Mama pernah mendengar mitos bayi yang berusia dibawah 6 bulan diberi makan pisang agar kenyang lebih tahan lama? Ternyata itu adalah mitos yang sangat berbahaya, Ma.
Kenapa Bayi Dibawah 6 Bulan Tidak Boleh Diberi Makan?

Bayi di bawah 6 bulan belum siap makan padat karena pencernaan, enzim, kemampuan menelan, dan refleks tongue thrust masih berkembang.
Pemberian makanan terlalu dini dapat mengurangi frekuensi menyusu serta produksi ASI, dan meningkatkan risiko gangguan pencernaan, infeksi, alergi, hingga masalah pengaturan nafsu makan.
MPASI dianjurkan mulai usia 6 bulan untuk melengkapi kebutuhan energi, protein, dan mikronutrien, sementara ASI tetap diberikan sebagai sumber nutrisi utama.
Pada kenyataannya, bayi di bawah usia 6 bulan belum boleh memakan makanan selain ASI, terutama makanan sepadat buah pisang.
Sayangnya, tak sedikit orangtua yang masih memberikan makanan pada bayi di bawah 6 bulan sehingga Mama mungkin ikut bertanya-tanya, sebenarnya kenapa bayi di bawah 6 bulan tidak boleh diberi makan?
Untuk tahu jawabannya, yuk, simak penjelasan dari Popmama.com berikut tentang kenapa bayi dibawah 6 bulan tidak boleh diberi makan.
Table of Content
Kenapa Bayi Dibawah 6 Bulan Tidak Boleh Diberi Makan?

Unsplash/Tanaphong Toochinda Bayi di bawah usia 6 bulan umumnya belum siap menerima makanan padat karena sistem pencernaan dan kemampuan menelannya masih berkembang.
Lambung dan ususnya belum menghasilkan enzim pencernaan yang cukup untuk mengolah makanan dengan baik.
Selain itu, saluran pencernaan bayi yang masih sensitif lebih rentan mengalami gangguan, seperti kembung, diare, atau infeksi akibat makanan yang terkontaminasi kuman.
Alasan lainnya adalah karena bayi di bawah 6 bulan masih memiliki tongue thrust reflex, yakni reaksi otomatis bayi dengan menjulurkan lidah keluar sebagai mekanisme perlindungan diri dari benda yang masuk ke dalam mulut.
Dilansir Mayo Clinic, mulai pada usia 6 bulan, bayi akan mulai kehilangan refleks tersebut dan dapat menjadi tanda bahwa bayi siap mulai memakan makanan (solid food) atau MPASI.
Apa Dampak Memberikan Makanan Terlalu Dini pada Bayi?

Magnific/cookie_studio Memberikan makanan sebelum waktunya ternyata bisa menimbulkan berbagai risiko bagi kesehatan si Kecil.
Dilansir laman Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), pemberian makanan terlalu dini dapat mengurangi frekuensi menyusu karena bayi merasa kenyang lebih cepat.
Hal tersebut berpengaruh pada produksi ASI Mama yang berisiko menurun. Padahal, ASI masih menjadi sumber nutrisi utama bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya.
Selain itu, makanan yang diberikan terlalu dini belum tentu mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi. Sistem pencernaan yang belum matang juga membuat si Kecil lebih rentan mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit, kembung, atau penyumbatan saluran cerna.
Dalam jangka panjang, pengenalan makanan terlalu dini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko alergi makanan dan gangguan pengaturan nafsu makan.
Kapan Bayi Mulai Boleh Diberikan Makan?

Unsplash/Logan Cameron Melansir laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi boleh diberikan makan (MPASI) ketika berusia 6 bulan.
Memasuki usia 6 bulan, kebutuhan nutrisi harian bayi tidak akan terpenuhi sepenuhnya oleh ASI sehingga diperlukan makanan pendamping ASI untuk memberikan nutrisi tambahan yang mencakup pemenuhan kebutuhan energi, protein, dan mikronutrien anak.
Meski begitu, ASI tetaplah menjadi sumber nutrisi utama bagi si Kecil, Ma. Setelah si Kecil memasuki usia 6 bulan dan memulai MPASI, Mama tetap perlu memberikan ASI kepada si Kecil agar tumbuh kembangnya optimal.
Itulah mengenai kenapa bayi dibawah 6 bulan tidak boleh diberi makan. Pemberian makanan atau MPASI pada bayi sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan atau para ahli, yakni sekitar usia 6 bulan pertama.





















