TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Apakah Aman Mengosumsi Melatonin agar Bisa Tidur?

Tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang apalagi tanpa resep dokter

Freepik/jcomp

Ketika seseorang mengalami kesulitan tidur malam, maka itu bisa jadi masalah di kesehariannya. Salah satu solusinya adalah hormon melatonin. 

Masalah sulit tidur atau insomnia bisa jadi isu serius jika tidak ditangani dengan serius. Namun jika ditangani salah, maka bisa jadi masalah baru. Salah satu cara untuk membuat lebih mudah tidur lelap adalah hormon melatonin. Nah, saat ini, sudah banyak yang menjual suplemen melatonin. 

Apakah aman mengonsumsi melatonin agar bisa tidur tanpa resep dokter? Berikut Popmama.com ulas untuk Mama.

1. Manfaat hormon melatonin

Pexels/Nataliya

Sebenarnya, melatonin adalah hormon yang diproduksi di otak manusia. Tugasnya meregulasi jam circadian tubuh manusia untuk membentuk siklus tidur yang teratur. 

Namun bisa juga dibuat menjadi obat yang bisa melawan masalah tidur seperti insomnia, demikian dilansir dari Healthline

Obat yang berbentuk pil ini dianggap efektif memberikan efek tidur lelap di malam hari. 

2. Selain untuk insomnia, bisa juga untuk jet lag

Pexels.com/Cottonbro

Setelah bepergian ke daerah yang cukup jauh, biasanya mengalami perubahan jam dalam berkegiatan, termasuk jam tidur. Jet lag biasanya akan dirasakan sehari hingga seminggu setelah pulang dari tempat yang memiliki zona waktu berbeda. 

Nah, pil melatonin ini bisa jadi solusi untuk mengatasi kesulitan tidur karena jet lag

Ia bisa meningkatkan hormon tidur sehingga membuat orang mudah mengantuk. 

3. Manfaat melatonin selain untuk tidur

Pexels.com/Maksim

Selain untuk tidur, melatonin juga bisa membantu mengurangi depresi musiman. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang tinggal di negara dengan 4 musim. Depresi musiman terjadi di musim dingin. 

Melatonin juga bisa meningkatkan HGH (human growth hormone) yang berfungsi meningkatkan kekuatan dan massa otot. Namun, efek ini berpengaruh pada laki-laki. 

Mengandung antioksidan yang tinggi, melatonin bisa membantu mata dari kerusakan sel. Sedangkan bagi mereka yang punya masalah perut, melatonin bisa membantu mengobati GERD dengan cara menghentikan produksi asam di perut. 

4. Dosis aman menggunakan melatonin

Freepik.com

Menurut penelitian, melatonin aman digunakan dengan dosis 0,5-10 mg per hari. Untuk penggunaan pertama kali, usahakan mulai dengan dosis paling rendah dan cari dosis yang paling cocok untukmu. 

Jika menggunakan melatonin untuk meningkatkan kualitas tidur, minum 30 menit sebelum tidur untuk efektivitas yang maksimal. Sedangkan jika ingin memperbaiki siklus tidur, maka konsumsi sekitar 2-3 jam sebelum tidur. 

5. Melatonin yang beredar di luar sekarang

Pexels/JESHOOTS.com

Tak hanya berbentuk pil, namun melatonin juga kini dibuat dalam bentuk gummy atau gel. Bentuknya pun seperti vitamin dan suplemen dan bisa dikonsumsi setiap hari. Apalagi, gummynya dibuat dengan tambahan rasa sehingga bisa lebih mudah dikonsumsi. 

Saat ini, melatonin dalam bentuk gummy dijual bebas di online shop dan sosial media. Klaimnya adalah bisa membuat tidur malam lebih nyenyak dan tidak memiliki efek samping. 

Namun sebenarnya, jika mengonsumsinya secara rutin, bisa mengurangi kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon melatonin secara alami.

6. Efek samping melatonin yang dikonsumsi tanpa resep dokter

Freepik/jcomp

Melatonin yang dikonsumsi bebas tanpa takaran dan resep dokter akan memiliki efek negatif berpengaruh pada kesehatan tubuh. 

Beberapa efeknya seperti sakit kepala, linglung, pusing, kram perut, ngantuk di siang hari, dan merasakan depresi secara tiba-tiba, demikian dilansir dari Healthline

Melatonin juga hanya aman untuk orang dewasa, dan sama sekali tidak aman untuk anak-anak atau kelompok umur senior. Obat ini tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui karena bisa berimbas ke janin atau anaknya. 

Sangat penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum mengonsumsi melatonin untuk membantu tidur yang lebih baik dan lelap. 

Jangan termakan dengan iklan, ya!

Baca juga:

The Latest