TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Tips Memilih Krim Stretch Mark untuk Kehamilan yang Efektif

Stretch marks dapat diatasi dengan bantuan krim yang berkualitas

Freepik/Yanalya

Salah satu perubahan yang sering terjadi pada ibu hamil adalah munculnya stretch marks. Stretch marks timbul karena peregangan jaringan kulit akibat bentuk dan ukuran tubuh yang berubah seiring pertumbuhan janin. 

Sebetulnya, stretch marks bisa dialami siapapun. Tetapi saat kehamilan, stretch marks yang muncul mengakibatkan kulit kering dan rasa gatal yang membuat risih. Sebagian wanita merasa stretch marks di tubuhnya baik-baik saja dan tidak memengaruhi penampilannya. Tetapi ada juga yang risau karenanya dan ingin menguranginya. Mama bisa membantu memudarkan stretch marks dengan bantuan krim yang diformulasikan khusus. 

Berikut Popmama.com punya lima tips memilih krim stretch marks untuk kehamilan yang baik, dilansir dari parenting.firstcry.com:

1. Punya formula yang baik

Freepik

Karena krim stretch marks diaplikasikan ke tubuh setiap hari, penting untuk mempertimbangkan formulanya. Pilih krim yang tidak terlalu kental atau lengket sehingga tidak menimbulkan rasa berat di kulit yang membuat Mama tidak nyaman. 

Selain itu penting memilih krim stretch marks yang memiliki kandungan pelembap untuk meredakan rasa gatal, menghidrasi kulit, dan meningkatkan elastisitas kulit.

2. Pilih bahan yang berkualitas

Wikimedia Commons

Tentu saja semakin berkualitas bahan pembuatnya, semakin baik krim stretch marks tersebut. Pilihlah krim stretch marks yang mengandung shea butter dan cocoa butter yang dapat melawan problem gatal yang biasanya menyertai stretch marks. Hindari krim stretch marks yang mengandung retinoids, tretinoin, atau vitamin A karena dapat berbahaya bagi janin. 

3. Hipoalergenik

Verywellhealth.com

Saat hamil, tubuh mama jadi lebih sensitif. Oleh karena itu, sangat penting menghindari paparan benda, makanan, ataupun substansi yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Pilihlah krim stretch marks maupun produk-produk perawatan tubuh dan kulit yang hipoalergenik. Selain itu, produk-produk yang terpapar pada kulit ibu hamil sebaiknya tanpa pengawet, pewarna, dan pewangi pemicu alergi yang membahayakan Mama dan janin. 

4. Teruji klinis

Freepik/Bonnontawat

Dalam memilih krim stretch marks, satu hal yang tak boleh dilupakan adalah memastikannya telah teruji klinis. Melalui uji klinis, krim tersebut dapat diteliti kandungan bahannya serta dampaknya bagi kesehatan penggunanya. Krim stretch marks yang telah teruji klinis biasanya dapat dijamin keaslian serta keamanannya bagi ibu hamil dan menyusui.

Pastikan pula krim yang Mama beli telah tersertifikasi oleh badan pengawas obat-obatan sehingga dapat dipertanggungjawabkan keamanan penggunaan bahan-bahan pembuatannya.

5. Mudah dan aman digunakan

Romper.com

Penting memastikan produk perawatan tubuh yang Mama gunakan selama hamil aman dan mudah digunakan. Pastikan lebih banyak mengandung bahan alami. Selain itu juga mudah diaplikasikan ke bagian-bagian tubuh dan tidak menimbulkan rasa tak nyaman ketika memakainya. 

Masa kehamilan adalah masa di mana Mama harus berhati-hati dan cermat terhadap apa yang Mama kenakan atau aplikasikan ke tubuh, demi bayi di dalam kandungan dan diri Mama sendiri.

Kehamilan juga merupakan saat di mana tubuh mama mengalami perubahan yang terkadang dapat menimbulkan stres. Namun dengan perawatan yang tepat dan produk yang berkualitas, masalah stretch marks ini dapat diatasi kok, Ma.

Itulah lima cara memilih krim stretch marks yang dapat digunakan selama masa kehamilan. Semoga informasi ini membantu ya, Ma!

Baca Juga:

The Latest