Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Pesan Tersirat yang Disampaikan Bayi Lewat Bahasa Tubuh

7 Pesan Tersirat yang Disampaikan Bayi Lewat Bahasa Tubuh
Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI
  • Bahasa tubuh bayi dapat mengisyaratkan kebutuhan atau kondisi, sehingga respons orang tua membantu bayi lebih nyaman dan mengenali karakter serta temperamennya.

  • Punggung melengkung, lutut ditekuk, atau tangan mengepal dapat berkaitan dengan refluks, perut tidak nyaman, atau lapar, terutama bila muncul bersama tanda lain.

  • Tendangan, menarik telinga, membenturkan kepala, dan refleks Moro tidak selalu berbahaya, misalnya seperti ekspresi bayi, usia, serta gejala penyerta perlu diperhatikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sebelum mampu mengucapkan kata-kata, bayi sebenarnya sudah memiliki banyak cara untuk menyampaikan apa yang sedang dirasakan. Salah satunya melalui gerakan tubuh. Mulai dari melengkungkan punggung, menendang kaki, hingga mengepalkan tangan, setiap gerakan dapat menjadi petunjuk tentang kondisi atau kebutuhan si Kecil.

J. Kevin Nugent, PhD, direktur Brazelton Institute di Boston, menjelaskan bahwa perilaku bayi dapat menyampaikan pesan tentang apa yang sedang mereka butuhkan. Kemampuan Mama membaca dan merespons bahasa tubuh tersebut juga dapat membantu bayi merasa lebih nyaman sekaligus membuat Mama lebih mengenali karakter dan temperamennya.

Agar Mama tidak bingung menerjemahkan setiap gerakan si Kecil, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa pesan tersirat yang disampaikan bayi lewat bahasa tubuh. Yuk, disimak!

  1. 1. Melengkungkan punggung bisa menandakan rasa tidak nyaman

    Pesan tersirat yang disampaikan bayi lewat bahasa tubuh.
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Ketika bayi melengkungkan punggung, terutama saat sedang menyusu dan sering gumoh, gerakan ini bisa menjadi tanda rasa tidak nyaman akibat heartburn atau refluks asam lambung.

    Ari Brown, M.D., menjelaskan bahwa asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat membuat bayi melengkungkan punggung sebagai respons untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut.

    Jika gerakan ini tidak berkaitan dengan waktu makan, bayi mungkin sedang merasa frustrasi dan membutuhkan kenyamanan.

  2. 2. Sering menendang bisa berarti ingin bermain

    Pesan tersirat yang disampaikan bayi lewat bahasa tubuh
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Bayi yang terus menendang kakinya belum tentu sedang merasa tidak nyaman. Jika si Kecil terlihat senang dan tersenyum, gerakan tersebut bisa menjadi tanda bahwa ia ingin bermain.

    Claire McCarthy, M.D., dari Harvard Medical School di Children's Hospital Boston, menjelaskan bahwa bayi yang menendang sambil terlihat bahagia kemungkinan sedang menunjukkan keinginannya untuk bermain.

    Namun, jika bayi tampak rewel atau menangis, Mama bisa memeriksa apakah ada sesuatu yang mengganggunya, seperti gas, popok yang kotor, atau posisi duduk yang membuatnya tidak nyaman.

  3. 3. Membenturkan kepala dapat menjadi cara menenangkan diri

    Pesan tersirat yang disampaikan bayi lewat bahasa tubuh
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Melihat bayi membenturkan kepala ke lantai atau sisi tempat tidur memang bisa membuat Mama khawatir. Namun, Catherine Nelson, M.D., menjelaskan bahwa gerakan berulang tersebut dapat terasa menenangkan bagi bayi.

    American Academy of Sleep Medicine mencatat bahwa sekitar 22 persen bayi melakukan gerakan kepala berirama saat mengantuk, biasanya mulai sekitar usia 9 bulan.

    Kebiasaan ini umumnya akan berkurang seiring waktu. Jika anak masih melakukannya pada usia prasekolah, atau gerakannya berlangsung lama hingga mengurangi interaksi dan aktivitas bermain, Mama dapat membicarakannya dengan dokter anak.

  4. 4. Menarik telinga belum tentu tanda infeksi

    Pesan tersirat yang disampaikan bayi lewat bahasa tubuh.
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Saat bayi mulai sering memegang atau menarik telinganya, Mama mungkin langsung berpikir tentang infeksi telinga. Padahal, menurut Nelson, bayi sering melakukan hal tersebut karena baru menemukan bagian tubuhnya yang menarik.

    Infeksi telinga biasanya disertai tanda lain, seperti demam, hidung tersumbat, atau bayi sulit tidur.

    Bayi juga dapat menarik telinganya saat tumbuh gigi, terutama ketika gigi geraham usia satu tahun mulai tumbuh.

  5. 5. Mengepalkan tangan bisa menjadi tanda lapar

    Pesan tersirat yang disampaikan bayi lewat bahasa tubuh.
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Bayi baru lahir umumnya memang sering menggenggam tangannya saat beristirahat. Kemampuan untuk membuka tangan dan mulai menggenggam benda berkembang secara bertahap.

    Namun, mengepalkan tangan juga termasuk salah satu tanda lapar pada bayi. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa tanda ini semakin mudah dikenali jika bayi turut memasukkan tangan ke mulut atau memutar kepala seperti sedang mencari payudara atau botol.

    Jika bayi yang masih kecil menunjukkan beberapa tanda tersebut, Mama bisa mencoba menyusuinya dan melihat apakah ia menjadi lebih rileks.

  6. 6. Menekuk lutut ke arah tubuh bisa menandakan perut tidak nyaman

    Pesan tersirat yang disampaikan bayi lewat bahasa tubuh
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Ketika bayi menekuk lututnya, gerakan ini dapat berkaitan dengan rasa tidak nyaman pada perut. Nelson menjelaskan bahwa posisi tersebut bisa muncul ketika bayi mengalami gas, sedang buang air besar, atau mengalami sembelit.

    Jika Mama menduga gas menjadi penyebabnya, bayi dapat disendawakan selama menyusu. Sementara itu, jika Mama mencurigai sembelit, terutama setelah bayi berpindah dari ASI ke susu formula atau mulai MPASI sekitar usia 6 bulan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

  7. 7. Mengayunkan tangan tiba-tiba merupakan refleks Moro

    Pesan tersirat yang disampaikan bayi lewat bahasa tubuh.
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Pernah melihat si Kecil yang hampir tertidur tiba-tiba melebarkan kedua tangan, lalu membawanya kembali ke arah tubuh? Gerakan ini disebut refleks Moro.

    Refleks tersebut dapat muncul ketika bayi mendengar suara, terkena cahaya terang, atau mengalami gerakan yang tiba-tiba. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), refleks Moro biasanya mulai berkurang sekitar usia 2 bulan.

    Selama refleks ini masih muncul, membedong bayi saat tidur siang dan malam dapat membantu mencegah gerakan kaget yang membuatnya terbangun.

    Nah, itulah tujuh pesan tersirat yang disampaikan bayi lewat bahasa tubuh. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More