TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Hemoglobin Rendah pada Ibu Hamil: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jangan abaikan kondisi ini, Ma

Freepik/wavebreakmedia

Perhatikan kondisi wajah dan tubuh mama selama hamil, apakah tampak pucat dan Mama juga merasa mudah lemas? Bisa jadi ini karena kadar hemoglobin dalam darah mama menurun.

Dikutip dari Parenting First Cry, peneliti meyakini bahwa sekitar 20 persen ibu hamil di seluruh dunia mengalami anemia atau kadar hemoglobin rendah. Tak bisa dianggap sepele, anemia dapat meningkatkan risiko persalinan premtur dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Segera konsultasi ke dokter jika Mama curiga mengalami anemia dan cek hemoglobin secara teratur, ya. Berikut Popmama.com rangkum informasi tentang hemoglobin rendah pada ibu hamil:

1. Apa itu hemoglobin?

Pixabay/Jaytaix

Hemoglobin adalah protein kompleks dalam darah yang membantu mengangkut oksigen dan karbondioksida ke berbagai bagian tubuh.

Zat besi adalah komponen utama sel darah merah, maka nama hemoglobin - 'haemo' adalah singkatan dari besi dan 'globulin' adalah nama protein. Tingkat hemoglobin pada perempuan rata-rata berkisar antara 12-16 g/dL.

Namun demikian, umumnya ibu hamil akan mengalami penurunan hemoglobin seiring bertambahnya usia kehamilan.

  • Trimester pertama: 11,6-13,9 g/dL
  • Trimester kedua: 9,7-14,8 g/dL
  • Trimester ketiga: 9,5-15 g/dL

Penurunan kadar hemoglobin saat hamil dianggap normal sampai rata-rata 10,5 g/dL. Penyebabnya, saat hamil volume darah mama akan meningkat hingga 50 persen untuk memberikan nutrisi penting kepada janin yang sedang berkembang.

Kemudian mulai usia kehamilan delapan minggu, kadar plasma darah akan menjadi lebih tinggi daripada sel darah merah pada ibu hamil. Akibat adanya penurunan konsentrasi sel darah merah dalam darah, kadar hemoglobin pun turun hingga 10,5 g/dL. Jika hemoglobin mama diketahui lebih rendah dari angka ini, segera cek ke dokter.

2. Pentingnya hemoglobin pada ibu hamil

Freepik

Saat hamil, tubuh mama membutuhkan lebih banyak oksigen dari biasanya karena janin juga membutuhkan oksigen. Oleh karena itu, saat hamil tingkat hemoglobin harus terus dipantau. Kadar hemoglobin yang rendah bisa mengurangi pasokan oksigen ke tubuh janin.

3. Efek kadar hemoglobin rendah

Freepik/Jcomp

Kadar hemoglobin yang rendah alias di bawah 10,5 g/dL dapat berdampak pada kesehatan ibu hamil. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi suplemen zat besi selama kehamilan seperti yang disarankan oleh dokter. Berikut adalah beberapa efek samping kadar hemoglobin rendah selama kehamilan:

  • Tubuh terasa cepat lelah,
  • sering pusing,
  • kulit wajah dan bibir tampak pucat,
  • sesak napas, bahkan saat beristirahat,
  • ada peningkatan detak jantung,
  • tangan dan kaki mudah dingin,
  • kuku menjadi rapuh dan mudah patah.

Kondisi ini dapat memburuk dengan adanya penurunan hemoglobin lebih lanjut jika tidak segera diatasi. Jika hemoglobin turun sampai mencapai angka 6g/dL, ibu hamil dapat mengalami angina. Dalam kondisi ini, ibu hamil akan mengalami sakit parah di dada yang perlahan-lahan bergerak ke lengan, bahu, dan leher karena aliran darah ke jantung tidak mencukupi.

4. Faktor risiko penurunan hemoglobin

Freepik/Krolenochka

Seperti yang disebutkan sebelumnya, sedikit penurunan hemoglobin selama kehamilan adalah normal. Tetapi jika Mama memasuki kehamilan pada tahap di mana hemoglobin sampai di bawah normal, jika tidak segera diatasi kondisi ini bisa membahayakan kehamilan.

Beberapa faktor risiko sebelum kehamilan yang dapat memicu penurunan hemoglobin saat hamil di antaranya termasuk kehilangan banyak darah selama haid (terutama pada siklus terakhir sebelum hamil), diet rendah zat besi, donor darah sebelum kehamilan, gagal menyerap zat besi dengan benar, serta hamil dengan jarak yang terlalu dekat setelah persalinan terakhir.

5. Cara meningkatkan hemoglobin saat hamil

Freepik

Mama mungkin akan diberikan suplemen zat besi dari dokter untuk dikonsumsi secara teratur. Selain itu, pola makan tepat juga dapat membantu meningkatkan zat besi dalam darah.

Perbanyak konsumsi sayuran berdaun hijau, jagung, dan biji wijen. Pilih juga buah-buahan seperti bit, jambu biji, kiwi, buah persik, buah ara, dan apel.

Penyerapan zat besi juga akan menjadi lebih baik jika Mama cukup mengonsumsi vitamin C, misalnya dari jeruk, paprika, brokoli, dan tomat.

Telah diamati bahwa kelebihan asupan kalsium, gluten, dan kafein dapat menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh. Oleh sebab itu, selama kehamilan, Mama sebaiknya membatasi asupan teh dan kopi, ya.

Demikian informasi penting tentang hemoglobin rendah pada ibu hamil dan cara mengatasinya yang perlu Mama ketahui. Apakah Mama pernah mengalaminya juga?

Baca juga:


 

The Latest