Si Kecil mengalami batuk, pilek, dan napasnya terdengar berbunyi? Waspada, Ma, si Kecil mungkin sedang mengalami bronkiolitis.
6 Penyebab Bronkiolitis pada Bayi, Mulai dari Virus sampai Asap Rokok

Bronkiolitis terjadi saat infeksi menyerang bronkiolus, memicu peradangan, pembengkakan, dan lendir yang dapat menyebabkan batuk, pilek, mengi, serta kesulitan bernapas pada bayi.
Virus influenza, RSV, dan parainfluenza dapat menginfeksi saluran napas bawah; RSV disebut sebagai salah satu penyebab bronkiolitis paling umum pada bayi.
Sistem imun dan saluran napas bayi yang belum matang meningkatkan kerentanan infeksi, sementara paparan asap rokok dapat mengiritasi paru-paru, mengganggu pembersihan lendir, dan memperparah risiko.
Bronkiolitis terjadi ketika infeksi virus menyerang bronkiolus, yaitu saluran pernapasan kecil di paru-paru. Infeksi tersebut dapat menyebabkan saluran napas meradang, membengkak, dan dipenuhi lendir sehingga bayi bisa kesulitan bernapas.
Mama mungkin bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya menyebabkan bronkiolitis pada bayi. Penyebabnya sendiri beragam, mulai dari infeksi virus tertentu hingga paparan asap rokok.
Ingin tahu lebih lanjut penyebabnya? Yuk, Ma, simak artikel Popmama.com berikut ini tentang 6 penyebab bronkiolitis pada bayi, mau dari virus sampai asap rokok.
Table of Content
1. Influenza

Magnific/magnific Melansir dari Cleveland Clinic, virus influenza dapat menjadi salah satu penyebab bronkiolitis pada bayi.
Pada awalnya, virus influenza menyerang saluran pernapasan bagian atas dan menimbulkan gejala umum flu, seperti batuk, pilek, serta demam.
Infeksi tersebut kemudian menyebar ke saluran pernapasan bagian bawah dan menginfeksi bronkiolus, yaitu saluran udara kecil di paru-paru. Akibatnya, bronkiolus dapat mengalami peradangan dan pembengkakan sehingga bayi terserang bronkiolitis.
2. Sistem imun yang belum matang

Pexels/Sarah Chai Sistem imun yang belum matang memang bukan penyebab langsung bronkiolitis, tetapi bisa membuat bayi lebih mudah mengalami infeksi yang cukup berat.
Bronkiolitis terutama terjadi pada bayi baru lahir dan bayi berusia di bawah 3–6 bulan.
Dilansir Mayo Clinic, pada usia tersebut, sistem imun bayi masih belajar melawan virus, sementara saluran napasnya juga masih sangat kecil.
Kondisi tersebut menyebabkan tubuh bayi yang tidak mampu melawan virus penyebab bronkiolitis seefektif anak yang lebih besar atau orang dewasa. Infeksi pun dapat dengan mudah berkembang hingga ke saluran napas bagian bawah.
3. Respiratory syncytial virus (RSV)

Pexels/RDNE Stock project Melansir Harvard Health Publishing, Respiratory Syncytial Virus (RSV) merupakan salah satu penyebab bronkiolitis yang paling umum pada bayi.
RSV masuk ke tubuh melalui hidung atau mulut, lalu awalnya menginfeksi saluran pernapasan bagian atas. Setelah itu, virus menyebar ke bronkiolus, yaitu saluran udara kecil di paru-paru.
Infeksi RSV membuat bronkiolus mengalami peradangan dan pembengkakan. Tubuh bayi kemudian meresponnya dengan memproduksi lebih banyak lendir, sementara saluran napas bayi masih berukuran kecil.
Kondisi tersebut menyebabkan saluran udara semakin menyempit dan tersumbat sehingga bayi mengalami batuk, napas berbunyi (mengi), atau kesulitan bernapas.
4. Parainfluenza

Magnific/pvproductions Laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa virus parainfluenza atau human parainfluenza viruses menjadi salah satu penyebab bronkiolitis pada bayi selain RSV.
Human parainfluenza viruses (HPIV) memiliki 4 tipe, salah satunya adalah HPIV-4 yang dapat berkembang menjadi bronkiolitis atau pneumonia, terutama ketika infeksi sudah menyerang saluran pernapasan bagian bawah.
5. Menghirup asap rokok

Unsplash/Andres Siimon Paparan asap rokok atau secondhand smoke bisa meningkatkan risiko bayi mengalami bronkiolitis yang lebih parah.
Paru-paru bayi masih berkembang dan saluran napasnya berukuran kecil, sehingga lebih mudah teriritasi oleh zat beracun dari asap rokok.
Selain mengiritasi saluran napas, asap rokok juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan mengganggu kerja silia, rambut-rambut kecil yang membantu mengeluarkan lendir serta kuman dari paru-paru.
Asap rokok turut memicu produksi lendir berlebih dan peradangan sehingga bronkiolus bayi lebih mudah menyempit, mengalami penyumbatan, dan pada akhirnya mengalami bronkiolitis.
Itulah 6 penyebab bronkiolitis pada bayi. Setelah mengetahui penyebabnya, Mama diharapkan lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihan lingkungan si Kecil, termasuk menjauhkannya dari asap rokok, orang yang sedang sakit, serta memastikan benda-benda di sekitarnya tetap bersih.





















