"Cara mamah dan ayah merespon anak hari ini, itu adalah yang membentuk karakter anakmu nanti. Bukan soal anaknya, tapi pola asuhnya," ujar dr. Hendra dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, @hendrawardana.
5 Hal Ini Bisa Membentuk Karakter si Kecil hingga Dewasa

Respons orangtua terhadap kesalahan anak membentuk karakter. Menenangkan dan memeluk, bukan membentak, dianjurkan untuk mendukung anak tumbuh lembut.
Orangtua perlu mendengarkan anak agar ia terbuka, serta menghargai proses dan usaha, bukan hanya hasil, untuk menumbuhkan kepercayaan diri.
Kesopanan dan kemandirian dibangun lewat teladan kata sederhana seperti tolong, maaf, terima kasih, serta melibatkan anak dalam kegiatan kecil tanpa selalu dibantu.
Membentuk karakter anak ternyata tidak hanya dilakukan lewat nasihat atau aturan yang diberikan setiap hari. Tanpa disadari, cara Mama dan Papa merespons berbagai tingkah laku si Kecil juga bisa ikut memengaruhi bagaimana ia tumbuh dan bersikap nantinya.
Misalnya, ketika anak melakukan kesalahan, orangtua mungkin spontan menegur atau membentaknya. Saat si Kecil terlalu banyak bercerita, orangtua juga bisa saja meminta anak untuk diam. Begitu pula ketika anak mencoba melakukan sesuatu sendiri, Mama mungkin refleks membantunya agar lebih cepat selesai.
Padahal, hal-hal kecil seperti ini bisa menjadi bagian dari pola asuh yang diterima anak setiap hari. Menurut dr. Hendra Wardana, Sp. A., respons Mama dan Papa hari ini dapat ikut membentuk karakter anak di kemudian hari.
Hal ini bisa membentuk karakter si Kecil hingga dewasa. Apa sajakah itu? Berikut Popmama.com sudah merangkum beberapa hal yang perlu Mama perhatikan dalam keseharian.
Table of Content
1. Jangan bentak anak saat melakukan kesalahan

Magnific Ketika anak melakukan kesalahan, respons orangtua menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Jika Mama ingin si Kecil tumbuh menjadi anak yang lembut, dr. Hendra menyarankan agar orangtua tidak langsung membentaknya ketika ia melakukan kesalahan.
Alih-alih membentak, Mama dan Papa bisa memeluk dan menenangkan anak terlebih dahulu. Respons tersebut menjadi bagian dari pola asuh yang diberikan kepada anak dalam kesehariannya.
2. Menjadi pendengar yang baik agar anak mau terbuka

Magnific Keinginan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang terbuka juga bisa dimulai dari cara Mama dan Papa mendengarkan si Kecil. Ketika anak ingin berbicara atau menyampaikan sesuatu, jangan terlalu sering menyuruhnya untuk diam.
Sebaliknya, orangtua perlu menjadi pendengar yang baik. Dengan begitu, anak memiliki ruang untuk menyampaikan apa yang ingin dibicarakannya kepada Mama dan Papa.
"Yang kedua, mau anak itu terbuka, jangan sering disuruh diam. Justru, jadilah pendengar yang baik," kata dr. Hendra.
3. Hargai usaha anak, bukan hanya hasilnya

Magnific Mama tentu ingin melihat si Kecil tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Menurut dr. Hendra, hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan memberikan pujian ketika anak berhasil mendapatkan sesuatu.
Orangtua juga perlu menghargai setiap usaha yang dilakukan anak. Jadi, perhatian Mama dan Papa bukan hanya tertuju pada hasil akhirnya, tetapi juga pada usaha yang sudah dilakukan si Kecil.
"Yang ketiga, mau anak percaya diri, jangan cuma dipuji hasilnya saja. Tapi, hargai juga setiap usahanya," jelas dr. Hendra.
4. Berikan contoh agar anak terbiasa bersikap sopan

Magnific Mengajarkan kesopanan kepada anak juga tidak cukup hanya dengan menyuruhnya melakukan sesuatu. Mama dan Papa dapat memberikan contoh melalui kebiasaan sehari-hari.
dr. Hendra menyebutkan beberapa kata sederhana yang bisa dicontohkan kepada anak, seperti "tolong", "maaf", dan "terima kasih". Dengan melihat contoh dari orangtuanya, anak dapat belajar menerapkannya dalam keseharian.
"Yang keempat, mau anak itu sopan, jangan cuma disuruh-suruh. Contohin, tolong, maaf, dan terima kasih," jelasnya.
5. Libatkan anak dalam hal-hal kecil agar mandiri

Magnific Keinginan agar anak tumbuh mandiri juga bisa dimulai dari kegiatan sederhana. Mama dan Papa tidak perlu selalu membantu semua hal yang dilakukan si Kecil.
Sebaliknya, libatkan anak dalam kegiatan yang bisa ia lakukan, meskipun hanya hal-hal kecil. Dengan cara tersebut, anak mendapat kesempatan untuk melakukan sesuatu dengan lebih mandiri.
"Yang kelima, mau anak itu mandiri, jangan semuanya dibantu. Libatkan si kecil, walaupun itu hanya hal-hal kecil saja," lanjut dr. Hendra.
Menurut dr. Hendra, hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari dapat menjadi bagian yang membekas bagi anak.
"Padahal, hal kecil tiap hari itu, itu yang paling membekas," katanya.
Nah, itu dia lima hal yang bisa mebentuk karakter si Kecil hingga dewasa. Semoga informasi ini bisa membantu Mama dan Papa lebih memperhatikan respons serta kebiasaan kecil dalam mendampingi si Kecil setiap hari.





















