TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tips Masturbasi Sehat dari Dokter Boyke, Mari Disimak!

Sehatkah masturbasi? Apa manfaat dan efek sampingnya? Ini dia tips bermasturbasi sehat dari dr Boyke

Pixabay/Darko Djurin

Bermasturbasi sering dilakukan remaja yang sudah mengalami pubertas, juga individu dewasa yang belum memiliki pasangan. Sehatkah masturbasi? Apa manfaat dan efek sampingnya? Yuk, kita simak tips bermasturbasi sehat dari ahli seksologi, dr Boyke.

Masturbasi merupakan proses memperoleh kepuasan seksual dengan menstimulasi organ seks oleh diri sendiri.

Pada laki-laki, masturbasi biasanya diakhiri dengan ejakulasi atau keluarnya sperma. Sedangkan pada perempuan, puncak kenikmatan masturbasi adalah orgasme.

Lewat channel Youtube-nya, dokter kandungan yang juga dikenal sebagai seksolog tersebut memberikan edukasi sehat mengenai masturbasi. Dirangkum Popmama.com, berikut tips sehat masturbasi dari dr Boyke.

1. Frekuensi masturbasi yang sehat

Pexels/Cottonbro

Dijelaskan dr Boyke, siklus pembentukan sperma dimulai dari testis yang memproduksi sperma muda, kemudian sperma matang, dan dikeluarkan (melalui mimpi basah atau masturbasi) membutuhkan waktu sekitar 3 hari.

"Jadi pada remaja (laki-laki), sekali 3 hari merupakan hal yang wajar," kata dr Boyke.

"Bagaimana dengan remaja wanita? Sama. Cuma harus diingat, untuk remaja wanita kalau Anda cuma menggesekkan guling saja, masih oke. Tapi kalau tangan sampai masuk, ingat Anda punya selaput dara. Dan selaput dara itu bisa robek!" dr Boyke mengingatkan.

2. Manfaat masturbasi bila dilakukan dengan frekuensi yang wajar

Pexels/Pavin Danilyuk

Sama halnya dengan hubungan seksual, aktivitas masturbasi juga dapat membakar kalori. Pada frekuesi yang wajar, pembakaran kalori dibutuhkan untuk menjaga berat badan ideal.

Pada beberapa penelitian, masturbasi juga diketahui dapat mencegah terjadinya pembengkakan dan kanker prostat, terutama bagi laki-laki yang berusia lanjut.

"Saat sperma keluar, tidak hanya sperma saja yang keluar tapi ada juga kelenjar-kelenjar, terutama kelenjar prostat. Ketika (sperma) dikeluarkan, prostat akan mengempis. Kalau tidak dikeluarkan, prostat akan bengkak," kata dr Boyke saat menjadi narasumber di salah satu podcast.

3. Bahaya keseringan masturbasi

Pexels/Andrea Piacquadio

Menurut dr Boyke, frekuensi masturbasi yang wajar adalah seminggu 2 kali, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Bagaimana jika kamu melakukannya lebih dari itu? dr Boyke menjelaskan, melakukan masturbasi setiap hari bisa menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh dan membuat kamu lebih gampang sakit.

"Gampang kena Covid jadinya," kata dr Boyke.

Selain itu, keseringan masturbasi juga bisa menyebabkan kecanduan. Efeknya bisa panjang, sampai kamu menikah atau memiliki pasangan.

Orang yang telanjur kecanduan masturbasi akan lebih suka mendapatkan kepuasan seksual melalui masturbasi ketimbang berhubungan badan dengan pasangannya.

"Jika sudah begitu, dia harus dapat bantuan dari dokter atau psikolog," kata dr Boyke.

4. Cara mencegah kecanduan masturbasi

Pexels/Pixabay

Bagi orang yang sudah kecanduan masturbasi, dr Boyke mengingatkan untuk menghindari tontonan, bacaan atau fantasi lainnya yang bisa merangsang gairah seksual.

Selain itu, sebaiknya hindari makanan-makanan yang dapat meningkatkan gairah seksual, seperti makanan berbahan dasar kambing, cokelat, kerang, dan makanan berprotein tinggi yang bisa meningkatkan hormon testosteron.

"Jika sudah cukup umur, sebaiknya menikah!" kata dr Boyke.

Itulah tips masturbasi sehat dari dr Boyke. Ingat, jangan berlebihan, ya.

Baca juga:

The Latest