Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Saja Tahapan Perkembangan Penglihatan Bayi? Ini Tahapannya

4 min read
Apa Saja Tahapan Perkembangan Penglihatan Bayi? Ini Tahapannya
Magnific/azerbaijan_stockers
  • Sejak lahir, penglihatan bayi masih buram, tetapi sudah mengenali cahaya, bentuk, dan gerakan dalam jarak sekitar 20–30 cm.

  • Pada usia 1–5 bulan, bayi mulai fokus pada wajah, mengikuti benda bergerak, membedakan warna, memperkirakan jarak, serta memperhatikan detail kecil.

  • Usia 8–12 bulan, penglihatan semakin jelas dan tajam; bayi mampu mengenali orang atau benda jauh, melihat objek kecil, serta membedakan jarak dekat dan jauh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat bayi membuka mata, Mama mungkin langsung bertanya-tanya, apakah si Kecil sudah bisa melihat wajah Mama dengan jelas?

Apalagi ketika si Kecil terlihat menatap atau mengikuti gerakan di sekitarnya, Mama mungkin akan semakin penasaran dan ingin tahu sejauh mana penglihatannya sudah berkembang.

Ternyata, membuka mata bukan berarti bayi langsung bisa melihat dengan jelas seperti orang dewasa, Ma. Penglihatan si Kecil berkembang secara bertahap dan terus mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.

Lantas, bagaimana tahapan penglihatannya? Berikut Popmama.com membahas lebih lengkap tentang apa saja tahapan perkembangan penglihatan bayi seperti yang dilansir dari laman Baby Center. Yuk, disimak, Ma!

  1. Usia 0 bulan: Bisa melihat cahaya, bentuk, dan gerakan

    Usia 0 bulan: Bisa melihat cahaya, bentuk, dan gerakan
    Pexels/Affendy Ismail

    Sejak lahir, bayi sebenarnya sudah bisa melihat, tetapi penglihatannya masih buram.

    Si Kecil sudah dapat mengenali cahaya, bentuk, dan gerakan. Tak heran kalau Mama mungkin melihat matanya mengarah ke jendela atau sumber cahaya lainnya.

    Pada usia ini, mata bayi juga mungkin terlihat bergerak ke arah yang berbeda atau seperti belum fokus. Hal tersebut karena si Kecil masih belajar memusatkan pandangan pada suatu objek.

    Dalam satu bulan pertama, jarak pandang bayi juga masih terbatas, yakni sekitar 20–30 cm. Jarak tersebut kurang lebih cukup untuk melihat wajah orang yang sedang menggendongnya.

  2. Usia 1 bulan: Mulai fokus melihat wajah

    Usia 1 bulan: Mulai fokus melihat wajah
    Unsplash/Minnie Zhou

    Memasuki usia 1 bulan, kemampuan bayi untuk memusatkan pandangan mulai berkembang. Walaupun belum bisa melihat jauh, wajah orang yang menggendongnya menjadi salah satu objek yang paling menarik bagi si Kecil. 

    Mama bisa memanfaatkan momen ini dengan mengajak si Kecil melakukan kontak mata. Dekatkan wajah, lalu beri si Kecil waktu untuk memperhatikan wajah Mama. 

    Pada usia ini, bayi juga mulai mampu mengikuti benda yang bergerak di depan matanya, termasuk mainan atau wajah Mama yang digerakkan.

  3. Usia 2 bulan: Mulai membedakan warna

    Usia 2 bulan: Mulai membedakan warna
    Unsplash/Ames May

    Pada sekitar usia 2 bulan, kemampuan bayi dalam melihat perbedaan warna mulai berkembang.

    Si Kecil mulai bisa membedakan warna-warna yang sebelumnya mungkin terlihat serupa. Bayi juga dapat mulai tertarik pada warna-warna cerah dan pola atau bentuk yang lebih detail.

    Mama bisa mengenalkan si Kecil pada buku bergambar, foto, atau mainan dengan warna cerah.

    Benda dengan pola yang jelas dan kontras juga dapat menarik perhatian bayi ketika si Kecil sedang belajar mengamati berbagai hal di sekitarnya.

  4. Usia 4 bulan: Mulai mengenali jarak benda

    Usia 4 bulan: Mulai mengenali jarak benda
    Unsplash/Christian Bowen

    Memasuki usia 4 bulan, penglihatan bayi berkembang hingga mulai bisa memperkirakan seberapa jauh jarak suatu benda dari tubuhnya.

    Kemampuan ini dikenal sebagai persepsi kedalaman atau depth perception. Bersamaan dengan itu, kontrol gerakan tangan bayi juga semakin baik.

    Kemampuan melihat dengan lebih akurat membuat si Kecil mulai bisa meraih benda yang berada dalam jangkauannya.

  5. Usia 5 bulan: Mulai memperhatikan benda-benda kecil

    Usia 5 bulan: Mulai memperhatikan benda-benda kecil
    Unsplash/Pratik Gupta

    Pada usia 5 bulan, kemampuan bayi untuk mengamati benda secara lebih dekat semakin berkembang.

    Si Kecil mulai bisa memperhatikan detail kecil dan mengenali suatu benda meskipun hanya sebagian dari benda tersebut yang terlihat.

    Mama bisa mengajak si Kecil bermain cilukba sederhana menggunakan benda favoritnya. Coba sembunyikan sebagian mainan di balik benda lain dan biarkan bayi mencari bagian yang masih terlihat.

  6. Usia 8 bulan: Penglihatan semakin jelas

    Usia 8 bulan: Penglihatan semakin jelas
    Unsplash/Hao Pan

    Penglihatan bayi sudah jauh lebih jelas saat memasuki usia 8 bulan. Si Kecil sudah cukup mampu mengenali orang dan benda yang berada di seberang ruangan.

    Perkembangan ini membuat bayi semakin mudah memperhatikan apa yang terjadi di sekitarnya.

    Mama mungkin mulai melihat si Kecil lebih cepat mengenali orang yang familiar atau tertarik pada benda tertentu meskipun letaknya tidak terlalu dekat dengannya.

  7. Usia 9 bulan: Bisa melihat benda yang sangat kecil

    Usia 9 bulan: Bisa melihat benda yang sangat kecil
    Pexels/James Sabio

    Penglihatan bayi semakin tajam ketika berusia 9 bulan. Si Kecil mulai mampu memperhatikan benda yang ukurannya sangat kecil, bahkan kira-kira sebesar remah makanan.

    Kemampuan melihat detail ini juga mendukung bayi saat mulai tertarik menunjuk atau meraih benda-benda yang berada di dekatnya.

  8. Usia 12 bulan: Bisa membedakan jarak dekat dan jauh

    Usia 12 bulan: Bisa membedakan jarak dekat dan jauh
    Unsplash/Reynardo Etenia Wongso

    Ketika menginjak usia 12 bulan, kemampuan penglihatan bayi semakin matang.

    Bayi sudah dapat membedakan benda yang berada dekat dan jauh darinya. Si Kecil juga mulai bisa mengenali orang yang sudah dikenalnya ketika orang tersebut mendekat dari jarak tertentu.

    Itulah penjelasan mengenai apa saja tahapan perkembangan penglihatan bayi. Mama bisa terus mendukung perkembangan penglihatannya melalui aktivitas sederhana, seperti mengajaknya kontak mata, menunjukkan mainan berwarna cerah, atau bermain cilukba.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More