TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kelebihan dan Kekurangan Spermisida, Ketahui sebelum Menggunakannya

Alat kontrasepsi ini murah dan mudah diperoleh

healthjade

Bagi pasangan suami istri yang berencana untuk menunda kehamilan, spermisida bisa menjadi salah satu pilihan metode kontrasepsi.

Metode kontrasepsi ini murah, tidak memengaruhi hormon, dan tidak mengganggu aktivitas seksual. Tetapi spermisida juga memiliki kekurangan, sama halnya seperti jenis kontrasepsi lainnya.

Sebelum memutuskan untuk menggunakannya, ketahui dulu kelebihan dan kekurangan serta cara kerjanya. Untuk membantu Mama, Popmama.com merangkum informasi mengenai spermisida di bawah ini:

Apa itu Spermisida?

bedsider

Spermisida adalah metode kontrasepsi yang mengandung nonoxynol-9. Zat ini dapat membunuh sperma atau menghentikan pergerakan sperma menuju sel telur untuk mencegah kehamilan.

Spermisida tersedia dalam bentuk krim, busa, atau gel, yang bisa langsung dimasukkan ke aplikator. Sedangkan spermisida berbentuk lembaran bisa ditempatkan di dalam vagina menggunakan tangan. 

Tingkat efektivitasnya tergantung dengan cara menggunakannya dan apakah Mama menggunakan metode kontrasepsi tambahan.

Menggunakan spermisida tanpa metode lain biasanya memiliki keberhasilan mencegah kehamilan sebesar 70-80 persen.

Cara Kerja Spermisida

Pixabay/TBIT

Cara kerja spermisida adalah dengan mematikan sel sperma atau menutup jalan sperma menuju sel telur. Spermisida dimasukkan ke dalam vagina, di dekat leher rahim, beberapa saat sebelum melakukan hubungan seks.

Setelah itu Mama perlu menunggu selama beberapa waktu sebelum melakukan hubungan seksual agar bahan kimianya benar-benar larut dan menyebar. Biasanya sekitar 10-15 menit.

Spermisida hanya efektif dalam waktu satu jam setelah dimasukkan ke vagina. Selain itu, Mama dianjurkan untuk tidak mencuci vagina selama enam jam setelah berhubungan seks memakai spermisida. Tujuannya agar efektivitas spermisida tetap terjaga.

Keunggulan Spermisida

npr.org

Spermisida memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya. Keunggulan tersebut antara lain:

  • Perawatannya mudah.
  • Lebih murah.
  • Tidak memiliki efek jangka panjang terhadap hormon.
  • Dapat dibeli tanpa resep dokter.
  • Bentuknya kecil sehingga praktis untuk dibawa ke mana-mana.
  • Tidak mengandung hormon.

Kekurangan Spermisida

Freepik

Spermisida memiliki beberapa kekurangan yang harus dipertimbangkan, antara lain:

  • Membutuhkan waktu sebelum melakukan hubungan intim.
  • Kurang efektif jika tidak digunakan bersamaan dengan alat kontrasepsi lain, misalnya kondom.
  • Harus lebih cermat memakainya agar benar-benar efektif untuk menghalangi sperma.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap risiko terinfeksi AIDS maupun infeksi menular seksual (IMS) lainnya.
  • Bisa memicu alergi, iritasi pada alat kelamin, atau infeksi saluran kencing.
  • Jika Mama sedang dalam pengobatan untuk menyembuhkan infeksi jamur pada vagina, efektivitas spermisida dalam mencegah kehamilan bisa berkurang.

Jika Mama memiliki kondisi seperti di bawah ini, maka Mama sebaiknya tidak menggunakan spermisida:

  • Mengidap HIV atau AIDS.
  • Berisiko tinggi untuk terkena HIV atau AIDS.
  • Sering mengalami infeksi saluran kemih.
  • Berisiko tinggi untuk hamil, misalnya berusia di bawah 30 tahun atau berhubungan intim tiga kali atau lebih per minggu.

Nah, itu informasi mengenai kelebihan dan kekurangan spermisida. Pemilihan alat kontrasepsi yang tepat juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi mama serta papa.

Sebelum memilih metode kontrasepsi mana yang paling tepat, sebaiknya Mama berkonsultasi dulu dengan dokter atau bidan. Sehingga Mama dan Papa bisa menunda rencana kehamilan dengan efektif.

Selamat mencoba!

Baca juga:

The Latest