TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Lirik Lagu "Syukur", Makna dan Siapa Penciptanya

Lagu "syukur" mengingatkan akan kerasnya perjuangan para Pahlawan dalam meraih Kemerdekaan

Nidokna.com

Lagu wajib Nasional berjudul "Syukur" diciptakan oleh Husein Mutahar atau lebih sering disebut dengan H. mutahar. H. mutahar memiliki nama lengkap Sayyid Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad al-Muthahar.

Lahir di Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 5 Agustus 1916. Beliau adalah seorang tokoh negarawan pada awal kemerdekaan, dan juga seorang komponis beberapa lagu nasional.

Lagu "Syukur" konon dipopulerkan pada bulan Januari 1945. Iya Ma, beberapa bulan sebelum Indonesia Merdeka. Di masa itu, beliau meyakini bahwa suatu saat Indonesia akan merdeka dan terbebas dari penjajahan.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang lagu ini dan sejarahnya, Mama bisa menyanyikan dan mengajarkan lagu yang liriknya sudah Popmama.com persiapkan bersama si kecil.

Berikut lirik lagu "Syukur".

1. Lirik Lagu "Syukur"

Freepik/jcomp Ungkapan Syukur atas segala nikmat yang diberikan

Dari yakin 'ku teguh
Hati ikhlas 'ku penuh
Akan karunia-Mu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
Ke hadirat-Mu Tuhan

Dari yakin 'ku teguh
Cinta ikhlas 'ku penuh
Akan jasa usaha
Pahlawanku yang baka
Indonesia merdeka
Syukur aku hunjukkan
Ke bawah duli tuan

Dari yakin 'ku teguh
Bakti ikhlas 'ku penuh
Akan azas rukunmu
Pandu bangsa yang nyata
Indonesia merdeka
Syukur aku hunjukkan
Ke hadapanmu tuan
Syukur aku sembahkan
Ke hadirat-Mu Tuhan

2. Makna Lagu "Syukur"

Buguruku.com Perjuangan Pahlawan di medan perang demi Kemerdekaan

Meraih kemerdekaan Indonesia tidaklah mudah dan membutuhkan banyak perjuangan, seperti yang telah dilakukan oleh para pahlawan kemerdekaan.
Lagu "Syukur", memiliki 3 bait yang masing-masing memiliki makna berbeda.

Bait pertama, mengungkapkan keyakinan dan keikhlasan dalam berjuang membela negara, yang dilakukan para pahlawan Negara dalam mewujudkan Indonesia Merdeka adalah berkat kehadirat Tuhan.

Tanpa restu Sang Pencipta, kita belum tentu dapat merasakan kebebasan dari para penjajah, maka kita patut bersyukur atas karuniaNya.

Bait kedua, perjuangan para pahlawan tidaklah mudah. Keikhlasan yang diberikan kepada para penerusnya adalah wujud cinta dan kasih, agar para anak cucu dapat memiliki kehidupan yang lebih baik.

Kalimat "Syukur aku hunjukkan, Ke bawah duli tuan" bahkan secara langsung mengarah kepada para pahlawan. Membuktikan pengorbanan dengan segenap darah, jiwa, raga dan harta yang patut kita apresiasi, dengan melanjutkan perjuangan tersebut dalam mengisi kemerdekaan.

Bait ketiga, merujuk kepada pemimpin bangsa. Harapan untuk para Pemimpin yang berbakti kepada rakyat atas kerukunan, kesejahteraan dan kemakmuran.

Bakti, ikhlas, azas rukun secara gamblang disebut pada bait ini. Ditujukan kepada pandu bangsa yang nyata. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Pandu adalah penunjuk jalan, sosok yang memberitahukan arah sebagai pemimpin.

Jadi harapan yang disampaikan pada bait ini, agar seluruh pemimpin yang dimulai sejak Indonesia merdeka, hingga pemimpin terkini. Dapat menjadi pemimpin bangsa yang nyata, bekerja nyata untuk kepentingan seluruh rakyat dan negara Indonesia.
 

3. Pencipta Lagu "Syukur"

Wikipedia Husein Mutahar

Mensyukuri kebebasan dan kemerdekaan diyakini sebagai bagian dari ibadah dan ungkapan rasa berterimakasih kepada Tuhan, itulah pesan lain yang ingin disampaikan oleh H. mutahar kepada masyarakat. Menariknya, sosok Husein Mutahar tidak hanyalah seorang negarawan dan komponis.

Beliau juga merupakan seorang tokoh utama Gerakan Kepanduan "Pandu Rakyat Indonesia", jauh sebelum adanya Pramuka. Ya, pada masa itu terdapat banyak organisasi Kepanduan dan organisasi-organisasi tersebut dilebur pada 14 Agustus 1961 menjadi Gerakan Pramuka Indonesia.

Hal penting lainnya adalah, beliau merupakan pencetus lahirnya Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka). Menjelang HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1946, Mayor (Laut) Husein Mutahar menjabat sebagai salah satu Ajudan Presiden Ir. Soekarno.

Saat itu ibukota negara baru saja dipindah ke Yogyakarta. Presiden meminta Mutahar untuk mempersiapkan upacara pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta.

Lantas, tercetus ide beliau untuk merekrut pemuda-pemudi dari seluruh nusantara sebagai Pengibar Bendera Pusaka.

Maka dibuatlah Formasi pengibar bendera dengan tiga pemuda dan dua pemudi pilihan dari seluruh penjuru nusantara yang saat itu berada di kota Yogyakarta. Kelima remaja tersebut dilambangkan sebagai simbol yang mewakili Dasar Negara, yakni Pancasila.

Sekilas pelajaran sejarah seperti ini menarik ya Ma lirik lagu "Syukur" untuk dibaca dan dinyanyikan bersama si Kecil untuk menumbuhkan nasionalisme.

Baca juga:


 

The Latest