Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Kenapa Tidak Boleh Asal Sentuh dan Cium Bayi

5 Alasan Kenapa Tidak Boleh Asal Sentuh dan Cium Bayi
Freepik/freepik

Bayi pada dasarnya memang menggemaskan. Bahkan, sering kali orang dewasa merasa gemas hingga ingin menyentuh atau bahkan mencium si Kecil. 

Namun, tanpa disadari, tindakan ini bisa membawa risiko kesehatan yang serius bagi bayi. Sistem imun bayi yang masih lemah membuat si Kecil lebih rentan terhadap infeksi, terutama dari bakteri dan virus yang mungkin tidak terlihat oleh mata. 

Sentuhan yang tidak higienis juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui alasan kenapa tidak boleh asal sentuh dan cium bayi.

Simak ulasannya telah Popmama.com siapkan melansir dari berbagai sumber. 

1. Risiko penularan virus dan bakteri

Freepik
Freepik

Bayi belum memiliki sistem imun sekuat orang dewasa. Virus dan bakteri yang ada di tangan atau mulut seseorang bisa dengan mudah berpindah ke tubuh bayi dan menyebabkan infeksi. 

Penyakit seperti flu, herpes, atau infeksi pernapasan dapat ditularkan hanya dengan sentuhan atau ciuman, bahkan jika orang yang membawanya tidak menunjukkan gejala.

Salah satu infeksi berbahaya yang bisa ditularkan adalah herpes simplex virus (HSV). Virus ini bisa menyebabkan neonatal herpes yang berpotensi fatal bagi bayi. Bayi yang terinfeksi bisa mengalami gejala seperti demam, ruam, bahkan kesulitan bernapas.

2. Penyakit kulit yang bisa menyebar

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Kulit bayi sangat sensitif dan mudah mengalami iritasi. Sentuhan dari tangan yang tidak bersih atau dari orang yang memiliki masalah kulit seperti eksim, impetigo, atau jamur bisa memicu reaksi alergi atau infeksi pada bayi. 

Misalnya, bakteri staphylococcus aureus dapat menyebabkan infeksi kulit yang serius jika berpindah dari tangan orang dewasa ke kulit bayi  rentan.

Selain itu, bayi juga bisa mengalami ruam atau alergi akibat paparan zat yang ada di tangan atau bibir orang lain. Parfum, kosmetik, atau sisa makanan yang menempel di kulit orang dewasa dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi yang masih sensitif. 

3. Mengurangi risiko alergi dan reaksi imun

Freepik
Freepik

Bayi masih dalam tahap adaptasi terhadap lingkungan sekitarnya. Paparan bakteri dan zat asing dari sentuhan orang lain bisa memicu reaksi alergi atau gangguan imun, terutama jika bayi memiliki kulit sensitif atau riwayat alergi dalam keluarganya.

Beberapa bayi bisa mengalami reaksi seperti ruam, kemerahan, atau bahkan kesulitan bernapas akibat alergen yang tidak disadari. 

Contohnya, seseorang yang baru saja mengonsumsi makanan laut atau kacang-kacangan mungkin tidak sadar bahwa partikel makanan tersebut masih menempel di kulit atau bibir mereka. Saat mencium bayi, alergen bisa berpindah dan menyebabkan reaksi serius.

4. Mengganggu kenyamanan dan tidur bayi

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Bayi membutuhkan waktu tidur yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal. Terlalu banyak interaksi fisik dari orang asing, bisa mengganggu kenyamanan mereka dan membuat bayi menjadi rewel. 

Beberapa bayi kemungkinan lebih sensitif terhadap sentuhan dari orang lain, terutama jika dilakukan secara tiba-tiba. Selain itu, mencium atau menyentuh bayi terlalu sering juga bisa membuat mereka overstimulasi. 

Bayi yang terlalu banyak mendapatkan rangsangan bisa menjadi gelisah, sulit tidur, dan mengalami gangguan pola tidur. Oleh karena itu, orangtua perlu memastikan bahwa interaksi dengan bayi tetap dalam batas wajar dan tidak mengganggu kenyamanannya.

5. Menghindari risiko tersedak atau keracunan

Freepik/onlyyouqj
Freepik/onlyyouqj

Bayi sering kali memasukkan tangan mereka ke dalam mulut setelah disentuh oleh orang lain. Jika tangan mereka sudah terpapar kuman atau zat berbahaya, ini bisa meningkatkan risiko infeksi pencernaan atau bahkan keracunan. 

Kuman yang berasal dari tangan tidak bersih dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau muntah.

Selain itu, beberapa produk seperti lotion, parfum, atau lipstik yang digunakan oleh orang dewasa berpotensi mengandung bahan kimia yang tidak aman bagi bayi. 

Jika bayi terpapar zat-zat ini melalui sentuhan atau ciuman, mereka bisa mengalami reaksi yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, lebih baik untuk menjaga jarak aman dan selalu memastikan kebersihan sebelum berinteraksi dengan bayi.

Itu dia beberapa alasan kenapa tidak boleh asal sentuh dan cium bayi. Sebagai orangtua, tidak ada salahnya Mama untuk menjaga bayi secara ekstra agar tidak disentuh atau dicium secara asal oleh orang lain. 

Share
Topics
Editorial Team
Irma ediarti mardiyah
EditorIrma ediarti mardiyah
Follow Us

Latest in Baby

See More

7 Rekomendasi Klinik Tumbuh Kembang di Jakarta Selatan

02 Apr 2026, 18:20 WIBBaby