Namun, kepercayaan orangtua itu tidak muncul tiba-tiba, Ma. Semua itu merupakan buah dari usaha SD Muhammadiyah Kutoarjo untuk membangun budaya pelayanan.
Budaya pelayanan di sekolah ini berorientasi pada kepuasan orangtua dan kebutuhan peserta didiknya. Suprayitno menjelaskan jika sekolah yang dikelolanya itu tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik saja. Sekolah juga memperhatikan pendidikan agama, pembentukan akhlak, pengembangan karakter, serta prestasi siswa di berbagai bidang.
Setiap orangtua pasti berharap agar anaknya berprestasi. Di sisi lain, mereka pun ingin anaknya mendapatkan pendidikan agama yang baik dan berakhlak mulia. Hal itulah yang berusaha dipenuhi oleh SD Muhammadiyah dan masih terus dikembangkan hingga kini.
Budaya pelayanan juga diterapkan oleh seluruh pengajar dan petugas di sekolah. Mereka semua didorong untuk membangun hubungan yang baik dengan keluarga peserta didik. Salah satu contohnya adalah para guru menyambut kedatangan peserta didik di gerbang sekolah setiap hari. Mereka menyalami murid dan ada juga yang mengantarkan muridnya menuju ke kelas.
Meski sederharna, menurut Suprayitno, kebiasaan itu menjadi bagian dari budaya pelayanan SD Muhammadiyah. Ia berharap agar budaya itu terus bertahan.
Itu informasi mengenai bayi usia 7 hari didaftarkan ke SD Muhammadiyah Kutoarjo untuk tahun ajaran 2032/2033. Tingginya minat masyarakat terhadap SD Muhammadiyah Kutoarjo menunjukkan tingginya kepercayaan mereka terhadap sekolah.
Apakah Mama juga sudah merencanakan pendidikan si Kecil?