TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Langkah Mengajarkan Anak Keterampilan Pemecahan Masalah

Mengajarkan anak bahwa masalah tak dapat dihindari namun bisa selalu diatasi

Freepik/Gpointstudio

Apakah Mama melihat si Kecil kesulitan untuk menemukan mainannya atau lupa di mana meletakkan makan siangnya? Jika iya, maka keterampilan memecahkan masalah yang baik adalah kunci untuk membantu anak untuk mengatur hidupnya.

Tahukah Ma, bahwa sebuah studi menemukan bahwa mengajarkan keterampilan memecahkan masalah pada anak dapat meningkatkan kesehatan mentalnya.

Tak hanya itu saja, ada beberapa alasan mengapa mengajarkan keterampilan memecahkan masalah ini penting untuk anak-anak. Dan ada langkah-langkah yang dapat Mama ikuti untuk membangun keterampilan anak. 

Untuk mengetahui selengkapnya, yuk simak informasinya yang Popmama.com telah rangkum di bawah ini ya!

1. Mengapa mengajarkan keterampilan pemecahan masalah itu penting?

Freepik/Pch.vector

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga menghadapi berbagai masalah setiap hari, mulai dari kesulitan akademik hingga masalah di bidang olahraga. Namun hanya sedikit dari mereka yang memiliki cara untuk memecahkan masalah tersebut.

Anak-anak yang tidak memiliki keterampilan pemecahan masalah mungkin menghindari mengambil tindakan ketika menghadapi masalah.

Sebuah studi 2010 yang diterbitkan dalam Behavior Research and Therapy menemukan bahwa anak-anak yang tidak memiliki keterampilan memecahkan masalah mungkin berisiko lebih tinggi mengalami depresi dan bunuh diri.

Selain itu, para peneliti menemukan bahwa mengajarkan keterampilan memecahkan masalah pada anak dapat meningkatkan kesehatan mental.

Alih-alih mencurahkan energi untuk memecahkan masalah, anak lebih mungkin menggunakan waktunya untuk menghindari masalah. Itu sebabnya banyak anak tertinggal di sekolah atau berjuang untuk dalam persahabatan.

Tidak memiliki keterampilan memecahkan masalah juga bisa menyebabkan anak bertindak tanpa mengenali pilihannya, seperti memukul temannya yang memotong antrean di depan karena tidak yakin harus berbuat apa lagi.

Pilihan impulsif itu dapat menciptakan masalah yang lebih besar dalam jangka panjang.

Untuk mencegah hal di atas, Mama dapat mulai mengajarkan keterampilan pemecahan masalah dasar selama masa prasekolah dan membantu anak mempertajam keterampilannya. 

2. Bagaimana cara mengajarkan anak keterampilan pemecahan masalah?

Freepik

Anak-anak yang merasa kewalahan atau putus asa seringkali tidak akan berusaha mengatasi masalah. Tetapi ketika orangtua mengajarkan cara yang jelas untuk memecahkan masalah, anak akan merasa lebih percaya diri dengan kemampuannya untuk mencoba.

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal EURASIA Journal of Mathematics, Science and Technology Education di tahun 2018, berikut adalah langkah-langkah untuk mengajarkan anak pemecahan masalah:

Identifikasi masalahnya

Menjelaskan masalahnya dengan tegas, dapat membuat perbedaan besar bagi anak-anak yang merasa buntu. Bantu si Kecil menyatakan masalahnya, seperti, "Jadi kamu tidak punya teman bermain saat istirahat?"

Kembangkan setidaknya lima solusi yang mungkin

Cobalah untuk mengembangkan cara-cara yang mungkin untuk memecahkan masalah. Tekankan bahwa semua solusi tidak harus berupa ide yang bagus (setidaknya tidak untuk saat ini). Bantu anak mengembangkan solusi jika ia kesulitan menemukan ide.

Bahkan jawaban konyol atau ide yang dibuat-buat adalah solusi yang mungkin. Kuncinya adalah membantu balita melihat bahwa dengan sedikit kreativitas, ia dapat menemukan banyak solusi potensial yang berbeda.

Identifikasi pro dan kontra dari setiap solusi

Bantu anak mengidentifikasi potensi konsekuensi positif dan negatif untuk setiap solusi yang ia temukan.

Pilih solusi

Setelah anak mengevaluasi kemungkinan hasil positif dan negatif, dorong untuk memilih solusi.

Ujilah

Beritahu anak untuk mencoba solusi dan lihat apa yang terjadi. Jika tidak berhasil, ia selalu bisa mencoba solusi lain dari daftar yang telah dikembangkan di langkah kedua.

3. Bagaimana penerapan keterampilan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari?

Freepik/Gpointstudio

Ketika masalah muncul, jangan terburu-buru untuk menyelesaikan masalah anak untuknya. Namun bantu ia menjalani langkah-langkah pemecahan masalah. Tawarkan bimbingan saat membutuhkan bantuan, tetapi dorong anak untuk memecahkan masalah sendiri.

Jika anak tidak dapat menemukan solusi, bantu ia memikirkan beberapa solusi. Tetapi jangan secara otomatis memberi tahu apa yang harus dilakukan. Ini sama seperti ketika anak memiliki masalah perilaku.

Duduklah bersama dan katakan, "Kamu mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan rumahmu akhir-akhir ini. Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."

Mama mungkin masih perlu menawarkan konsekuensi untuk perilaku buruk, tetapi jelaskan bahwa setelah itu Mama dan anak mampu mencari solusi bersama-sama, agar ia dapat melakukan yang lebih baik di lain waktu.

Gunakan pendekatan pemecahan masalah untuk membantu anak menjadi lebih mandiri. Lalu berikan banyak pujian saat anak melatih keterampilan memecahkan masalahnya.

4. Bagaimana konsekuensi alami dapat membantu keterampilan pemecahan masalah anak?

Freepik/Racool-studio

Konsekuensi alami juga dapat mengajarkan keterampilan pemecahan masalah. Jadi, bila perlu, biarkan anak menghadapi konsekuensi alami dari tindakannya. Namun pastikan itu aman untuk dilakukan.

Misalnya, biarkan anak memilih untuk tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya. Kemudian biarkan anak ditegur oleh gurunya karena tidak mengumpulan PR.

Ini dapat mengarah pada diskusi tentang pemecahan masalah yang membantunya membuat pilihan lebih baik di lain waktu. Pertimbangkan konsekuensi alami ini sebagai momen yang dapat diajarkan dalam melatih pemecahan masalah pada anak.

Nah itulah hal-hal yang perlu Mama ketahui tentang mengajarkan anak keterampilan memecahkan masalah. Seperti yang Mama tahu, masalah akan selalu datang dari usia muda hingga dewasa, sehingga mengajarkan keterampilan ini sangat memudahkan anak untuk berkembang di hidupnya.

Bacajuga:

The Latest