TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Tips Menjaga Hubungan Tetap Mesra Bersama Pasangan Selama Pandemi

Demi menciptakan suasana baru dan tidak mudah bosan karena terus 24 jam bersama pasangan nih, Ma

Pexels/Tima Miroshnichenko

Pandemi Covid-19 memang masih berlangsung di Indonesia dan tentunya semakin mengganggu kesehatan mental banyak orang. Tak hanya fisik yang perlu diperhatikan selama pandemi ini, melainkan kesehatan mental agar tidak mudah stres dan berpotensi menurunkan imunitas tubuh. 

Perasaan cemas, depresi dan trauma sedang dihadapi oleh banyak orang di seluruh dunia. Walau hanya berada di dalam rumah saja, namun perasaan negatif tersebut bisa muncul apalagi jika mulai bosan menjalani 24 jam bersama pasangan. 

Rutinitas bekerja dari rumah atau work from home yang dilakukan bersama pasangan memang tak bisa dipungkiri menimbulkan berbagai perasaan. Momen tersebut selama pandemi Covid-19 bisa membuat hubungan menjadi tambah mesra atau mungkin menyebabkan kebosanan. 

Popmama Online Class eksklusif melalui Zoom pun kembali hadir pada Sabtu (21/11/2020). Mengambil topik, "Jalani 24 Jam Bersama Pasangan, Bosan atau Tambah Mesra?" Popmama.com juga menghadirkan Ayuningtias, Psi.,Msi seorang psikolog klinis dari Siloam Hospitals dan Mama Nirliani yang merupakan salah satu dari Popmama Community. 

Jika Mama ingin mengetahui beberapa cara terkait menjaga kualitas hubungan bersama pasangan di rumah selama pandemi Covid-19, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Disimak baik-baik agar kualitas hubungan mesra dengan pasangan bisa terjaga ya, Ma!

1. Berhenti untuk fokus terhadap hal-hal yang buruk 

Freepik/yanalya

Hidup 24 jam bersama pasangan di rumah selama pandemi Covid-19 memang tidak selamanya mulus dan berjalan lancar. begitu saja ya, Ma.

"Pandemi yang sudah berjalan beberapa bulan tentu menimbulkan kejenuhan berkepanjangan, timbul perubahan suasana hati dan selalu bertanya-tanya sampai kapan semua ini berakhir," jelas Ayuningtias. 

Kondisi psikologis diri sendiri yang sedang tidak stabil  karena pandemi ini bisa memberikan energi negatif, bahkan dapat menular ke anak-anak dan suami di rumah. Tak jarang, momen-momen kesalahan suami justru memicu hubungan menajdi renggang. 

Ketika Popmama Online Class, Ayuningtias sebagai seorang psikolog mengatakan bahwa penting sekali untuk menghentikan diri apabila terlalu fokus terhadap hal-hal buruk. Apalagi jika ada pasangan yang tanpa sengaja melakukan kesalahan di rumah. 

Menurutnya, Mama perlu memperbanyak hal-hal positif dibandingkan yang negatif agar tidak mudah stres selama pandemi. 

2. Menciptakan komunikasi yang baik bersama pasangan

Dok. Popmama.com

Sebagai seorang psikolog, Ayuningtias saat Popmama Online Class mengatakan bahwa situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang berpotensi menimbulkan konflik-konflik dalam keluarga. 

Terlalu sering bertemu karena menghabiskan waktu selama 24 jam di rumah bisa memicu berbagai macam masalah, bahkan dari hal-hal kecil termasuk kebosanan. 

"Tidak dapat dipungkiri peran dan beban Mama selama pandemi ini semakin meningkat. Pasangan suami istri selama pandemi wajar terjadi, namun latar belakangnya perlu diketahui seperti apa," ucap Ayuningtias. 

Ayuningtias menekankan bahwa penting sekali untuk menciptakan komunikasi dan selalu bersikap jujur kepada pasangan. 

Sikap jujur dan selalu berkomunikasi bisa menjadi kiat-kiat yang harus dijaga dengan baik. Prinsip dasar ini akan membangun hubungan rumah tangga bersama pasangan menjadi lebih berkualitas. 

3. Toleransi perlu diterapkan dengan baik bersama pasangan 

Freepik/cookie_studio

Harapan dan kenyataan ketika suami banyak memiliki waktu di rumah terkadang tidak sesuai dengan ekpektasi. Setuju nggak, Ma? 

Demi menghindari berbagai risiko buruk yang terjadi bersama pasangan selama terus bersama di dalam rumah, usahakan untuk tetap mengutamakan komunikasi. 

"Demi menyikapi situasi selama 24 jam di rumah bersama pasangan, kunci utamanya ada di komunikasi. Komunikasi bersama pasangan tetap perlu terjalin dengan baik," ucap Ayuningtias. 

Selain itu, Ayuningtias juga mengingatkan bahwa tolerasi bersama pasangan juga perlu diterapkan dengan baik.

"Perlu juga untuk mempunyai rasa toleransi satu sama lain, khususnya terkait hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu untuk diributkan," lanjutnya. 

4. Pahamilah bahwa semuanya ini bukan harus selalu tentang anak

Freepik

Dampak pandemi Covid-19 terhadap kehidupan rumah tangga memang bisa membuat hubungan bersama pasangan menjadi renggang. Selain itu, kekerasan rumah tangga dan angka perceraian pun menjadi meningkat. 

Berbagai kejadian buruk yang menimpa pasangan lain selama pandemi Covid-19 ini perlu diminimalisir, sehingga kualitas hubungan bersama suami bisa terus terjaga. 

Saat sesi diskusi secara virtual, Ayuningtias mengingatkan bahwa pasangan suami istri perlu memahami bahwa semua hal di rumah bukan selalu tentang anak. Kualitas hubungan sebagai pasangan pun perlu diperhatikan dengan baik agar lebih ahrmonis. 

Menurutnya, hubungan pasangan suami istri akan lebih baik dan berkualitas apabila memiliki lebih banyak waktu luang.

Penting sekali untuk mempunyai waktu luang berdua dan lebih banyak membicarakan tentang kualitas hubungan sebagai pasangan. 

5. Usahakan untuk tetap merawat cinta bersama pasangan

Freepik/Racool_studio

Sepanjang pandemi Covid-19 masih belum kunjung berakhir, beban Mama menjadi lebih meningkat karena anak bersekolah secara online. Tak jarang juga merasa bahwa suami ada di rumah, namun tidak membantu sama sekali dan hanya menimbulkan konflik.

"Sebenarnya manusia mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dan kemampuan resiliensi. Kemampuan tersebut bisa dimanfaatkan ketika ingin mempertahankan stabilitas psikologis dalam menghadapi stres atau kemampuan saat ingin menyelesaikan tantangan," ucap Ayuningtias saat menjelaskan di Popmama Online Class. 

Dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh manusia di dalam dirinya, Mama setidaknya dapat belajar untuk berdamai dengan berbagai masalah yang sering terjadi bersama pasangan.  

Menurut Ayuningtias, pasangan suami istri perlu merawat cinta bersama-sama selama pandemi ini berlangsung agar memiliki hubungan yang semakin berkualitas. Apabila mulai merasa bosan karena terjebak berdua di dalam rutinitas sehari-hari, maka cobalah untuk saling berdiskusi. 

Mama dan pasangan bisa saling mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan ini berdua, seperti memulai untuk menciptkan rutinitas baru yang lebih seru dan berkualitas. Hal tersebut pun menjadi langkah tersendiri untuk merawat cinta bersama pasangan. 

Itu dia beberapa rangkuman terkait tips menjaga hubungan tetap mesra dengan pasangan selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. 

Semoga penjelasan dari Ayuningtias sebagai seorang psikolog bisa memberikan solusi tersendiri untuk menjaga kualitas hubungan bersama pasangan ya, Ma. 

Baca juga: 

The Latest