Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bayi Tidak Boleh Tidur di Tengah Orangtua?

3 min read
Kenapa Bayi Tidak Boleh Tidur di Tengah Orangtua?
Magnific/teksomolika
  • Tidur satu kasur, terutama di tengah orangtua, dapat meningkatkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS), khususnya pada bayi di bawah 4 bulan, prematur, atau berbobot lahir rendah.

  • Risiko bayi yang tidur di tengah orangtua, meliputi tertindih, terjepit antara kasur dan kepala ranjang, serta kesulitan bernapas akibat bantal atau selimut.

  • Orangtua disarankan tidur sekamar dengan bayi memakai crib terpisah di samping kasur orangtua.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayi rewel tengah malam memang bisa menguji kesabaran Mama. Rasanya ingin tidur berdekatan saja supaya bisa langsung sat set menggendong, menyusui, atau menenangkan bayi tanpa harus bolak-balik bangun dari kasur.

Tidur satu kasur, terlebih di tengah Mama dan Papa, mungkin terasa lebih praktis dan bikin hati tenang karena si Kecil berada dalam jangkauan.

Di balik kepraktisannya, ternyata ada risiko yang perlu orangtua perhatikan. Posisi tidur bayi di antara kedua orangtua tidak selalu aman, terutama jika si Kecil masih sangat kecil.

Lantas, kenapa bayi tidak boleh tidur satu kasur dengan orangtua? Yuk, simak penjelasannya dari Popmama.com dalam artikel tentang kenapa bayi tidak boleh tidur di tengah orangtua berikut ini.

  1. Kenapa Bayi Tidak Boleh Tidur di Tengah Orangtua?

    Kenapa Bayi Tidak Boleh Tidur di Tengah Orangtua?
    Magnific/magnific

    Tidur satu kasur dengan si Kecil memang terasa praktis, terutama ketika Mama harus menyusui bayi saat tengah malam. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak aman, Ma.

    Co-sleeping atau berbagi tempat tidur dengan bayi dapat meningkatkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS).

    Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), seperti yang dilansir dari Parents, risiko ini semakin tinggi pada bayi berusia di bawah 4 bulan, lahir prematur, atau memiliki berat lahir rendah.

    Kesehatan dan keselamatan bayi yang tidur satu kasur dengan orangtua akan semakin meningkat jika orangtua merokok atau mengonsumsi alkohol.

  2. Kenapa Tidur di Tengah Orangtua Bisa Berbahaya untuk Bayi?

    Kenapa Tidur di Tengah Orangtua Bisa Berbahaya untuk Bayi?
    Magnific/user18526052

    Mama mungkin merasa tidur di tengah Mama dan Papa bisa membuat si Kecil lebih mudah dipantau. Namun, posisi ini ternyata tidak aman, Ma.

    Tidur di kasur orang dewasa memiliki berbagai risiko yang bisa membahayakan bayi. Si Kecil bisa tidak sengaja tertindih tubuh orangtua saat tidur, terjebak di antara kasur dan kepala ranjang, atau kesulitan bernapas karena wajahnya tertutup bantal dan selimut.

    Oleh karena itu, sebaiknya Mama menyiapkan tempat tidur khusus bayi yang terpisah agar si Kecil tetap dekat, tetapi lebih aman saat tidur.

  3. Tips Co-Sleeping yang Aman

    Tips Co-Sleeping yang Aman
    Pexels/Polina Tankilevitch

    Co-sleeping atau tidur bersama ternyata tidak selalu berarti bayi tidur di tengah orangtuanya, Ma.

    Melansir The Bump, istilah co-sleeping juga bisa merujuk pada kebiasaan tidur sekamar dengan si Kecil, tetapi menggunakan tempat tidur yang terpisah. 

    Jika Mama masih ingin co-sleeping dengan bayi yang lebih aman tanpa harus satu kasur, Mama bisa meletakkan crib bayi tepat di samping tempat tidur Mama dan Papa sehingga bayi selalu dalam jangkauan orangtua.

    Menurut rekomendasi terbaru dari American Academy of Pediatrics (AAP), berbagi kamar dengan bayi setidaknya selama enam bulan pertama dapat membantu menurunkan risiko SIDS hingga sekitar 50 persen.

    Itulah penjelasan tentang kenapa bayi tidak boleh tidur di tengah orangtua. Meski bayi tidak boleh tidur di kasur yang sama dengan Mama dan Papa, si Kecil tetap diperbolehkan tidur di kamar yang sama dengan tempat tidur yang berbeda.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More