Bolehkah Ibu Hamil Tua Makan Mie Instan?

Mie instan menjadi salah satu makanan yang sering diidamkan oleh ibu hamil

15 September 2021

Bolehkah Ibu Hamil Tua Makan Mie Instan
Unsplash/Labunsky

Mie instan telah menjadi makanan favorit banyak orang karena rasanya yang gurih dan pembuatannya yang cepat. Menurut survei kesehatan nasional, sebanyak 70 persen orang dewasa di Indonesia gemar mengonsumsi mie instan setidaknya 1-6 kali per minggu. 

Mie instan juga menjadi salah satu makanan yang sering diidamkan oleh ibu hamil. Dilansir dari Journal of Pediatrics and Mother Care, ibu hamil memang cenderung ngidam makanan tidak sehat seperti makanan asin dan gurih, makanan pedas, atau makanan manis. 

Ibu hamil sering sekali makan mie instan ketika mengidam di tengah malam. Namun, bolehkah ibu hamil makan mie instan, terutama jelang persalinan?

Jika penasaran, kali ini Popmama.com telah merangkum penjelasan seputar hubungan mie instan dan kesehatan ibu hamil tua. 

Yuk Ma, disimak!

Jangan Menjadikan Mie Instan sebagai Makanan Pokok

Jangan Menjadikan Mie Instan sebagai Makanan Pokok
Unsplash/Cactuspix

Ibu hamil memang diperbolehkan makan mie instan jika sedang ngidam. Namun, Mama sebaiknya jangan menjadikan mie instan sebagai makanan pokok sehari-hari. Mie instan termasuk produk olahan yang diawetkan, sehingga kandungan nutrisinya sangat sedikit. 

Sementara itu, jelang persalinan, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi zat besi dan asam folat. 

Mengonsumsi mie instan tentu dapat memengaruhi perkembangan janin dalam kandungan. Kandungan garam atau sodium yang tinggi pada mie instan bisa memicu hipertensi dan membahayakan kehamilan jelang persalinan. 

Editors' Picks

Berapa Banyak Mie Instan yang Boleh Dikonsumsi?

Berapa Banyak Mie Instan Boleh Dikonsumsi
Freepik/Jcomp

Hingga kini belum ada literatur pasti yang menjelaskan seberapa banyak mie instan yang boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Mama sebaiknya menikmati mie instan jika ngidam saja, asalkan tidak terlalu sering. 

Badan kesehatan dunia (WHO) telah menganjurkan ibu hamil tua untuk membatasi konsumsi garam. Oleh karena itu, Mama perlu masak mie instan hingga matang dan bisa ditambahkan dengan sayuran hijau sebagai pelengkap.

Kemudian, perlu juga seimbangkan asupan mie instan dengan cemilan sehat lainnya seperti buah-buahan atau yoghurt. 

Tips Konsumsi Mie Instan

Tips Konsumsi Mie Instan
Freepik/Jcomp

Ada beberapa tips yang dapat Mama lakukan saat mengolah mie instan agar tidak membahayakan kehamilan.

Pertama, kurangi jumlah bumbu yang dipakai. Mama sebaiknya menggunakan setengah bumbu saja, lalu membuat bumbu sendiri menggunakan bahan-bahan alami. 

Kedua, tambahkan sayuran seperti tomat, sawi, dan kentang. Mama juga dapat menambahkan telur matang saat konsumsi mie instan agar asupan nutrisi harian tetap terpenuhi. Asupan protein juga dapat dipenuhi dengan menambahkan seafood atau daging. 

Konsumsi Buah dan Air Putih

Konsumsi Buah Air Putih
Pexels/Daria Shevtsova

Bumbu dari mie instan umumnya masih melekat lama di lidah, meski hanya mengonsumsi mie instan dalam jumlah sedikit. Itulah sebabnya, Mama perlu memperbanyak minum air putih setelah makan mie instan. Konsumsi air putih juga dapat mencegah terjadinya hipertensi. 

Mie instan tergolong junk food karena mengandung tinggi karbohidrat dan lemak, namun rendah vitamin dan sehat.

Mama bisa mengimbangi nutrisi dari mie instan dengan mengonsumsi buah-buahan agar asupan vitamin tetap terpenuhi. Buah-buahan segar yang bisa dikonsumsi di antaranya stroberi, melon, dan mangga. 

Konsumsi mie instan terlalu sering dapat meningkatkan risiko hipertensi yang berujung pada komplikasi kehamilan seperti preeklampsia. Kondisi tersebut dapat menyebabkan bayi lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah. 

Oleh karena itu, konsumsi mie instan harus dibatasi. Jelang persalinan, Mama dianjurkan mengonsumsi makanan sehat dan alami. Perlu diingat juga bahwa makanan yang dikonsumsi saat hamil tua harus dimasak dalam tingkat kematangan yang sempurna. 

Semoga informasi ini bisa bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.