TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Eksklusif: Tips Meredakan Kecemasan karena Covid-19 dari Rosdiana

Yuk Ma, hadapi rasa kecemasan akibat virus Covid-19!

Unsplash/BRUNO CERVERA

Penyebaran virus corona atau Covid-19 yang semakin meningkat tanpa disadari pelan-pelan membuat masyakarat cemas serta mulai tidak yakin akan kondisi kesehatannya sendiri. 

Tak jarang, sebagian orang pun mencari informasi terkait pencegahan Covid-19 dengan berbagai cara. Hanya saja, informasi yang didapatkan oleh masyarakat belum tentu benar bahkan dapat membahayakan diri mereka sendiri. 

Ketidakpastian dan intensitas mengenai kabar tentang Covid-19 kemudian akan membuat ketegangan psikologis. Orang akan mulai menjadi anxiety, putus asa bahkan memicu depresi. 

Jika dibiarkan begitu saja, hal-hal tersebut hanya akan menyebabkan penurunan imunitas tubuh. 

Instagram.com/popmama_com

Popmama.com dan Rosdiana Setyaningrum, M. Psi, M.PHEd, sebagai seorang psikolog Founder MS Wellbeing Center berusaha untuk menghadirkan solusi dalam mengatasi kecemasan. Berbagai metode pun diberikan di dalam Popmama Online Class (POC) untuk tetap tenang selama menghadapi Covid-19. 

Popmama Online Class (POC) adalah kuliah memakai aplikasi Whatsapp atau Kulwap yang mempertemukan narasumber ahli dan komunitas Popmama.com di ruang maya.

Menurut Sandra Ratnasari sebagai Editor In Chief, POC pertama kali diinisiasi setelah adanya imbauan social distancing serta kampanye #DiRumahAja yang digaungkan dalam rangka memutus rantai penyebaran infeksi Covid-19. 

"Selain kegiatan Popmama Arisan dan forum di Kanal Community di Popmama.com, nantinya POC juga akan dipakai oleh para Mama sebagai alternatif ruang bertemu secara online," kata Sandra. 

Jika Mama ingin mengetahui tips meredakan kepanikan saat Covid-19 dari Rosdiana yang sempat dibagikan saat Popmama Online Class, kali ini Popmama.com telah merangkum 

Semoga informasi kali ini membantu Mama dan keluarga menjadi lebih tenang. 

1. Ada beragam faktor yang dapat memicu kecemasan seseorang meningkat

Pexels/Victoria Borodinova

Kecemasan menjadi suatu istilah yang menggambarkan gangguan psikologis berupa rasa takut, keprihatinan terhadap masa depan, kekhawatiran yang berkepanjangan dan rasa gugup. 

Rasa cemas secara berlebihan dapat disebut sebagai gangguan psikologi, sehingga mampu menghalangi seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari atau membuatnya menjadi tidak produktif. 

Perlu Mama ketahui bahwa penyebab kecemasan seseorang akibat Covid-19 sangat beragam, seperti: 

  • Ketidakpastian karena belum diketahui obat dan vaksin untuk menghadapi Covid-19.
  • Terlalu banyaknya informasi, sehingga membuat seseorang menjadi kebingan dan merasa cemas. 
  • Perubahan situasi yang sangat mendadak dan membuat manusia tidak bisa menjalankan rutinitasnya secara normal.
  • Mengamali perubahan interaksi sosial karena harus mengikuti anjuran terkait social distancing, sehingga membuat manusia yang tidak biasa menjadi terasingkan.
  • Adanya tekanan sosial, termasuk mengenai ekonomi atau bahkan mulai ketakutan karena kehabisan makanan. 

Dalam Popmama Online Class, ada banyak Mama yang bertanya seputar kecemasan. Berbagai pertanyaan yang telah masuk pun dijawab oleh Rosdiana agar para Mama dapat belajar dalam memahami serta menurunkan bentuk kecemasan mereka. 

Sebagai seorang psikolog, Rosdiana mengatakan bahwa rasa kecemasan memang membuat seseorang menjadi sulit untuk fokus. 

Walau perasaan sendiri terkadang tidak bisa dikontrol selama sedang merasa cemas, maka ada baiknya untuk mengerjakan kegiatan yang menyenangkan agar meminimalisir rasa cemas berlebihan. 

"Kalau ada sahabat atau keluarga terdekat yang dipercaya, Mama bisa bercerita untuk diskusi serta mencurahkan perasaan. Bagaimana juga kita sebagai manusia tidak bisa melewati semuanya sendirian. Seandainya Mama membutuhkan bantuan psikolog, ada beberapa jasa yang bisa digunakan untuk konsultasi online secara gratis," ucap Rosdiana. 

Jika usai penyebaran Covid-19 telah selesai, namun kecemasan tak kunjung hilang disarankan untuk berkonsultasi langsung ke psikolog agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

2. Rasa cemas yang berlebihan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik 

Popmama.com/Fx Dimas This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media

Rosdiana dalam Popmama Online Class juga memberikan penjelasan bahwa kecemasan yang terjadi akibat Covid-19 juga akan berdampak buruk terhadap kesehatan fisik. 

Beberapa hal yang perlu Mama perhatikan saat rasa cemas meningkatkan dan dapat memperburuk kesehatan fisik, seperti: 

  • Kecemasan yang berlebihan dapat membuat otot tertutama di sekitar leher menjadi menegang. 
  • Memicu detak jantung berdebar kecang karena meningkatnya adrenalin di dalam darah. 
  • Tekanan darah menjadi meningkat karena detak jantung kacau serta hormon adrenalin tinggi.  
  • Efek lain dari kecemasan dapat memicu pusing, mual, keringat dingin, bahkan detak jantung dan tekanan darah menjadi tidak stabil. 

Kecemasan yang dialami oleh anak-anak pun perlu dihindari agar tidak berdampak buruk pada kesehatan fisiknya. 

Sebagai orangtua, Mama perlu menjelaskan terkait penyebaran Covid-19 dengan cara yang mudah diterima oleh anak-anak. 

"Dalam menjelaskan situasi terkait Covid-19 kepada anak-anak, Mama bisa bercerita melalui buku terutama yang ada hubungannya dengan penyakit. Lalu cerita tersebut bisa dihubungkan dengan situasi sekarang," ucap Rosdiana. 

Sampaikan penjelasan mengenai hal ini dengan sebuah cerita atau gambar-gambar agar anak bisa lebih mengerti ya, Ma. 

3. Menurunkan rasa cemas dapat dilakukan dengan cara-cara yang sederhana 

Freepik

Demi menghindari kecemasan secara berlebihan dan mampu menganggu kesehatan mental, sebaiknya perlu juga menyeimbangkan waktu dengan menggunakan kegiatan lain. 

Ketika Popmama Online Class yang dilakukan secara perdana, Rosdiana sebagai seorang psikolog memberikan beberapa cara dalam mengatasi rasa cemas menjadi lebih meningkat. 

Beberapa cara-cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menurunkan tingkat kecemasa seseorang, yakni:

  • Rehat sejenak dan pergunakan waktu sebaik mungkin agar tetap bisa istirahat. 
  • Tetaplah menyeimbangkan kebutuhan diri sendiri dengan keluarga, termasuk anak-anak. 
  • Pilihlah untuk mengonsumsi berita dengan bijak agar tidak memicu atau meningkatkan kecemasan.
  • Tetaplah melakukan koneksi dengan teman dan keluarga, meskipun berada di dalam rumah. Ada baiknya melakukan sosialisasi secara virtual sekaligus memanfaatkan teknologi yang sekarang sudah semakin maju. 

Rosdiana mengatakan untuk tetap perlu mencari kegiatan yang bermanfaat dan mementingkan istirahat, meskipun harus tetap perlu memantau pemberitaan yang sedang berkembang. 

4. Bagaimana cara memfilter berita benar dan hoax?

Freepik/Katemangostar

Demi tidak meresahkan masyarakat terhadap berbagai fenomena yang sedang terjadi, maka ada baiknya selalu bijak setiap kali mendapatkan sebuah berita dalam bentuk apa saja. 

Mama perlu mengasah rasa penasaran setiap kali menerima berita-berita di media sosial atau grup chat Whatsapp. Dengan memiliki rasa penasaran yang tinggi, maka keinginan untuk mencari tahu tentang keaslian berita tersebut pun akan timbul. 

Di dalam Popmama Online Class, Sandra juga memberikan saran agar para Mama tetap bisa menyaring antara berita valid dan hoax. 

Cobalah untuk membuka pemikiran diri sendiri menjadi lebih terbuka. Selalu memastikan berita yang diterima, sebelum menyebarkannya kembali ke orang lain. 

"Pertama, jika mendapatkan berita yang bersumber dari media pastikan media tersebut adalah media terpercaya. Kedua, jika mendapatkan berita media sosial atau media pesan usahakan untuk tidak langsung menelan berita tersebut secara mentah-mentah. Bacalah terlebih dahulu dan mencari sumber lain," ucap Sandra. 

Usahakan untuk tidak asal membagikan berita-berita yang diterima tanpa membacanya secara detail terlebih dahulu. Kebiasaan buruk ini harus dihilangkan agar mengurangi orang lain yang terjebak dengan mengonsumsi berita-berita hoax. 

Jika berita yang diterima dianggap sudah valid, Mama bisa membacanya, memahami bahkan membagikan ke orang lain agar informasinya tersampaikan dengan baik. 

5. Menerapkan teknik Jin Shin Jyutsu untuk meredakan semua energi negatif

Pexels/Maria Gulyaeva

Dalam Popmama Online Class bertema "Mengatasi Kecemasan Psikologis akibat COVID-19" pada Sabtu (21/3/2020) lalu, Rosdiana menjelaskan beberapa langkah untuk meredakan kecemasan dengan menerapkan teknik Jin Shin Jyutsu. 

Perlu diketahui bahwa Jin Shin Jyutsu (JSJ) adalah salah bentuk terapi tradisional dari Jepang yang diterapkan dengan sebuah sentuhan. 
Teknik ini dapat membantu mengatasi mengatasi berbagai masalah kesehatan dan kontrol emosi lewat bantuan sentuhan-sentuhan lembut pada jari-jari tangan kita.

Teknik cukup sederhana karena pada dasarnya di dalam tubuh manusia terdapat berbagai titik khusus yang mampu memulihkan keluhan fisik bahkan mental, termasuk untuk mengatasi kecemasan terkait penyebaran Covid-19. 

Berikut beberapa hal yang perlu Mama ketahui terkait teknik Jin Shin Jyutsu, yakni: 

  • Genggam ibu jari untuk meredakan rasa cemas. Mama dapat menggenggam ibu jari pada tangan kanan menggunakan tangan kiri. 
  • Genggam jari telunjuk untuk meredakan rasa takut. 
  • Genggam jari tengah untuk meredakan rasa marah. 
  • Genggam jari manis untuk meredakan rasa sedih. 
  • Genggam jari kelingking untuk meredakan rasa lelah. 
  • Tekan bagian tengah telapak tangan untuk meredakan setiap energi negatif yang sedang dirasakan. 

Selama menerapkan teknik Jin Shin Jyutsu, Mama bisa menggenggam dan menekannya dengan lembut. Rasakan denyutnya sambil tetap melakukan pernapasan secara teratur. 

Beberapa orang pun merasa lebih nyaman saat melakukan teknik ini dengan mata tertutup. Mama bisa menerapkan hal ini agar tubuh serta pikiran menjadi lebih tenang.  

Setiap kali Mama merasa cemas, takut, marah, sedih atau bahkan lelah sebaiknya menerapkan teknik Jin Shin Jyutsu ini secara konsisten agar semua kondisi kembali membaik.

Itulah beberapa keseruan diskusi serta informasi yang didapatkan oleh para peserta selama Popmama Online Class pertama ini. 

Kira-kira ada yang tertarik untuk ikutan kelas dengan tema lain? 

Baca juga: 

The Latest