu dipersiapkan agar perencanaan liburan lebih matang. 

“Berdasarkan survei yang dilakukan Family Travel Association tahun 2016, usia anak yang direkomendasikan untuk liburan adalah 6-12 tahun (usia Sekolah Dasar). Orangtua berperan penting untuk mengoptimalkan proses belajar anak melalui liburan bersama karena kegiatan ini memiliki segudang manfaat bagi anak. Misalnya, dengan liburan ke lokasi yang berbeda budaya dan kebiasaan, anak dapat terlatih kemampuan sosial dan adaptasinya,” jelas Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog.

Liburan bersama keluarga juga akan membantu perkembangan otak anak semakin terstimulasi dengan kegiatan bermain interaktif yang melibatkan seluruh anggota keluarga, serta meningkatkan ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Sementara itu, kegiatan di luar ruangan dan di alam dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi, kemampuan fisik, serta daya tahan tubuh si Anak. 

Namun, tak jarang saat berpergian bersama keluarga ada saja drama antara orangtua dan anak. Beberapa anak tentu tidak ingin liburan bersama keluarga ini terkesan membosankan, sedangkan orangtua selalu merasa sudah mempersiapkan perencanaan liburan terbaik. 

Untuk Mama yang ingin menciptakan rangkaian liburan keluarga terkesan lebih menyenangkan bersama anak-anak.

Kali ini Popmama.com sudah merangkum berbagai tips dari Nadya Pramesrani, M.Psi., Psikolog, agar mampu menciptakan liburan bersama keluarga tanpa ada drama.

Disimak ya, Ma!

1. Selalu melibatkan seluruh anggota keluarga dalam perencanaan liburan

Unsplash/Rhone

Drama saat berlibur bersama keluarga sering banyak terjadi. Hal ini dikarenakan setiap anggota keluarga akan keluar dari zona nyamannya, sehingga ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi selama liburan bersama keluarga. 

Untuk mengurangi kondisi ini, ada baiknya untuk berusaha dalam menyusun setiap jadwal liburan bersama seluruh anggota keluarga. 

Walau terkesan sepele, kegiatan dalam merencanakan liburan dengan melibatkan seluruh anggota keluarga dapat membuat si Anak tidak hanya sebagai peserta saja. Namun, juga bisa dilibatkan dalam menentukan jadwal atau area liburan yang ingin dirinya kunjungi.

Baca juga: Contek 5 Tips Aman Menyewa Kendaraan Saat Traveling

2. Memerhatikan pola makan dan kebutuhan istirahat seluruh anggota keluarga selama liburan

Unplash/Nathan Hanna

Di era digital sekarang, anak-anak tidak lepas dari gadget. Seringkali adanya gadget membuatnya sulit mengontrol selama penggunaan, sehingga kurang memerhatikan pola makan atau istirahat selama sedang liburan.

Sebagai orangtua, Mama perlu memerhatikan situasi seperti ini. Berusahalah untuk selalu mengingatkan seluruh anggota keluarga untuk makan sesuai jadwalnya. 

Selain itu, perlu sekali untuk tidak terlalu memaksakan kehendak bila sedang lelah atau butuh istirahat. Usahakan tidak terus menyetir saat sudah mengantuk dan kondisi badan terasa lelah. Jika dipaksakan, kondisi kesehatan tidak stabil dan memicu hal-hal buruk yang tidak diinginkan. 

Perlu diingat, walau sedang liburan sebaiknya selalu memerhatikan seluruh kesehatan masing-masing anggota keluarga. 

Baca juga: 5 Aturan Makan dan Minum Saat Traveling Agar Terhindar dari Penyakit

3. Menyiapkan rencana cadangan selama liburan

Unsplash/Hannah Olinger

Saat berada di luar rumah, khususnya berlibur akan ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. 

Untuk mengatasi hal-hal yang mampu menghambat keseruan selama berlibur, ada baiknya selalu melengkapi diri dengan segala informasi dan rencana cadangan. Mama bisa mencari berbagai informasi melalui dunia maya.

Kondisi ini membantu dalam menyiapkan perencanaan liburan yang lebih matang, serta memahami kebutuhan dari masing-masing anggota keluarga selama berlibur. 

Baca juga: Studi: Traveling Bersama Anak Dapat Meningkatkan Prestasi di Sekolah

4. Berusaha untuk fleksibel

Unsplash/Allen Taylor

Mama pasti paham kalau anak-anak tidak ingin terlalu banyak diatur apalagi saat sedang berlibur dengan keluarga. Banyak di antara mereka ingin liburan yang menyenangkan tanpa banyak aturan karena ini akan sangat mengganggu. 

Bahkan tak jarang ada anak yang murung saat liburan karena merasa kurang bahagia. Dalam mengatasi kondisi ini, berusahalah untuk fleksibel dengan membiarkan segala sesuatu yang anak-anak inginkan, asal masih dalam batas wajar. 

Mama perlu membuat liburan keluarga ini menjadi tidak kaku dan lebih menarik agar anak-anak tidak selalu patuh terhadap segala peraturan yang ada. 

Yuk Ma, buat semuanya terasa lebih menyenangkan! 

Baca juga: 5 Tempat Wisata Ramah Anak di Singapura Ini Wajib Dikunjungi

5. Meniminalisir pemicu terjadinya konflik

Unsplash/Mike Scheid

Perlu diingat kembali ke tujuan awal saat ingin pergi liburan bersama keluarga. Selain untuk menyegarkan pikiran dari segala penat, liburan dengan keluarga menjadi salah satu cara yang membantu dalam meningkatkan hubungan setiap anggota keluarga. 

Jika si Anak merasa kurang bahagia selama liburan, cobalah untuk berdiskusi dan ajak berkompromi.

Cari tahu terlebih dahulu mengenai perasaanya saat itu, kemudian perlahan-lahan bangun mood dirinya kembali agar bisa merasakan liburan yang menyenangkan.

Berusahalah juga untuk tidak memicu terjadinya konflik atau drama selama liburan berlangsung. Dari saling mengenal kebutuhan dan keinginan masing-masing anggota keluarga, tanpa disadari bisa menciptakan liburan yang berkualitas.

Semangat ya, Ma!

Baca juga: 

The Latest