Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

4 Perbedaan Cradle Cap dan Ketombe Bayi yang Mama Harus Tahu

4 Perbedaan Cradle Cap dan Ketombe Bayi yang Mama Harus Tahu
Unsplash/Yves Scheuber
  • Cradle cap tampak sebagai kerak atau sisik putih kekuningan yang menempel dan kering, sedangkan ketombe bayi berupa serpihan putih kekuningan yang lebih ringan serta mudah rontok.

  • Cradle cap diduga terkait hormon ibu sebelum lahir dan pertumbuhan jamur Malassezia pada sebum; ketombe juga dipicu Malassezia, frekuensi keramas, atau penumpukan minyak dan sel kulit mati.

  • Cradle cap dapat menyebar di luar kulit kepala dan ditangani dengan melunakkan kerak, sedangkan ketombe terbatas di kulit kepala, ditangani dengan sampo bayi tanpa SLS serta sisir halus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menjadi first time Mama tentu membuat banyak hal tentang si Kecil terasa baru dan membuat Mama penasaran dengan kondisi tubuhnya.

Salah satunya ketika Mama menemukan kulit kepala si Kecil dipenuhi sisik berkerak atau serpihan putih halus. Tentunya, kondisi si Kecil ini membuat Mama bertanya-tanya apakah itu ketombe atau kondisi medis lainnya.

Ternyata, kulit kepala bayi memiliki sejumlah kondisi, seperti cradle cap dan ketombe pada bayi. Namun, apa perbedaan keduanya?

Supaya Mama nggak salah membedakannya, yuk, kenali 4 perbedaan cradle cap dan ketombe bayi yang perlu Mama ketahui dalam artikel Popmama.com berikut ini.

  1. Perbedaan Tampilan Cradle Cap dan Ketombe Bayi

    Perbedaan Tampilan Cradle Cap dan Ketombe Bayi
    Hellosehat.com

    Perbedaan paling menonjol dari cradle cap dan ketombe bayi terletak pada tampilan keduanya.

    Dilansir Cleveland Clinic, cradle cap biasanya terlihat seperti kerak atau sisik berwarna putih kekuningan yang menempel di kulit kepala bayi. Teksturnya kering dan bersisik.

    Berbeda dengan cradle cap yang tampak berat karena tampilan berkerak, ketombe bayi terlihat lebih ringan.

    Tampilan ketombe hanya berupa serpihan putih kekuningan yang kering dan mudah rontok.

  2. Perbedaan Penyebab Cradle Cap dan Ketombe Bayi

    Perbedaan Penyebab Cradle Cap dan Ketombe Bayi
    Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

    Dilansir dari Mayo Clinic, hormon dari Mama yang diteruskan ke bayi sebelum lahir diduga menjadi salah satu penyebab cradle cap.

    Selain itu, pertumbuhan berlebih jamur Malassezia pada sebum juga diduga ikut memicu munculnya cradle cap.

    Di sisi lain, dilansir dari Parenting Firstcry, ketombe pada bayi dipicu oleh pertumbuhan jamur Malassezia, terlalu sering keramas hingga minyak alami kulit kepala hilang, atau justru jarang keramas sehingga sel kulit mati, kotoran, dan minyak menumpuk di kulit kepala.

  3. Perbedaan Area Sebaran Cradle Cap dan Ketombe Bayi

    Perbedaan Area Sebaran Cradle Cap dan Ketombe Bayi
    Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

    Melansir Medical News Today, cradle cap biasanya muncul di kulit kepala bayi dan dapat menyebar ke belakang telinga serta area lain seperti hidung, kelopak mata, ketiak, selangkangan, dan belakang lutut.

    Pada ketombe, area sebarannya lebih terbatas, yakni hanya pada area kulit kepala bayi seperti ketombe pada umumnya yang ditemukan pada orang dewasa.

  4. Perbedaan Penanganan Cradle Cap dan Ketombe Bayi

    Perbedaan Penanganan Cradle Cap dan Ketombe Bayi
    Alodokter.com

    Dilansir dari Raising Children Network, penanganan cradle cap lebih berfokus pada bagaimana cara melunakkan keraknya agar lebih mudah terlepas.

    Untuk melunakkan keraknya, Mama bisa bisa mencoba pijat lembut bagian yang berkerak menggunakan pelembap tanpa pewangi, baby oil, atau petroleum jelly sebelum memandikan si Kecil.

    Sementara itu, pada ketombe bayi, penanganan cukup dengan rutin keramas dengan sampo khusus bayi dan tanpa kandungan SLS.

    Selain itu, Mama juga dapat menyisir rambut si Kecil yang berketombe dengan sisir berbulu sangat halus untuk membantu merontokkan ketombe.

    Itulah 4 perbedaan cradle cap dan ketombe bayi. Dengan mengetahui perbedaannya, Mama dapat dengan mudah menentukan penanganan yang tepat ketika si Kecil mengalami cradle cap maupun ketombe.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More