Deltacron, Gabungan Delta dan Omicron yang Jadi Varian Baru Covid-19

Beberapa negara di Eropa sudah melaporkan temuan mutasi baru virus Covid-19 ini

13 Maret 2022

Deltacron, Gabungan Delta Omicron Jadi Varian Baru Covid-19
Freepik/freepik

Dari tahun 2020, dunia melawan infeksi Covid-19 dengan berbagai varian. Dari varian Alpha hingga terakhir ialah Omicron. Kini muncul kembali varian baru Covid-19 yang disebut sebagai Deltacron.

Ahli virologi di L'Institut Pasteur di Paris mengurutkan genemik beberapa kasus Covid-19 di Eropa. Hasilnya adalah ada infeksi gabungan virus corona Covid-19 varian Delta dan Omicron yang disebut Deltacron ditemukan di benua tersebut.

Bagaimana kelanjutan dari temuan tersebut? Popmama.com sudah rangkum beberapa fakta selengkapnya. 

1. Hasil laporan sudah diserahkan ke GISAID

1. Hasil laporan sudah diserahkan ke GISAID
Freepik/freepik

Para peneliti yang menemukan Deltacron menyebut sudah mengirimkan laporan itu ke Lembaga Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), pada Selasa (8/3/2022). 

Ini menjadi pertandan bahwa varian Deltracron telah dikonfirmasi secara resmi sebagai varian baru Covid-19. Para ilmuwan itu menemukan kasus Deltacron di Soissons, Prancis utara, Denmark, dan Belanda.

The Guardian menyebut selain di Eropa, ada pula laporan tentang Deltacron yang terdeteksi di Amerika Serikat. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) juga menyatakan sekitar 30 kasus telah terdeteksi di Inggris.

Editors' Pick

2. Perkiraan gabungan varian Delta dan Omicron bisa terjadi

2. Perkiraan gabungan varian Delta Omicron bisa terjadi
Freepik/crowf

Dari hasil penelitian, analisis kode genetik Deltacron tersusun dari tubuh varian Delta dan spike protein yang menempel pada sel manusia berasal dari Omicron.

Virus itu bisa terbentuk ketika seseorang terinfeksi Delta dan Omicron pada saat yang sama. Di mana varian Deltacron terbentuk akibat mutasi virus yang terjadi selama infeksi.

Pimpinan teknis Covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maria van Kerkhove mengatakan bahwa rekombinan itu tidak terlalu mengejutkan, karena mengingat sirkulasi paparan Omicron dan Delta yang mendominasi di banyak negara.

3. Masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahaya Deltacron

3. Masih perlu penelitian lebih lanjut memastikan bahaya Deltacron
Freepik/rawpixel-com

WHO sendiri mengatakan sedang melacak mendiskusikan varian baru Covid-19. Kepala ilmuwan di WHO yaitu Dr. Soumya Swaminathan juga mengatakan bahwa perlu penelitian khusus untuk mengetahui sifat dari Deltacron.

Eks Pimpinan Inisiatif Genomik Covid-19 di Wellcome Trust Sanger Jeffrey Barrett mengatakan, temuan varian Deltacron yang teridentifikasi sejauh ini masih sedikit. 

Maka belum ada cukup bukti dan data tentang tingkat keparahan varian atau seberapa baik vaksin masih memiliki efikasi tinggi dalam memberikan proteksi terhadap individu.

Berkaca pada kasus yang terjadi di Inggris, dan sejauh ini mutasi Deltacron masih sangat langka di berbagai negara di dunia. 

Sementara hanya beberapa lusin sequence di antara jutaan Omicron. Meski begitu ia menyebut varian ini akan terus dipantau untuk mempeljari lebih dalam mengenai risiko infeksinya. 

Dilihat dari sifat kedua varian, ini seakan menjadi momok mengerikan bagi seluruh dunia. 

Pasalnyan varian Delta bisa menimbulkan gejala lebih parah daripada varian lain. Sementara varian Omicron punya kemampuan sangat menular yang sangat cepat. 

4. Mutasi virus Deltacron sudah disinggung sejak Januari 2022

4. Mutasi virus Deltacron sudah disinggung sejak Januari 2022
Freepik/freepik

Awal mula sebutan Deltacrn ini sudah mengudara sejak awal tahun kemarin 2022. Saat itu, profesor ilmu biologi di Universitas Cyprus Leondios Kostrikis mengungkap tanda genetik seperti Omicron dalam genom Delta.

Pada awal penemuan itu, Leondios Kostrikis dan timnya sudah melaporkan temuan sejak 7 Januari 2022. 

Namun, para ilmuwan saat itu menganalisis bahwa temuan Deltacorn bisa jadi kemungkinan besar kesalahan laboratorium dan bukan varian baru yang mengkhawatirkan.

Itulah tadi informasi mengenai Deltacron, gabungan Delta dan Omicron yang kini menjadi varian baru Covid-19. Semoga hasil mutasi virus ini masih bisa efektif dengan vaksin yang ada ya, Ma.

Baca juga:

The Latest