Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Ikterus Neonatus pada Bayi? Inilah Penyebab dan Penanganannya
Popmama.com/Nafia Mahesa/AI
  • Ikterus neonatus adalah kondisi kulit, sklera, atau membran mukosa bayi menguning akibat penumpukan bilirubin; terjadi pada sekitar 60% bayi sehat yang lahir di atas usia kehamilan 35 minggu.

  • Bilirubin meningkat karena hati dan sistem pembuangan bayi baru lahir belum matang, ditambah jumlah sel darah merah lebih banyak serta masa hidupnya lebih singkat; risiko lebih tinggi pada bayi prematur.

  • Penanganan utamanya ialah fototerapi di rumah sakit dengan cahaya biru-hijau untuk membantu pembuangan bilirubin. Menjemur bayi bukan terapi utama karena paparan UV berisiko merusak kulit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi baru lahir kadang kulit dan mata putihnya jadi kuning. Ini namanya bayi kuning. Itu terjadi karena ada bilirubin yang menumpuk di tubuhnya. Hati bayi belum bekerja sempurna, apalagi bayi yang lahir terlalu cepat. Dokter bisa memberi terapi cahaya di rumah sakit. Bayi jangan dijemur sendiri karena bisa bahaya untuk kulitnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kulit si Kecil terlihat kekuningan setelah lahir? Jangan panik, ya, Ma, karena kondisi ini cukup sering ditemukan pada bayi baru lahir dan dikenal sebagai ikterus neonatus atau bayi kuning.

Lantas, apa itu sebenarnya ikterus neonatus pada bayi? Apa penyebab warna kuningnya serta adakah cara untuk menanganinya?

Untuk menjawabnya, yuk, simak artikel Popmama.com tentang apa itu ikterus neonatus pada bayi yang telah dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berikut ini.

Apa Itu Ikterus Neonatus pada Bayi?

hssib.org.uk

Ikterus neonatus atau bayi kuning adalah kondisi ketika kulit, bagian putih mata (sklera), atau membran mukosa bayi berubah menjadi kekuningan akibat penumpukan bilirubin dalam tubuh.

Kondisi bayi kuning cukup umum terjadi pada bayi baru lahir. Ikterus ditemukan pada sekitar 60% bayi sehat dengan usia kehamilan lebih dari 35 minggu.

Penyebab Ikterus Neonatus pada Bayi

Unsplash/Aditya Romansa

Ikterus neonatus pada bayi terjadi ketika bilirubin menumpuk dalam darah. Bilirubin sendiri merupakan hasil pemecahan sel darah merah yang perlu diproses dan dikeluarkan oleh tubuh.

Pada bayi baru lahir, peningkatan bilirubin cukup sering terjadi karena fungsi hati dan sistem pembuangannya masih belum bekerja sempurna.

Selain itu, bayi baru lahir memiliki jumlah sel darah merah yang lebih banyak dan usia sel yang lebih singkat dibandingkan orang dewasa.

Sel darah merah yang lebih cepat rusak akan menghasilkan lebih banyak bilirubin, sehingga kadarnya dapat meningkat dan menyebabkan ikterus pada bayi.

Kondisi ikterus neonatus ini dapat semakin berisiko pada bayi prematur karena kemampuan organ hati dalam mengikat dan memproses bilirubin masih terbatas.

Cara Menangani Ikterus Neonatus pada Bayi

Alodokter.com

Penanganan utama ikterus neonatus adalah dengan melakukan fototerapi di rumah sakit.

Terapi ini menggunakan cahaya dalam spektrum biru-hijau dengan panjang gelombang sekitar 430-490 nm yang diarahkan ke permukaan kulit bayi seluas mungkin.

Cahaya tersebut membantu mengubah bilirubin menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh, biasanya melalui urine dan feses.

Sementara itu, menjemur bayi melalui jendela selama sekitar 10 menit pernah dipercaya dapat membantu mengatasi ikterus neonatus ringan. Namun, cara ini ternyata memiliki risiko terhadap kulit bayi.

Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan sejak dini diketahui dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit dan kanker kulit di kemudian hari.

Oleh sebab itu, jika si Kecil mengalami ikterus, Mama sebaiknya mengikuti anjuran dokter dengan melakukan fototerapi dan tidak mengandalkan menjemur bayi sebagai terapi utama.

Itulah penjelasan mengenai apa itu ikterus neonatus. Jika kulit si Kecil menguning setelah lahir, Mama bisa segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan fototerapi dan sebaiknya tidak menjemur bayi di luar anjuran dokter.

Curated For You

Editorial Team

Related Article