Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Bayi Bisa Berbohong pada Orangtua sejak Usia 8 Bulan Menurut Studi

Bayi Bisa Berbohong pada Orangtua sejak Usia 8 Bulan Menurut Studi
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Intinya Sih
  • Studi di jurnal Cognitive Development menemukan bahwa bayi mulai memahami dan mencoba berbohong sejak usia 8 bulan.

  • Ahli menjelaskan bahwa kebohongan pada bayi bukan tanda manipulatif, melainkan bagian dari perkembangan kognitif normal.

  • Para peneliti menekankan perlunya studi lanjutan karena data berasal dari persepsi orang tua.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selama ini kita sering mendengar pepatah, “anak kecil tidak mungkin berbohong”. Namun, studi terbaru yang diterbitkan di Cognitive Development justru menunjukkan bahwa bayi pun bisa berbohong.

Sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak kecil sudah mulai bisa memahami dan mencoba berbohong sejak usia 8 bulan. Hal Ini bukan berarti bayi licik atau tidak bermoral. Mereka hanya sedang belajar dan bereksperimen memahami konsep “bohong”.

Lantas, apakah bayi benar-benar bisa berbohong kepada orangtua? Berikut Popmama.com rangkum studi mengenai bayi bisa berbohong pada orangtua.

Table of Content

Penelitian tentang Bayi dan Kebohongan

Penelitian tentang Bayi dan Kebohongan

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Sebuah Penelitian terbaru yang diterbitkan di Cognitive Development menunjukkan bahwa bayi bisa mulai memahami dan mencoba menipu lebih cepat daripada yang selama ini diperkirakan. Psikolog klinis berlisensi di Phoenix Children's, Emma Murray, menjelaskan bahwa studi ini menggunakan pendekatan pemodelan pola perilaku anak berdasarkan laporan dari orangtua.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 750 anak berusia 0–47 bulan dengan orangtua yang diminta melaporkan perilaku anak terkait kebohongan. Hasilnya menunjukkan, awal bayi bisa mulai memahami dan mencoba menipu sejak usia 8 bulan. Sekitar 25% anak mulai mengerti konsep berbohong pada usia 18 bulan, Sementara beberapa anak sudah mulai benar-benar menipu sejak usia 16 bulan.

“Hasil penelitian para penulis sendiri menunjukkan bahwa 25% anak diperkirakan akan memahami penipuan pada usia 18 bulan dan melakukan penipuan pada usia 16 bulan,” ujar Murray.

Apa Artinya jika Bayi Berbohong?

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Ahli Neuropsikologi, Sanam Hafeez, menjelaskan bahwa kebohongan pada bayi biasanya tidak direncanakan. Contohnya saat bayi menangis agar digendong, lalu berhenti begitu digendong. Perilaku ini normal dan merupakan cara anak belajar memahami orang lain. Mereka mulai mempertimbangkan apa yang diketahui atau tidak diketahui orang lain, lalu menyesuaikan tindakannya berdasarkan hal itu.

Psikolog klinis, Emma Murray, menambahkan bahwa penelitian ini mendefinisikan penipuan di usia dini sebagai tindakan sengaja untuk menghindari masalah atau mendapatkan keuntungan materi. Namun, Murray menekankan bahwa perilaku bayi yang dilaporkan pada penelitian ini lebih sering mencerminkan persepsi orangtua. Berarti bisa saja bayi tidak berniat menipu, tapi orangtua melihat tindakannya sebagai bentuk kebohongan.

Kenapa Bayi Berbohong?

Vecteezy/Benis Arapovic
Vecteezy/Benis Arapovic

Bayi dan balita kadang-kadang terlihat “berbohong”. Namun, hal ini bukan karena mereka ingin menipu atau manipulatif, melainkan bagian dari perkembangan mereka yang normal. Hafeez menjelaskan bahwa kebohongan pada bayi sebenarnya menunjukkan perkembangan otak yang sehat.

“Menurut pendapat ahli saya, kebohongan pada bayi pada dasarnya adalah tanda perkembangan otak yang sehat, bukan tanda bahaya perilaku, dan penelitian ini melakukan pekerjaan penting dalam membingkai ulang hal itu ke arah tersebut,” ujar Hafeez.

Dokter Anak dan Ahli Pengasuhan, Molly O’Shea, MD juga memiliki pandangan serupa. Menurutnya, kecenderungan untuk “menipu” sejak dini adalah hal normal dan sehat. Hal ini karena untuk bisa berbohong, anak harus menyadari sesuatu yang tidak diketahui orang lain dan memprediksi bagaimana orang lain akan menanggapi perilaku mereka. Ketika anak mampu melakukan hal ini, menunjukkan bahwa otak mereka berkembang dengan baik.

“Itu pemikiran yang cukup kompleks untuk anak berusia 1 atau 2 tahun,” kata Dr. O’Shea.

Diperlukan Penelitian Lebih Lanjut

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Para ahli menekankan bahwa meskipun penelitian ini menarik, hasilnya harus dipahami dengan hati-hati. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar memahami mengapa bayi kadang terlihat “berbohong” dan apa artinya bagi perkembangan mereka.

Hal ini karena penelitian yang dilakukan berdasarkan laporan orangtua, sehingga sulit untuk memastikan apakah bayi benar-benar bermaksud menipu atau hanya terlihat begitu. Meskipun implikasi dari penelitian ini belum dapat dipastikan, Hafeez melihat sisi menarik dari penelitian ini.

Menurut Hafeez, fakta bahwa anak-anak bisa mulai berbohong sejak dini menunjukkan bahwa kemampuan sosial mereka berkembang lebih cepat daripada yang diperkirakan.

Bagaimana Pola Asuh saat Bayi Berbohong?

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Ketika bayi atau balita berbohong, orangtua sebaiknya tidak langsung panik. Kebohongan pada anak kecil adalah bagian normal dari perkembangan mereka. Jadi, berbohong bukan berarti anak nakal atau bermasalah.

Dalam menghadapi kebohongan anak, orangtua sebaiknya tetap tenang dan tidak langsung menghukum. Cara orangtua menanggapi perilaku ini sangat memengaruhi kepercayaan diri dan rasa aman anak. Reaksi yang terlalu keras atau marah justru bisa membuat anak takut atau merasa tidak dipercaya.

Wajar jika orangtua merasa cemas atau frustrasi, terutama saat anak memasuki usia prasekolah dan mulai berbohong lebih sering. Dalam situasi ini, orangtua bisa berhenti sejenak untuk memahami alasan di balik kebohongan anak. Anak mungkin berbohong untuk menghindari teguran, ingin terlihat lebih pintar, atau sekadar mencoba imajinasi mereka.

Dengan memahami motivasi anak, orangtua bisa menanggapi dengan cara yang tepat, menenangkan anak, sekaligus tetap mendidik. Jika orangtua masih merasa khawatir atau bingung menghadapi kebohongan anak, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau psikolog anak.

Nah, itu dia mengenai bayi bisa berbohong pada orangtua. Apakah si Kecil pernah melakukannya, Ma?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More