Melihat si Kecil yang begitu aktif dan sulit diam, Mama mungkin pernah bertanya-tanya apakah ini tanda ADHD?
Benarkah ADHD Dapat Terdeteksi Sejak Bayi? Cek Faktanya!

ADHD umumnya belum dapat terdeteksi atau didiagnosis saat bayi; diagnosis setidaknya dilakukan ketika anak berusia 4 tahun atau memasuki usia sekolah.
Pada bayi, temperamen kuat, sering rewel, sulit diatur, serta keterlambatan bahasa atau motorik usia 9–18 bulan dapat berkaitan dengan risiko ADHD di kemudian hari.
Sebelum usia 4 tahun, perilaku aktif atau sulit fokus masih bisa menjadi bagian tumbuh kembang; orang tua disarankan memantau dan berkonsultasi ke dokter bila khawatir.
Terlebih lagi, beberapa perilaku bayi sekilas dapat terlihat mirip seperti tanda ADHD pada anak berusia lebih tua. Namun, apakah ADHD benar-benar bisa terdeteksi sejak bayi?
Sebelum Mama bingung sendiri, yuk, cari tahu jawaban tentang benarkah ADHD dapat terdeteksi sejak bayi melalui artikel Popmama.com berikut ini!
Table of Content
Apakah ADHD Dapat Terdeteksi Sejak Bayi?

Pexels/Orange Ocean Dilansir dari Healthline, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) umumnya belum dapat terdeteksi atau terdiagnosis saat bayi. ADHD baru dapat terdiagnosis setidaknya ketika berusia 4 tahun atau saat memasuki usia sekolah.
Meski begitu, beberapa tanda atau pola perilaku yang berkaitan dengan ADHD mungkin sudah mulai terlihat sejak usia dini.
Tanda-Tanda Awal ADHD yang Bisa Terlihat pada Bayi

Magnific/magnific ADHD umumnya belum bisa dikenali sebagai gangguan pada usia bayi karena belum ada kriteria khusus yang dapat digunakan untuk mendiagnosis ADHD pada tahap ini.
Meski begitu, beberapa penelitian menemukan bahwa karakteristik tertentu pada bayi mungkin berkaitan dengan risiko ADHD di kemudian hari.
Dilansir Verywell Mind, beberapa hal yang mungkin terlihat, antara lain bayi memiliki sifat yang lebih temperamental, sering rewel atau dianggap susah diatur, serta mengalami keterlambatan bahasa atau kemampuan motorik pada usia sekitar 9-18 bulan.
Memasuki usia batita, tanda yang berkaitan dengan ADHD mungkin mulai lebih terlihat, seperti sulit berkonsentrasi, sangat aktif dan sulit diam, atau lebih impulsif dibandingkan anak seusianya.
Kapan Perlu Diperiksakan ke Dokter

Magnific/pressfoto Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ADHD setidaknya baru dapat terdiagnosis ketika berusia 4 tahun.
Sebelum berusia 4 tahun, perilaku si Kecil yang dianggap sebagai gejala ADHD bisa saja masih merupakan bagian dari tumbuh kembangnya, sehingga belum akurat untuk mendiagnosa ADHD sebelum berusia 4 tahun.
Jika saat berusia 4 tahun si Kecil masih menunjukkan tanda-tanda ADHD, Mama boleh membawa si Kecil diperiksa ke dokter untuk mengetahui diagnosa lebih tepatnya.
Itulah penjelasan tentang benarkah ADHD dapat terdeteksi sejak bayi. Jika Mama menemukan tanda-tanda ADHD dari bayi sebelum usia 4 tahun, Mama bisa terus memantau si Kecil dan berkonsultasi dengan dokter jika ada hal yang membuat penasaran atau mengkhawatirkan.





















