Dot merupakan salah satu perlengkapan yang sering digunakan bayi, terutama bagi si Kecil yang mengonsumsi ASI perah atau susu formula karena kondisi medis tertentu. Namun, seiring bertambahnya usia dan saat anak mulai memasuki masa MPASI, penggunaan dot perlu mulai dikurangi dan secara bertahap dialihkan dengan menggunakan gelas.
Bayi Dianjurkan Berhenti Pakai Dot sebelum Usia 1 Tahun, Ini Alasannya

- dr. Agustina Kadaristiana menyarankan bayi berhenti memakai dot sebelum usia 1 tahun agar perkembangan makan dan minum berjalan optimal serta anak lebih mandiri.
- Penggunaan dot terlalu lama bisa menyebabkan anak malas makan, risiko obesitas, gigi berlubang, gangguan rahang, hambatan bicara, dan kesulitan disapih.
- Transisi dari dot ke gelas sebaiknya dimulai sejak MPASI dengan tahapan sippy cup, open cup, hingga straw cup sambil memilih minuman sesuai usia anak.
dr. Agustina Kadaristiana, Sp.A melalui akun Instagram @dr.kadaristiana, menjelaskan bahwa kebiasaan minum menggunakan dot sebaiknya mulai dihentikan bahkan sebelum anak berusia 1 tahun. Pasalnya, kebiasaan penggunaan dot dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan di kemudian hari.
Berikut Popmama.com rangkum penjelasan kenapa bayi dianjurkan berhenti pakai dot sebelum usia 1 tahun.
Table of Content
Bayi Dianjurkan Berhenti Pakai Dot sebelum Usia 1 Tahun

dr. Agustina Kadaristiana, Sp.A menjelaskan bahwa tujuan belajar makan bukan sekadar membuat anak mau makan atau berat badannya bertambah. Proses ini juga bertujuan melatih anak agar mampu makan dan minum sendiri sesuai tahap perkembangan usianya atau menjadi competent eater.
Untuk itu, anak yang masih terbiasa minum menggunakan dot sebaiknya mulai disapih secara bertahap sebelum usia 1 tahun. Langkah ini membantu anak lebih mudah beradaptasi dengan cara minum yang sesuai usianya, sekaligus melatih kemandirian dan mendukung perkembangan kemampuan makan dan minum secara optimal.
Alasan Kenapa Dot Sebaiknya Dihentikan sebelum Usia 1 Tahun

Anak berisiko malas makan
Anak yang terlalu banyak minum susu menggunakan dot biasanya sudah merasa kenyang sebelum waktu makan tiba. Akibatnya, anak cenderung makan lebih sedikit dan berisiko tidak mendapatkan zat gizi yang cukup dari makanan padat.Meningkatkan risiko obesitas
Konsumsi susu yang berlebihan dapat menyebabkan asupan kalori melebihi kebutuhan harian anak. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas.Memicu gigi berlubang
Kebiasaan minum susu menggunakan dot, terutama menjelang tidur, dapat membuat sisa susu menempel lebih lama pada gigi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.Mengganggu perkembangan gigi dan rahang
Penggunaan dot dalam jangka panjang dapat memengaruhi pertumbuhan gigi dan rahang, sehingga susunan gigi berisiko menjadi tidak rata atau mengalami masalah gigitan.Dapat menghambat perkembangan kemampuan bicara
Otot mulut, lidah, dan rahang perlu dilatih melalui aktivitas mengunyah, minum dari gelas, dan makan sesuai usia. Penggunaan dot yang terlalu lama dapat mengganggu perkembangan oromotor, yaitu kemampuan otot-otot mulut yang berperan dalam proses bicara.Semakin sulit disapih
Semakin lama anak terbiasa menggunakan dot, semakin kuat pula ketergantungannya. Hal ini dapat membuat proses penyapihan menjadi lebih sulit saat usia anak bertambah.
Kapan dan Bagaimana Tahap Beralih dari Dot ke Gelas?

Anak sebaiknya mulai dikenalkan dengan gelas sejak memasuki masa MPASI atau sekitar usia 6 bulan. Proses peralihan ini bisa dilakukan secara bertahap, mulai dari sippy cup, open cup, hingga gelas sedotan.
Sippy cup
Sippy cup dapat digunakan sebagai alat transisi dari dot ke gelas. Namun, penggunaannya sebaiknya tidak terlalu lama karena dapat menghambat gerakan lidah ke atas (elevasi lidah) yang berperan penting dalam perkembangan kemampuan bicara. Jika ingin menggunakan sippy cup, pilihlah yang tidak memiliki katup agar anak lebih mudah belajar minum.Open cup (gelas terbuka)
Gelas terbuka lebih baik untuk melatih kemampuan oromotor anak, yaitu keterampilan otot mulut yang dibutuhkan untuk makan, minum, dan berbicara. Pilih gelas yang ukurannya sesuai dengan tangan anak, mudah digenggam, dan berbahan silikon agar lebih aman digunakan.Straw cup (gelas sedotan)
Belajar minum menggunakan sedotan merupakan salah satu tahap perkembangan yang penting. Aktivitas ini dapat membantu memperkuat otot mulut, melatih kemampuan menelan, mendukung proses makan, serta membantu perkembangan kemampuan bicara anak.
Minuman Apa yang Bisa Diberikan saat Anak Belajar Minum dari Gelas?

Saat anak mulai belajar minum dari gelas, orang tua dapat mengisinya dengan minuman yang sesuai dengan usia dan kebutuhan si Kecil. Pilih minuman yang aman dan hindari memberikan minuman manis. Saat latihan Mama dapat memberikan:
Sebelum Usia si Kecil 1 Tahun:
ASI perah
Susu formula sesuai indikasi medis dan anjuran dokter
Air putih yang sudah dimasak hingga mendidih dan didinginkan (untuk bayi usia 6 bulan ke atas)
Setelah Usia si Kecil 1 Tahun :
Air putih
ASI perah
Susu formula sesuai indikasi medis dan anjuran dokter
Susu pasteurisasi atau susu UHT yang sesuai dengan usia anak
Minuman yang Sebaiknya Dihindari saat Anak Belajar Minum dari Gelas

Tidak semua minuman aman diberikan saat anak sedang belajar minum dari gelas. Beberapa jenis minuman sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu kesehatan atau membuat terbiasa mengonsumsinya.
Jus
Minuman berkafein
Susu pasteurisasi atau susu UHT (hindari sebelum anak berusia 1 tahun)
Susu mentah
Madu
Soda
Minuman dengan pemanis tambahan
Perlu diingat bahwa setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, termasuk dalam kemampuan makan dan minumnya. Jika Mama dan Papa memiliki kekhawatiran terkait kemampuan makan, minum, atau proses penyapihan dot pada si Kecil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak.
Nah, itu dia rangkuman kenapa bayi dianjurkan berhenti pakai dot sebelum usia 1 tahun. Yuk, bantu proses kemampuan makan dan minum si Kecil, Ma!

















