TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Laporan Dugaan 66 Kasus Cacar Monyet di Indonesia

Dari 66 dugaan kasus hanya satu pasien yang terkonfirmasi positif terjangkit cacar monyet

Pinterest.com/SELF Magazine

Akhir-akhir ini masyarakat digemparkan dengan kabar datangnya virus yang bernama monkeypox atau cacar monyet. Penyakit ini menginfeksi kulit hingga timbul gelembung-gelembung yang berisikan nanah.

Sebelum muncul di tanah air, cacar monyet sudah ada di Republik Demokratik Kongo, pada tahun 1970. Virus ini bersumber dari hewan pengerat dan primata, kemunculannya cukup mengkhawatirkan masyarakat setelah lebih dari dua tahun dihantui oleh Covid-19.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, menyampaikan total laporan dugaan kasus monkeypox di Indonesia sebanyak 66 kasus. Dari total kasus tersebut hanya ada satu yang terkonfirmasi positif, dua kasus suspek, dan 61 disingkirkan.

Berikut Popmama.com telah menyiapkan informasi lengkap terkait dugaan 66 kasus cacar monyet di Indonesia.

1. Korban monkeypox pertama di Indonesia telah sembuh

Pexels/Polina Tankilevitch

Kabar sembuhnya pasien pertama penyakir cacar monyet ini cukup melegakan masyarakat, kini dirinya sudah bisa kembali beraktivitas. Hal ini disampaikan oleh Syahril dalam konferensi pers virtual.

"Kasus pertama orang yang terkonfirmasi monkeypox pada 19 Agustus lalu sudah selesai menjalani isolasi, dan sekarang melakukan aktivitas seperti biasanya," ucap Syahril.

Diketahui pasien pertama penyakit kulit ini terkonfirmasi positif setelah dirinya tiba di Indonesia pada 8 Agustus 2022. Sebelumnya pasien menjalani perjalanan ke luar negeri, termasuk negara yang dikonfirmasi memiliki kasus cacar monyet.

2. Pasien gejala ringan sudah negatif

Youtube.com/Kementerian Kesehatan RI

Juru bicara Kemenkes RI juga menambahkan bahwa pasien yang mengalami gejala ringan sudah menjalani isolasi mandiri, lalu sembuh pada 4 September 2022. 

"Hasil semuanya sehat tidak ada yang konfirmasi positif atau bergejala monkeypox," ujar Syahril.

Perlu diketahui bahwa penularan virus ini melalui kontak erat dengan yang terjangkit. Hal ini masih lebih mudah ditangani dibandingkan dengan Covid-19 yang menyebar melalui udara.

Maka dari itu, Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat agar tidak panik, karena daya tular dan fatalitas cacar monyet lebih rendah dibandingkan Covid-19.

3. Penambahan jumlah laboratorium untuk PCR

Pexels/Polina Tankilevitch

Untuk memaksimalkan proses pemeriksaan, Kemenkes RI menambahkan 15 laboratorium yang sebelumnya hanya ada dua. 

"Semua laboratorium tersebar di sejumlah daerah bukan hanya di Pulau Jawa, tapi juga ada di Sumatera sampai ke Ambon," ungkap Juru Bicara Kemenkes RI. 

Tak hanya itu, Kemenkes juga telah menyiapkan 1.200 reagen untuk pemeriksaan virus ini, apabila terdapat kecurigaan monkeypox pada pasien.

Itulah informasi mengenai dugaan 66 kasus monkeypox di Indonesia. Seperti yang dikatakan Kemenkes RI, mama sekeluarga jangan terlalu khawatir, namun tetap harus menjaga kesehatan.

Baca juga:

The Latest