TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Cara Memberi Kasih Sayang Kepada Keluarga seperti Rasulullah

mencium dan memeluk merupakan salah satu cara rasulullah memberi kasih sayang kepada keluarganya

Unsplash/Hasan Almasi

Nabi Muhammad dikenal sebagai sosok yang lemah lembut dan penuh dengan kasih sayang. Rasulullah diutus oleh Allah SWT untuk menebarkan kasih sayang kepada seluruh alam semesta. 

Seperti dalam tafsir At- Thabari Juz 16 halaman 439, surat Al-Anbiya ayat 107 secara jelas menyatakan bahwa Rasulullah diutus Allah SWT untuk menebarkan kasih sayang bagi seluruh umat manusia, tanpa pengecualian, baik muslim maupun non muslim.

Salah satu cara Rasulullah memberi kasih sayangnya dengan mencium cucu dan keluarganya, kepada orang sekitar beliau suka menasehati dengan cara perlahan dan penuh kasih sayang. 

Tentunya sikap ini bisa Mama dan Papa terapkan untuk mencurahkan kasih sayang untuk keluarga di rumah, berikut Popmama.com telah rangkum 7 cara memberi kasih sayang kepada keluarga seperti Rasulullah, berikut penjelasannya.

1. Sering mencium keluarganya

Pexels/Vlada Karpovich

Rasulullah sangat mencintai keluarganya, istri, anak, dan cucunya. Disebut juga dengan ahlul bait yang berarti orang rumah, keluarga, atau keturunan Nabi.

Salah satu beliau menunjukkannya dengan mencium dengan penuh kelembutan. Hal ini Rasulullah lakukan kepada Cucu kesayangannya, Hasan dan Husain, Putrinya Fatimah dan istri-istrinya.

Mama dan Papa bisa membiasakan mencium si Kecil ketika berpamitan, sebelum tidur atau sebagai penghargaan atas usaha yang dilakukannya.

2. Memanggil dengan panggilan kesayangan

Pexels/Monstera

Rasulullah juga memberi nama panggilan untuk orang kesayangannya, terutama pada istri-istrinya.

kepada anaknya, Fathimah beliau menyebutnya dengan sebutan “ Ummu Abiha” yang berarti ibu dari bapaknya, sebagai tanda penghormatan atas kebaktian fatimah pada ayahnya.

Menggunakan nama panggilan dalam keluarga juga akan membuat suasana lebih harmonis dan romantis.

3. Bersikap lemah lembut

Pexels/William Fortunato

Saat marah pun rasulullah tidak pernah bersikap kasar kepada istri, anak, dan cucunya. 

Pernah ketika cucunya Hasan melompat-lompat di atas punggungnya saat shalat, beliau tidak langsung memarahinya.

Rasulullah malah bersikap lembut dengan melamakan sujudnya dan memelankan gerakan shalatnya.

Memberi nasihat kepada si Kecil tidak perlu dengan cara dimarahi ya Ma, Pa, cukup dengan bersikap lembut dan memberi tahu kesalahan agar tidak diulangi lagi.

4. Memeluk keluarganya

Memberi pelukan adalah cara menunjukan kasih sayang yang juga dilakukan rasulullah kepada keluarganya. 

Kala rasulullah berselisih dengan istrinya, beliau mendekat dan memeluk istrinya, untuk meredam amarah tersebut. 

Hal ini patut dicontoh dalam keluarga ketika terjadi perselisihan, daripada harus marah, membuang-buang tenaga dan tidak ada gunanya.

5. Menghargai dan berusaha memahami

Pexels/William Fortunato

Ketika terjadi perbedaan pendapat atau melakukan suatu kesalahan, alangkah baiknya mendengarkan penjelasan terlebih dahulu.

Hal ini seperti yang rasulullah lakukan kepada keluarganya.

Rasulullah juga sering meminta pendapat terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu, sebagai upayanya menghargai orang disekitarnya.

Mama dan Papa bisa menerapkan ini, meminta pendapat kepada anak sebelum memutuskan suatu keputusan.

Pasti anak akan merasa lebih dihargai karena diminta pendapatnya. 

6. Mengajarkan hal baik

Pexels/Timur Weber

Sebagai teladan terbaik untuk umat manusia, Rasulullah senantiasa mengajarkan hal-hal baik kepada keluarga dan umatnya. 

Mengajarkan tanggung jawab, mencontohkannya agar memiliki akhlak yang baik.  

Sebagai orang tua yang merupakan sekolah pertama bagi anaknya, maka harus mengajarkan segala hal yang baik untuk bekal si Kecil ketika beranjak dewasa.

7. Bersikap adil dan tidak membeda-bedakan

Pexels/Fadime Erbass

Walaupun memiliki keluarga banyak, sebagai orang tua dan kepala keluarga Rasulullah tidak pernah membeda-bedakan sikapnya.

Beliau bersikap adil kepada seluruh istri, anak, dan cucunya agar tidak terjadi kecemburuan.

Jika Mama dan Papa memiliki anak lebih dari satu, jangan sampai hanya memberi perhatian lebih hanya kepada salah satunya, harus berlaku adil seperti yang diajarkan Rasulullah.

Baca Juga:

The Latest