7 Penyebab Hipoglikemia pada Bayi Baru Lahir, Mama Harus Tahu

- Hipoglikemia pada bayi baru lahir adalah kadar gula darah rendah yang sering membaik setelah menyusu rutin, tetapi dapat lebih serius pada kondisi tertentu.
- Risiko meningkat pada bayi dengan pertumbuhan janin terhambat, insulin berlebih, penyakit metabolik bawaan, atau bayi dari ibu yang mengalami diabetes selama kehamilan.
- Asupan menyusu yang kurang, adaptasi sementara setelah tali pusar dipotong, serta kekurangan oksigen atau tekanan saat persalinan juga dapat memicu gula darah rendah dan perlu dipantau.
Istilah hipoglikemia mungkin masih asing di telinga Mama, padahal kondisi ini termasuk hal yang cukup umum terjadi pada bayi baru lahir. Sederhananya, hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah si Kecil turun di bawah batas normal.
Kabar baiknya, kondisi ini biasanya bisa membaik sendiri begitu si Kecil mulai rutin menyusu. Tapi ada beberapa faktor yang bisa membuat hipoglikemia berlangsung lebih lama atau lebih serius, dan penting bagi Mama untuk mengenalinya sejak dini.
Supaya Mama dapat lebih waspada dan sigap kalau si Kecil menunjukkan tanda-tandanya. Berikut Popmama.com mengulas 7 penyebab hipoglikemia pada bayi baru lahir. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Keterlambatan pertumbuhan janin

Pexels/Eric Moura Penyebab pertama datang dari masa kehamilan, yaitu keterlambatan pertumbuhan janin atau yang dikenal dengan istilah fetal growth restriction. Melansir Healthline, kondisi ini termasuk salah satu pemicu utama hipoglikemia pada bayi baru lahir.
Menurut Medical News Today, bayi yang lahir dengan ukuran lebih kecil dari usia kehamilannya biasanya memiliki cadangan lemak dan glikogen yang lebih sedikit. Akibatnya, tubuh si Kecil menjadi kurang mampu memproduksi gula darah sendiri setelah lahir.
Kondisi ini bisa makin berisiko kalau ditambah dengan keterlambatan pemberian ASI pada jam-jam pertama kehidupannya. Karena itu, bayi dengan riwayat pertumbuhan janin terlambat biasanya perlu dipantau lebih ketat oleh tim medis.
2. Produksi insulin berlebih pada bayi

Pexels/Jonathan Borba Menurut Nationwide Children's Hospital, insulin yang terlalu banyak dalam darah bayi bisa terjadi karena beberapa alasan, mulai dari ukuran tubuh yang besar untuk usia kehamilannya, sindrom genetik tertentu, hingga adanya tumor di pankreas.
Insulin sebenarnya bertugas membantu tubuh menyerap gula darah, tapi kalau jumlahnya berlebihan, justru kadar gula darah si Kecil bisa anjlok terlalu rendah. Kondisi ini sering disebut hiperinsulinisme dan butuh penanganan khusus dari dokter.
Bayi dengan tubuh besar saat lahir, alias makrosomia, termasuk salah satu yang lebih rentan mengalami kondisi ini. Jadi, jangan heran kalau dokter memantau gula darah si Kecil lebih sering pada bayi-bayi dengan berat lahir di atas rata-rata.
3. Penyakit metabolik bawaan

Pexels/Antoni Shkraba Melansir Medical News Today, beberapa kondisi seperti galaktosemia, intoleransi fruktosa, hingga sindrom Beckwith-Wiedemann dapat memicu hipoglikemia yang lebih persisten pada bayi.
Menurut Nationwide Children's Hospital, sebagian penyakit metabolik bawaan ini memang dapat diturunkan dalam keluarga. Jadi, kalau ada riwayat gangguan metabolik di keluarga, dokter biasanya akan lebih waspada dalam memantau gula darah si Kecil.
Kondisi bawaan seperti ini membuat tubuh si Kecil kesulitan mengolah atau menyimpan energi dengan baik. Karena itu, hipoglikemia akibat penyakit metabolik biasanya membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam untuk menemukan penyebab pastinya.
4. Ibu hamil mengalami diabetes

Pexels/PARINDA SHAAN Menurut Nationwide Children's Hospital, bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes cenderung memproduksi insulin lebih banyak dari yang dibutuhkan, apalagi kalau diabetesnya tidak terkontrol dengan baik selama kehamilan.
Melansir Medical News Today, bayi dari ibu dengan diabetes juga lebih berisiko lahir dengan ukuran tubuh besar alias makrosomia. Kombinasi insulin berlebih dan tubuh besar ini yang membuat gula darah si Kecil rawan turun drastis begitu tali pusar dipotong.
Kabar baiknya, risiko ini bisa ditekan kalau Mama menjaga kadar gula darah tetap terkontrol selama masa kehamilan. Pemeriksaan rutin ke dokter kandungan menjadi kunci penting untuk memantau kondisi ini sejak dini.
5. Makanan yang tidak tercukupi

Pexels/Anna Shvets Melansir Medical News Today, keterlambatan menyusui, jadwal menyusu yang tidak sesuai kebutuhan, atau masalah produksi ASI bisa membuat bayi tidak mendapat cukup asupan untuk menjaga gula darahnya tetap stabil.
Padahal, semakin cepat si Kecil mulai menyusu setelah lahir, semakin kecil pula risiko gula darahnya turun terlalu rendah. Oleh karena itu, tenaga medis biasanya menganjurkan Mama untuk menyusui dalam 1 jam pertama kelahiran.
Kalau produksi ASI Mama belum lancar, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi. Pemberian ASI donor atau susu formula sebagai tambahan sementara juga bisa menjadi solusi sampai gula darah si Kecil stabil kembali.
6. Hipoglikemia transisional

Pexels/Marcus Goodman Melansir Medical News Today, penurunan gula darah yang terjadi begitu si Kecil lahir sebenarnya adalah bagian normal dari proses adaptasi tubuhnya, dan kondisi ini disebut hipoglikemia transisional.
Selama di dalam kandungan, si Kecil mendapat pasokan glukosa terus-menerus lewat tali pusar. Begitu tali pusar dipotong, tubuhnya perlu waktu untuk belajar memproduksi gula darah sendiri, sehingga terjadi penurunan sementara.
Biasanya, kondisi ini akan membaik sendiri begitu si Kecil mulai rutin menyusu tanpa perlu penanganan khusus. Namun, pada sebagian bayi, penurunan gula darahnya bisa terlalu besar sehingga tetap perlu dipantau dan ditangani oleh dokter.
7. Kekurangan oksigen saat lahir

Wikimedia Commons/John Pierce Penyebab terakhir berkaitan dengan proses persalinan itu sendiri, yaitu kekurangan oksigen saat lahir yang dikenal dengan istilah asfiksia. Menurut Nationwide Children's Hospital, kondisi ini termasuk salah satu pemicu hipoglikemia yang cukup sering ditemukan pada bayi baru lahir.
Melansir Medical News Today, bayi yang mengalami tekanan saat proses kelahiran, seperti gawat janin atau hipotermia, bisa mengalami lonjakan insulin sementara. Kondisi ini pada akhirnya membuat gula darah si Kecil cenderung rendah dalam beberapa hari hingga minggu setelah lahir.
Karena itu, bayi yang mengalami persalinan sulit atau proses kelahiran yang penuh tekanan biasanya perlu pemantauan gula darah lebih intensif di rumah sakit. Semakin cepat kondisi ini terdeteksi, semakin cepat pula si Kecil bisa mendapat penanganan yang tepat.
Nah, itulah pembahasan mengenai 7 penyebab hipoglikemia pada bayi baru lahir yang harus Mama ketahui saat si Kecil baru lahir. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!






















