TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dongeng Anak: Si Gadis Berkerudung Merah dan Serigala Jahat

Cerita legendaris yang mengingatkan anak untuk selalu berhati-hati

Freepik/user12673800

"Little Red Riding Hood" atau “Gadis Berkerudung Merah” adalah dongeng legendaris dari Eropa dari abad ke-10. Dongeng ini diambil dari beberapa cerita rakyat Eropa, termasuk satu dari Italia berjudul The False Grandmother.

Terdapat dua dari versi dongeng yang paling populer, yaitu yang ditulis oleh Charles Perrault pada abad ke-17 dan kemudian oleh Brothers Grimm. “Little Red Cap” atau “Red Riding Hood” adalah beberapa nama lain dari cerita ini.

Cerita klasik ini telah dibentuk menjadi karya sastra, televisi, animasi dan film, musik, dan permainan. Dongeng “Gadis Berkerudung Merah” ini membuat anak berimajinasi tentang fantasi, pengalaman, dan misteri, yang bisa menjadi cerita pengantar tidur favorit anak dari segala usia.

Untuk mengantar tidur si Kecil, Mama bisa membacakan dongeng anak “Gadis Berkerudung Merah” yang telah Popmama.com siapkan di bawah ini. Yuk ceritakan!

1. Pada suatu hari, seorang gadis kecil tampak gembira dan bersemangat

Freepik/Grfxrf

Pada suatu pagi yang cerah, di sebuah rumah kecil di tepi hutan lebat. Pagi itu burung-burung bernyanyi, mengiringi kegembiraan yang terpancar dari paras cantik seorang gadis kecil.

Rupanya, hari ini adalah hari ulang tahun gadis kecil tersebut, yang membuatnya tampak begitu ceria dan bersemangat.

“Mama, hari ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu. Apa Mama lupa?” tanya si gadis dengan penuh harap.

“Mama tidak lupa, sayang. Hari ini kamu berulang tahun. Mama sudah menyiapkan kado untukmu,” jawab sang Mama dengan lembut.

“Benarkah? Lalu, dimana kado itu disimpan?” tanya si gadis yang sudah tak sabar menerima kadonya.

“Sebentar, sayang. Mama sedang membuatkan kue untukmu dan untuk nenek yang sedang sakit,” katanya sambil tersenyum.

2. Gadis berkerudung merah diminta sang Mama untuk memberikan kue pada neneknya yang sedang sakit

Freepik/Dualororua

Beberapa menit kemudian, sang Mama mengajak gadis kecil ke kamar. Ternyata, di sanalah kado disimpan.

“Ayo, ikut Mama. Mama sudah siapkan kado terindah untukmu di kamar,” ajak sang Mama.

Dengan rasa penasaran, gadis kecil itu mengikuti ibunya ke kamar. Di sana, ia melihat sebuah bingkisan berwarna merah.

Dengan perasaan yang amat senang, gadis kecil tersebut Iangsung membuka kadonya. Ternyata isinya adalah sebuah kerudung berwarna merah. Sang Mama sengaja mernilih warna merah karena ia tahu warna kesukaan gadis kecilnya adalah merah.

“Terima kasih, Mama! Aku menyukai kerudung merah ini. Akan aku pakai setiap hari,” ucap gadis kecil sambil memeluk Mamanya. Sejak saat itu, si gadis kecil tersebut dijuluki sebagai gadis berkerudung merah.

Pada sore harinya, gadis kerudung merah diminta tolong oleh sang Mama untuk mengunjungi neneknya yang sedang tidak sehat.

“Bawalah sekeranjang kue ini ke nenek ya nak, tetap berjalan dan jangan bicara dengan orang asing,” kata sang Mama.

“Ya, Mama!” terdengar jawaban riang.

3. Dalam perjalanannya, gadis kerudung merah bertemu Tuan Serigala

Freepik/Tigatelu

Nenek anak perempuan tersebut tinggal di sisi lain hutan, dan gadis berkerudung merah tersebut berangkat menuju pondok tempat neneknya tinggal.

Ketika sudah jauh ke dalam hutan, ia mendengar suara gemerisik di belakangnya yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Bayangan gelap datang untuk berdiri di sampingnya dan suara rendah kasar berbicara.

"Mau kemana sendirian di hutan, gadis berkerudung merah?" kata Tuan Serigala.

“Saya akan mengunjungi nenek saya yang sedang sakit, Tuan Serigala, dia tinggal di tepi hutan di sebuah pondok di bawah pohon ek, Anda pasti mengetahuinya,” kata gadis kerudung merah yang melupakan nasihat bijak Mama nya untuk tidak berbicara dengan orang asing.

“Tidak, saya rasa saya tidak mengetahuinya. Namun kurasa bunga bluebell di sana akan membuat seikat bunga yang indah untuk nenek, bukan? " tanya serigala.

Gadis kerudung merah yang malang tersebut tidak melihat niat Tuan Serigala yang berencana memakannya dan neneknya.

“Anda benar, saya lakukan! Terima kasih, Tuan Serigala! ” kata gadis kerudung merah sambil melompat ke semak bunga bluebells.

4. Serigala yang jahat itu diam-diam masuk ke rumah nenek dan mengunci nenek di lemari

Freepik/Dualororua

Serigala itu diam-diam mundur dan lari ke rumah nenek gadis kerudung merah. Setelah sampai, ia berseru, berpura-pura menjadi gadis kesayangan neneknya.

“Nenek, biarkan aku masuk! Ini aku, Gadis Berkerudung Merah!" ujar Tuan Serigala.

“Langsung saja kau masuk, aku terlalu lelah!” jawab nenek menjawab dengan suara serak.

Sambil menyelinap masuk, serigala jahat itu mengunci pintu di belakangnya. Segera setelah itu, ia mengunci sang nenek di lemari, mengenakan pakaiannya, menutup tirai, dan membaringkan diri di tempat tidur, menarik selimut menutupi hidungnya.

Sementara itu, gadis berkerudung merah telah memilih beberapa bunga bluebell dan cornflowers. Saat ia akan kembali ke jalan setapak untuk melanjutkan perjalanannya, gadis kerudung merah melihat beberapa bunga lili di depan.

“Aku akan mengambil beberapa untuk Mama, dia tidak akan keberatan. Itu adalah favoritnya,” pikir Gadis berkerudung merah.

5. Setelah tersesat, gadis kerudung merah akhirnya sampai ke rumah neneknya

Freepik/Dualororua

Senang dengan semua bunga yang dipetiknya, gadis berkerudung merah mulai menyadari bahwa ia tersesat. Kemudian, ia bertemu dengan seorang penebang kayu dan bertanya di mana jalannya.

Segera ia sampai di rumah neneknya, gadis berkerudung merah mengetuk pintu.

"Biarkan aku masuk nek, ini gadis berkerudung merah, dan aku membawakanmu kue!" panggil gadis kerudung merah.

“Betapa manisnya sayang, buka gemboknya dan masuklah! Dan jangan lupa untuk menutup pintu di belakangmu,” seru tuang serigala jahat.

“Nenek, suaramu terdengar aneh… apa kau flu berat?” tanya gadis kerudung merah."Oh..er..ya, sayang, aku terkena flu yang parah," jawab serigala.

6. Gadis berkerudung merah mulai mendekati serigala yang menyamar jadi neneknya

Freepik/Tigatelu

Gadis berkerudung merah akhirnya meletakkan keranjang dan melihat sekilas wajah serigala yang tertidur di ranjang sang Nenek. Namun, ia masih tidak menyadari bahwa itu Tuan Serigala yang mengincarnya.

"Astaga, matamu besar sekali, Nenek!" kata gadis kerudung merah sambil meletakkan keranjang di atas meja.

“Sekarang sudah lebih baik ketika bertemu denganmu!” jawab serigala.

“Dan betapa besar telingamu!” kata gadis kerudung merah sambil berjalan mendekati tempat tidur.

“Lebih baik ketika bertemu denganmu, sayangku!” kata serigala itu dengan licik.

"Astaga! Kau memiliki gigi yang sangat besar nenek!” seru gadis kerudung merah dengan suara yang bergetar.

“Lebih baik…..ketika kau akan ku makan!!” teriak serigala, sambil menggeliat keluar dari selimut kemudian menerkam gadis malang itu ke dalam cengkeramannya.

Gadis kerudung merah kemudian berteriak minta tolong, ia kemudian teringat penebang kayu yang membantunya menemukan jalannya.

Untungnya, pria itu masih berada di dekat pondok dan segera bergegas ke sana. Ia mendobrak pintu dan memukuli serigala itu hingga pingsan. Kemudian, gadis kerudung merah buru-buru mengeluarkan nenek, yang mulai berteriak minta tolong.

Mereka berterima kasih kepada penebang kayu, yang telah membawa serigala keluar. Dan mereka aman dari serigala jahat selamanya.

Pesan Moral dari Cerita "Gadis Berkerudung Merah" atau “Little Red Riding Hood”

Freepik/ Jehsomwang

Dongeng “Little Red Riding Hood” atau “Gadis Berkerudung Merah” untuk anak ini adalah sebuah cerita tentang pertarungan yang tidak pernah berakhir antara yang baik dan yang jahat, tentang keserakahan dan harapan, dan tentang tanggung jawab.

Cerita ini mengajarkan anak untuk menaati nasihat orangtua, tidak pernah berbicara dengan orang asing dan tidak menilai orang berdasarkan penampilannya karena itu bisa sangat menipu.

Ini juga mengajarkan bahwa anak tidak boleh membagikan informasi pribadi apapun dengan orang asing yang dapat digunakan oleh penjahat untuk menyakiti anak atau orang yang ia cintai.

Serigala ditampilkan sebagai perwujudan dari makhluk jahat dan buas, yang di masa sekarang menggambarkan orang-orang jahat yang kurang bermoral. Sedangkan penebang bisa menjadi polisi yang mencegah kejahatan.

Jadi, pesan moral dari dongeng anak Si Kerudung Merah dan Serigala Jahat ini tetap relevan bahkan hingga hari ini, memberitahu fakta bahwa anak perlu berhati-hati dan bertindak cerdas di setiap langkah, karena bahaya bisa mengintai siapapun di waktu-waktu yang tidak terduga.

Baca juga:

The Latest