TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

CDC Sebut Covid-19 sebagai Virus Musiman

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memprediksi Covid-19 akan menjadi virus musiman

Pexels/Cdc-library

Kasus Covid-19 mulai menurun di berbagai negara sehingga sejumlah negara memilih melonggarkan aturan protokol kesehatan. Beberapa negara seperti Korea Selatan, Malaysia, Inggris, Perancis, Denmark, dan Amerika Serikat mulai menghapuskan aturan karantina bagi pendatang. 

Sejumlah peneliti menilai semakin banyak orang yang terpapar Covid-19, maka telah tercipta kekebalan kelompok atau herd immunity. Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Dr. Rochelle Walensky menilai, Covid-19 akan menjadi virus musiman. 

Bagaimana penjelasannya? Berikut Popmama.com telah merangkum fakta-faktanya dilansir dari beberapa sumber. 

1. Covid-19 akan menjadi virus musiman

Pexels/Padrinan

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memprediksi Covid-19 akan menjadi virus atau penyakit musiman. 

“Saya mengantisipasi bahwa ini mungkin akan menjadi virus musiman,” ujar Dr. Rochelle Walensky dilansir dari Fox News

Prediksi ini berdasarkan laporan kasus Covid-19 terbaru di Amerika Serikat. Berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins, tercatat 67.516 kasus Covid-19 baru dan 1.686 kematian baru. Angka tersebut turun dibanding lonjakan varian Omicron di bulan Januari. 

2. Keputusan penggunaan masker

Unsplash/Jcgellidon

Amerika Serikat juga tengah mempertimbangkan keputusan untuk tidak menggunakan masker lagi. CDC bahkan telah memutuskan untuk melonggarkan aturan penggunaan masker bagi sebagian besar warga Amerika Serikat. 

“Jika keadaan meningkat, kami ingin memakai masker untuk melindungi dari flu dan Covid-19 serta semua penyakit pernapasan lainnya,” kata Rochelle. 

3. Vaksin bisa melindungi dari Covid-19

Unsplash/Lucas_lin

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyimpulkan vaksin Covid-19 bisa memberikan perlindungan tinggi terhadap gejala parah dan kematian. Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga terus menggenjot vaksinasi booster dan akan merubah status pandemi menjadi endemi. 

“Kalau siap memasuki endemi tentu kita optimistis untuk masuk ke endemi. Tentu ada tahapannya sebelum masuk ke endemi, pandemi terkendali,” kata dr. Siti Nadia Tarmidzi. 

Bagi Mama yang belum mendapatkan vaksin booster, bisa datangi fasilitas kesehatan atau sentra vaksinasi terdekat. 

Baca juga:

The Latest