Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bayi 8 Bulan Selamat usai 8 Jam Terombang-ambing di Laut, Digendong Orangtua

2 min read
Bayi 8 Bulan Selamat usai 8 Jam Terombang-ambing di Laut, Digendong Orangtua
Instagram.com/dudypdaily
  • Kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Sekotong, Lombok Barat, pada Rabu (12/8/2026) membuat ratusan penumpang harus menyelamatkan diri ke laut. Hingga malam hari, sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi.

  • Sintia dan Agus, warga Gunungsari, Lombok Barat, bertahan sekitar delapan jam di tengah laut bersama bayi mereka, Elfaro, yang berusia 8 bulan.

  • Elfaro sempat kehilangan kesadaran saat terombang-ambing selama berjam-jam. Ketiganya kemudian berhasil dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Lembar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (12/8/2026) lalu membuat ratusan penumpang harus menyelamatkan diri di tengah laut. Hingga Rabu malam, 212 orang berhasil dievakuasi ke daratan.

Di antara para penumpang yang berhasil selamat, terdapat Sintia dan Agus, pasangan asal Gunungsari, Lombok Barat, bersama bayi mereka yang bernama Elfaro. Keduanya harus bertahan selama sekitar delapan jam di tengah laut sambil menjaga sang bayi yang masih berusia 8 bulan.

Berikut Popmama.com telah merangkum soal bayi 8 bulan selamat setelah 8 jam terombang-ambing di laut.

  1. 1. Perjuangan orangtua bertahan di laut sambil menjaga bayinya tetap di permukaan

    Bayi 8 bulan selamat setelah 8 jam terombang-ambing di laut
    Instagram.com/sahabatjemla_id

    Sintia dan Agus bersama bayi mereka, Elfaro, yang masih berusia 8 bulan, saat itu sedang dalam perjalanan menyeberang dari Bali menuju Lombok. Ketiganya merupakan penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Sekotong, Lombok Barat, NTB, pada Rabu (12/8/2026).

    Setelah kapal terbakar, Sintia, Agus, dan Elfaro terpaksa bertahan di tengah laut dengan arus yang cukup kuat. Sintia kemudian berusaha menjaga Elfaro tetap berada di permukaan air dengan mengapungkan tubuh dalam posisi telentang dan meletakkan bayinya di atas perut.

  2. 2. Bayi sempat pingsan, orangtua bergantian menggendong

    Bayi sempat pingsan, orangtua bergantian menggendong
    Instagram.com/dudypdaily

    Elfaro sempat kehilangan kesadaran setelah berjam-jam terombang-ambing di tengah laut. Kondisi tersebut membuat keduanya sempat panik karena harus memperhatikan keadaan sang bayi sambil tetap berusaha menyelamatkan diri dari arus.

    Pasangan tersebut kemudian bergantian menggendong bayi mereka selama berada di laut. Keduanya juga berusaha menjaga posisi bayi agar tetap aman meski kondisi di sekitar mereka masih dipengaruhi arus yang kuat.

  3. 3. Ketiganya berhasil diselamatkan hingga tiba di pelabuhan lembar

    Orangtua dan bayi berhasil diselamatkan hingga tiba di pelabuhan lembar
    Instagram.com/dudypdaily

    Setelah terbawa arus selama sekitar delapan jam, Sintia dan keluarganya akhirnya mendapatkan pertolongan. Sintia yang sempat berada dalam kondisi hampir tenggelam diselamatkan oleh penumpang lain.

    Setelah itu, ketiganya berhasil dievakuasi bersama korban lain menggunakan kapal KMP Parama Kalyani. Mereka kemudian tiba dengan selamat di Pelabuhan Lembar, Lombok, pada Rabu (12/8/2026) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

    Sesampainya di daratan, Sintia dan keluarganya kemudian mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dan dirujuk ke RSUP NTB. Evakuasi tersebut menjadi bagian dari upaya penyelamatan terhadap 212 korban KMP Putri Yasmin yang berhasil dibawa ke daratan hingga Rabu malam.

    Itu tadi soal bayi 8 bulan selamat setelah 8 jam terombang-ambing di laut. Semoga lekas pulih untuk para korban yang selamat, dan semoga segera ditemukan juga korban yang masih belum ditemukan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More