Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

10 Camilan Sehat untuk Bayi yang Bergizi dan Enak

10 Camilan Sehat untuk Bayi yang Bergizi dan Enak
Pexels/Nothing Ahead
  • Camilan bayi dapat mengenalkan rasa dan tekstur sekaligus mendukung tumbuh kembang, jika dipilih bergizi, diolah cermat, dan disesuaikan dengan kemampuan makan si Kecil.
  • Pilihan camilan mencakup buah, biskuit rendah gula-garam, telur, yoghurt full-fat, selai atau bubuk kacang, salmon, oatmeal, sayuran kukus, smoothie, serta tahu.
  • Keamanan penyajian penting: lunakkan makanan keras, hindari kacang utuh, encerkan selai kacang, bersihkan tulang salmon, pilih tekstur mudah dikunyah, dan amati reaksi alergi telur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Camilan bukan cuma soal mengenyangkan perut bayi Mama, tapi juga jadi cara asyik mengenalkan rasa dan tekstur baru. Camilan yang tepat justru bisa mendukung tumbuh kembang si Kecil, asal dipilih dan diolah dengan cermat.

Sayangnya, tidak semua camilan aman untuk perut mungil bayi dan bergizi untuk tumbuh kembangnya. Apalagi kalau camilan yang diberikan oleh Mama hanya sekadar untuk mengisi perut bayi saja.

Supaya Mama tidak salah memberikan camilan untuk si Kecil, berikut Popmama.com mengulas 10 jenis camilan untuk bayi. Yuk, simak sampai habis!

  1. 1. Buah-buahan segar

    Buah Penurun Gula Darah
    Pexels/Viktoria Slowikowska

    Buah adalah camilan paling praktis karena rasanya manis alami dan mudah disukai bayi Mama. Mengutip Baby Foode, buah lembut seperti pisang, alpukat, mangga, dan pir bisa disajikan dalam potongan memanjang 2-3 cm agar mudah digenggam si Kecil.

    Untuk buah yang lebih keras seperti apel, Mama bisa mengukusnya sebentar agar teksturnya lebih lembut dan aman dikunyah. Buah beku yang sudah dicairkan, misalnya mangga atau beri, juga menjadi pilihan praktis sepanjang tahun.

    Melansir Bucket List Tummy, buah beri seperti raspberry bisa dilumatkan dan dicampur ke yoghurt, oatmeal, atau puree agar teksturnya lebih aman untuk bayi yang baru belajar makan. Cara ini sekaligus menambah variasi rasa camilan harian si Kecil.

  2. 2. Biskuit

    Biskuit
    Pexels/VGIO Studios

    Biskuit bayi menjadi camilan favorit banyak orangtua karena praktis dibawa bepergian dan disukai si Kecil saat giginya mulai tumbuh. Menurut Baby Foode, pilih biskuit gandum utuh, baik buatan sendiri maupun kemasan yang rendah gula tambahan.

    Dikutip dari Bucket List Tummy, orangtua disarankan untuk mengecek label kandungan gula dan natrium sebelum membeli biskuit kemasan untuk bayi. Semakin sedikit tambahan gula dan garamnya, semakin aman terhadap pencernaan bayi Mama yang masih berkembang.

    Biskuit atau camilan renyah untuk masa tumbuh gigi juga bisa membantu meredakan gusi gatal si Kecil. Pastikan teksturnya cukup lunak agar mudah larut di mulut dan tidak berisiko membuatnya tersedak.

  3. 3. Telur

    Telur
    Pexels/Ar kay

    Telur adalah sumber protein lengkap yang mudah diolah menjadi camilan bayi Mama. Mengutip Baby Foode, telur rebus bisa disajikan dalam bentuk strip atau potongan kecil, atau diolah menjadi egg muffin bertekstur lembut.

    Dilansir dari Bucket List Tummy, telur orak-arik maupun telur dadar dapat menjadi variasi camilan sejak bayi berusia sekitar 9 bulan. Cara memasak yang beragam ini membuat si Kecil tidak mudah bosan saat jam camilan tiba.

    Karena telur termasuk salah satu makanan pemicu alergi, sebaiknya Mama mengenalkannya sedikit demi sedikit sambil mengamati reaksi tubuh bayi setelahnya.

  4. 4. Yoghurt

    Yoghurt
    Pexels/elif tekkaya

    Yoghurt penuh lemak alias full-fat jadi camilan andalan karena kaya kalsium dan probiotik yang baik untuk pencernaan. Melansir Bucket List Tummy, yoghurt Yunani full-fat adalah media praktis untuk mencampurkan nutrisi lain, seperti bubuk kacang atau puree daging.

    Dilansir dari Baby Foode, yoghurt polos atau rasa vanila tanpa tambahan gula adalah pilihan paling aman untuk bayi Mama. Yoghurt juga bisa dipadukan dengan buah segar seperti pisang atau blueberry agar rasanya lebih bervariasi.

    Selain disendokkan langsung, yoghurt bisa dibekukan menjadi yoghurt melts, camilan dingin yang meleleh di mulut dan cocok untuk meredakan gusi bayi yang sedang tumbuh gigi.

  5. 5. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan
    Pexels/Joel Camelot

    Kacang-kacangan, terutama dalam bentuk selai kacang, dikenal sebagai sumber lemak sehat dan protein untuk bayi Mama. Melansir Healthline, selai kacang creamy sebaiknya diencerkan dengan sedikit air atau dicampur ke puree buah agar tidak lengket dan berisiko membuat si Kecil tersedak.

    Mengenalkan kacang sejak usia 6-8 bulan justru bisa membantu menurunkan risiko alergi kacang di kemudian hari, tentu setelah berkonsultasi dengan dokter anak.

    Meski begitu, kacang utuh maupun potongan kacang tetap harus dihindari sampai si Kecil berusia di atas 4 tahun karena berisiko tersedak.

    Melansir Bucket List Tummy, kacang yang dihaluskan atau bubuk kacang merupakan alternatif yang lebih aman dibandingkan kacang utuh. Mama bisa mencampurkannya ke oatmeal, yoghurt, atau puree buah kesukaan bayi.

  6. 6. Ikan salmon

    Ikan salmon
    Pexels/Anastasia Yudin

    Ikan salmon kaya akan omega-3 yang penting untuk perkembangan otak bayi Mama. Melansir Bucket List Tummy, salmon merupakan makanan kaya zat besi yang bisa mulai dikenalkan sejak bayi berusia 6-9 bulan.

    Salmon bisa disajikan dalam bentuk suwiran lembut yang dikukus atau dipanggang tanpa tambahan garam berlebih. Untuk camilan yang lebih praktis, salmon kalengan rendah sodium juga disebut sebagai sumber lemak sehat yang mudah disiapkan.

    Pastikan tulang ikan sudah benar-benar bersih sebelum disajikan kepada si Kecil agar terhindar dari risiko tersedak dan berbahaya bagi bayi Mama.

  7. 7. Oatmeal

    Oatmeal
    Pexels/Karyna Panchenko

    Oatmeal jadi camilan favorit karena kaya zat besi dan mudah diolah sesuai usia bayi Mama. Melansir Bucket List Tummy, oatmeal sebagai salah satu makanan awal terbaik untuk bayi usia 6-8 bulan karena teksturnya lembut dan gampang dicerna.

    Seiring bertambahnya usia, oatmeal bisa dibentuk menjadi oatmeal bites yang lebih padat dan mudah digenggam. Mengutip Baby Foode, variasi lain seperti oatmeal panggang dengan tambahan pisang dan blueberry.

    Mama juga bisa mencampur oatmeal dengan yoghurt atau puree buah agar nilai gizinya makin lengkap dan rasanya lebih disukai si Kecil.

  8. 8. Sayuran

    Sayuran
    Pexels/Engin Akyurt

    Sayuran kukus adalah camilan sehat yang kaya serat dan vitamin untuk mendukung pencernaan bayi Mama. Dikutip dari Baby Foode, wortel, buncis, brokoli, dan zucchini yang dipotong memanjang agar mudah digenggam dan dikunyah.

    Sayuran yang lebih keras seperti wortel atau brokoli sebaiknya dikukus dulu sampai empuk sebelum disajikan. Melansir Bucket List Tummy, brokoli panggang dengan sedikit minyak zaitun juga bisa jadi variasi camilan gurih untuk si Kecil.

    Agar lebih menarik, sayuran bisa dipadukan dengan saus celup ramah bayi seperti hummus, untuk menambah cita rasa sekaligus asupan protein.

  9. 9. Smoothie

    Smoothie
    Pexels/Ngoc Binh Ha

    Smoothie jadi cara praktis memasukkan buah dan sayur sekaligus dalam satu camilan untuk bayi Mama. Mengutip Baby Foode, smoothie hijau berbahan alpukat, yoghurt, dan bayam cocok disajikan sejak usia 9 bulan.

    Melansir Bucket List Tummy, smoothie juga membantu melatih kekuatan mengisap bayi menjelang usia 9 bulan, sebelum akhirnya bisa diminum sendiri melalui cangkir. Pada usia 6 bulan, si Kecil masih perlu disuapi pelan-pelan dengan sendok karena si Kecil belum bisa menyedot sendiri.

    Pilih kombinasi buah dan sayur yang lembut, seperti pisang, mangga, atau bayam, agar smoothie tetap mudah dicerna dan tidak terlalu asam untuk lambung bayi.

  10. 10. Tahu

    Tahu
    Pexels/Hera Permata S

    Tahu adalah sumber protein nabati yang lembut dan mudah dikunyah, cocok untuk camilan bayi Mama yang baru belajar makan makanan padat. Mengutip Bucket List Tummy, tahu termasuk dalam daftar camilan bergizi untuk bayi usia 12 bulan ke atas.

    Tahu bisa dipanggang sebentar atau ditumis dengan sedikit minyak zaitun supaya teksturnya lebih padat dan tidak mudah hancur saat digenggam si Kecil. Potong memanjang seperti stik agar lebih mudah dipegang.

    Karena rasanya cenderung tawar, tahu juga enak dipadukan dengan saus ringan atau dicampur ke dalam tumisan sayur favorit bayi Mama.

    Nah, itulah pembahasan mengenai 10 jenis camilan untuk bayi yang dapat Mama sajikan untuk si Kecil. Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More