TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Serba-serbi Perinatal OCD, Gangguan Cemas pada Ibu Hamil

Mudah cemas selama kehamilan dan pasca melahirkan? Jangan panik!

Freepik/cookie_studio

Bagi perempuan, proses kehamilan hingga melahirkan adalah momen besar yang betul-betul mengubah hidup. Berbagai perubahan yang terjadi dalam waktu singkat seiring kehadiran bayi tentu memiliki dampak tekanan yang berbeda bagi setiap perempuan.

Mama mungkin sudah sering mendengar istilah turunan gangguan kecemasan obsessive compulsive disorder (OCD), namun tahukah Mama bahwa ada gangguan kecemasan khusus yang kerap dialami oleh perempuan selama hamil dan setelah melahirkan?

Yuk simak artikel Popmama.com berikut ini untuk cari tahu lebih lanjut tentang perinatal OCD, gangguan cemas pada ibu hamil.

Apa Itu OCD dan Perinatal OCD?

Freepik/Katemangostar

Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah sebuah gangguan kecemasan dengan gejala pikiran, visualisasi, gagasan, atau keraguan obsesif yang tidak diinginkan namun kerap muncul dan diikuti oleh dorongan bawah sadar untuk melakukan tindakan tertentu sebagai upaya meredakan kecemasan akibat pikiran obsesif tersebut.

Sebagai contoh, jika Mama memiliki ketakutan obsesif bahwa rumah mama akan terbakar, Mama bisa lebih dari lima kali mengecek keadaan kompor sebelum meninggalkan rumah untuk mengurangi rasa cemas yang muncul dari pikiran bahwa rumah mama dapat terbakar.

Lalu apa itu Perinatal OCD? Perinatal OCD adalah kondisi OCD yang dialami oleh perempuan dalam keadaan hamil atau pasca melahirkan sebagai salah satu dampak penyesuaian diri dengan perubahan yang datang dengan kehadiran bayi.

Umumnya, pikiran obsesif yang muncul pada penderita perinatal dan postpartum OCD adalah seputar ketakutan bahwa janin atau bayi akan jatuh sakit atau terluka, baik secara disengaja maupun tidak. Pikiran obsesif ini lalu diikuti dengan dorongan melakukan tindakan kompulsif untuk mencegahnya.

Sebagai contoh, Mama yang menderita perinatal OCD mungkin memiliki pikiran obsesif tentang bayi yang akan jatuh sakit karena kuman atau infeksi bakteri sehingga Mama menghabiskan waktu sangat lama untuk bersih-bersih atau mensterilisasi barang berkali-kali.

Apakah Perinatal OCD Normal Dialami Ibu Hamil?

Freepik/wayhomestudio

Studi menunjukkan bahwa OCD adalah gangguan mental keempat yang paling banyak dialami di seluruh dunia setelah depresi, penyalahgunaan narkotika, dan fobia sosial. Jika OCD memengaruhi 1 dari 100 perempuan secara umum, perinatal OCD rentan dialami 2-3 dari 100 perempuan pada tahun pertama pasca melahirkan.

Kebanyakan perempuan mulai mengalami gangguan OCD selama masa kehamilan atau pasca melahirkan untuk pertama kalinya. Namun, tidak sedikit kasus perinatal OCD dialami oleh perempuan yang sudah pernah hamil dan melahirkan sebelumnya.

Jadi, kekhawatiran atau pikiran obsesif yang muncul pada masa-masa ini sebetulnya normal kok, Ma. Namun tetap berpotensi bahaya apabila dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan yang sesuai.

Apa Faktor Penyebab Perinatal OCD?

Freepik/cookie_studio

Ada banyak faktor yang mungkin menyebabkan Mama mengalami perinatal OCD. Beberapa di antaranya yang paling umum adalah sebagai berikut:

  • Berada di bawah tekanan yang sangat berat
  • Pernah memiliki riwayat OCD sebelumnya
  • Dorongan naluriah sebagai seorang ibu untuk lebih fokus pada keamanan janin atau bayi

Apa yang Harus Dilakukan untuk Menyikapi Perinatal OCD?

Freepik/pch.vector

Sebelum beralih ke penanganan profesional, Mama dianjurkan untuk mencoba melakukan penanganan mandiri sebagai berikut terlebih dahulu:

  • Hindari substansi penenang yang dapat membahayakan diri dan janin, seperti rokok atau alkohol
  • Usahakan untuk tidak merasa malu atau bersalah atas munculnya pikiran-pikiran obsesif. Sadari pikiran tersebut dan coba untuk tetap tenang
  • Berhenti menghindari atau membenarkan pikiran obsesif mama dengan tindakan kompulsif. Coba belajar untuk hadapi dan terima pikiran tersebut dengan menuliskannya di jurnal khusus dan baca berulang dengan kepala dingin
  • Komunikasikan pikiran dan perasaan mama pada pasangan, keluarga, atau teman terdekat.  Jangan dipendam sendiri!
  • Banyak membaca literatur khusus yang direkomendasikan oleh dokter ahli terkait perinatal OCD
  • Apabila terasa sangat mengganggu, lakukan penanganan khusus bersama dokter kepercayaan

Bagaimana Penanganan Profesional Untuk Perinatal OCD?

Freepik/Vichie81

Selalu konsultasikan keadaan Mama dengan dokter terlebih dahulu agar dapat diarahkan pada penanganan yang tepat. Apabila OCD yang Mama alami cukup serius, berikut dua penanganan profesional utama yang biasa dilakukan oleh tenaga ahli:

  • Terapi psikologis secara verbal: metode ini menggunakan terapi perilaku kognitif, di mana Mama akan membicarakan tentang pikiran dan perasaan mama dengan psikolog atau psikiater yang sudah terlatih. Terapi ini akan membantu Mama menghadapi ketakutan dan pikiran obsesif tanpa melakukan tindakan kompulsif.
  • Pengobatan: metode lainnya yang dapat Mama ambil adalah konsumsi obat-obatan tertentu sesuai resep dokter. Pastikan dokter tahu mengenai kondisi tubuh dan kehamilan mama untuk menyesuaikan substansi obat agar tidak membahayakan Mama atau janin.

Itu dia penjelasan mengenai kondisi perinatal OCD, gangguan cepas pada ibu hamil. Apabila Mama merasa sering memiliki pikiran atau visualisasi obsesif yang mengganggu dan diikuti oleh tindakan kompulsif setelahnya, lakukan pertolongan mandiri dan segera beralih ke perawatan profesional jika merasa gangguan yang dialami sudah tidak dapat diatasi sendiri.

Baca juga:

The Latest