“Rasa hangat yang muncul biasanya hanya bertahan sementara karena terjadi akibat pelebaran pembulu darah, bukan mencegah masuk angin,” tulis dr. Meta dalam bukunya.
Benarkah Bayi Harus Diolesi Minyak Telon agar Tidak Masuk Angin?

Bayi tidak wajib diolesi minyak telon atau kayu putih untuk mencegah masuk angin, keduanya dapat mengiritasi kulit bayi yang tipis dan rasa hangatnya hanya sementara.
Keluhan yang disebut masuk angin pada bayi umumnya berkaitan dengan gas di pencernaan, dipicu udara tertelan saat menyusu atau menangis, fermentasi makanan, serta pencernaan yang belum matang.
Tanda bayi tidak nyaman meliputi rewel, menangis, kembung, perubahan tidur atau nafsu makan. Bantu dengan sendawa, gerakan kaki, pijat lembut, posisi menyusu tegak, dan periksa dokter bila menetap.
Bagi Mama, mengoleskan minyak telon atau minyak kayu putih mungkin sudah menjadi kebiasaan setelah memandikan si Kecil. Rasa hangat dari minyak tersebut sering dianggap dapat membantu mencegah bayi masuk angin. Namun, apakah bayi harus selalu diolesi minyak telon agar tidak masuk angin?
Istilah masuk angin sendiri umumnya digunakan untuk menggambarkan beberapa keluhan, seperti perut begah, sering bersendawa, buang angin, hingga rasa tidak nyaman atau mual. Pada bayi, keluhan tersebut dapat berkaitan dengan gas yang terperangkap di dalam saluran pencernaan.
Gas bisa masuk ketika bayi menelan udara saat menyusui atau menangis. Selain itu, proses fermentasi makanan di dalam usus juga dapat menghasilkan gas yang membuat perut si Kecil terasa kembung.
Kondisi ini tentu bisa membuat bayi menjadi lebih rewel. Rasa tidak nyaman pada perut juga dapat membuatnya menangis, sulit tidur, hingga mengalami penurunan nafsu makan.
Agar Mama tidak bingung, berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan dan hal-hal yang bisa Mama perhatikan saat si Kecil mengalami keluhan tersebut.
Table of Content
Benarkah Bayi Harus Diolesi Minyak Telon agar Tidak Masuk Angin?

Magnific Faktanya, bayi tidak harus diolesi minyak telon atau minyak kayu putih agar tidak masuk angin. Di dalam buku Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja karya Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K), minyak telon maupun minyak kayu putih merupakan bahan iritan.
Kulit bayi masih tipis dan sensitif sehingga penggunaan minyak tersebut secara berlebihan justru dapat menyebabkan iritasi. Rasa hangat yang muncul setelah mengoleskan minyak juga umumnya hanya bertahan sementara.
Jadi, Mama tidak perlu mengandalkan minyak telon atau minyak kayu putih sebagai cara untuk mencegah si Kecil mengalami masuk angin.
Gejala Bayi Masuk Angin

Magnific Bayi belum dapat memberitahu Mama secara langsung ketika perutnya terasa tidak nyaman. Oleh karena itu, perubahan perilaku dan kondisi tubuhnya bisa menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Berikut beberapa gejala yang dapat muncul ketika bayi mengalami keluhan masuk angin:
- Lebih sering menangis. Perut yang terasa tidak nyaman dapat membuat bayi menangis lebih lama. Namun, jika tangisan terjadi setiap hari dan tidak kunjung membaik, Mama sebaiknya membawa si Kecil untuk diperiksakan ke dokter anak.
- Menjadi lebih rewel. Bayi yang biasanya aktif dan ceria dapat berubah menjadi lebih rewel ketika perutnya terasa tidak nyaman. Gas yang terperangkap di saluran pencernaan hingga menyebabkan perut kembung dapat membuat bayi merasa terganggu.
- Wajah terlihat memerah. Ketika menangis, wajah bayi dapat tampak memerah. Si Kecil juga bisa menangis dengan suara keras seperti sedang merasakan sakit.
- Tidur dan nafsu makan berubah. Ketidaknyamanan pada perut dapat membuat bayi lebih gelisah dan sering menangis. Kondisi ini kemudian dapat mengganggu waktu tidurnya. Nafsu makan bayi juga dapat menurun.
- Terlihat gelisah. Mama mungkin melihat bayi menggeliat atau meringkuk ketika merasa tidak nyaman. Kakinya juga dapat diangkat hingga mendekati dada, terutama ketika sedang rewel.
- Kondisi feses berubah. Warna feses bayi normalnya dapat bervariasi, mulai dari kuning, kecokelatan, hingga kehijauan. Mama juga perlu memperhatikan bau dan teksturnya. Feses dengan bau yang sangat busuk dapat menjadi tanda adanya gas berlebihan.
Penyebab Bayi Masuk Angin

Magnific Setelah mengetahui gejala-gejalanya, Mama juga perlu memahami beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi mengalami keluhan tersebut.
Berikut penyebab yang umum terjadi:
- Menelan terlalu banyak udara saat menyusui. Posisi menyusui yang kurang tepat dapat membuat udara ikut masuk ketika bayi mengisap ASI. Hal ini dapat terjadi jika mulut bayi belum menempel dengan baik pada puting dan areola.
- Sering menangis. Bayi yang terlalu sering menangis dapat menelan lebih banyak udara sehingga udara tersebut masuk ke dalam perut. Mama sebaiknya berusaha menenangkan si Kecil ketika mulai menangis.
- Tidak cocok dengan susu atau MPASI. Ketidakcocokan terhadap susu formula atau makanan pendamping ASI dapat mengganggu sistem pencernaan bayi. Kondisi tersebut dapat membuat produksi gas meningkat dan menyebabkan perut kembung.
- Sistem pencernaan masih belum matang. Sistem pencernaan bayi masih berkembang dan belajar mengolah makanan. Keluhan akibat gas ini sering terjadi pada bayi baru lahir hingga usia 3 bulan serta bayi usia 6-12 bulan yang mulai mengenal berbagai jenis makanan.
Cara Membantu Meredakan Masuk Angin pada Bayi

Pexels/William Fortunato Selain memberikan kehangatan dari luar dengan minyak telon, Mama bisa melakukan beberapa langkah untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat gas yang terjebak di dalam perut si Kecil, seperti:
- Gerakkan kedua kaki bayi. Baringkan bayi di permukaan yang datar, kemudian angkat kedua kakinya. Gerakkan perlahan menyerupai gerakan mengayuh sepeda. Cara ini dapat membantu gas yang terperangkap keluar dari perut.
- Bantu bayi bersendawa. Setelah menyusui, Mama dapat membantu si Kecil bersendawa dengan mengusap atau menepuk bagian punggungnya secara perlahan.
- Berikan pijatan lembut pada perut. Menurut University of Michigan Health, perut bayi dapat dipijat secara perlahan dengan gerakan searah atau berlawanan arah jarum jam. Mama juga dapat menengkurapkan bayi di atas lutut, kemudian mengusap punggungnya dengan lembut.
- Gunakan posisi menyusui yang lebih tegak. Saat memberikan ASI, Mama dapat menggendong bayi dalam posisi sedikit tegak. Posisi ini membantu susu mengalir ke perut sekaligus membuat udara lebih mudah naik sehingga bayi dapat bersendawa.
- Konsultasikan pilihan susu formula. Susu formula dengan protein terhidrolisis sempurna memiliki protein susu sapi yang telah dipecah menjadi bagian lebih kecil sehingga lebih mudah dicerna. Namun, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui apakah jenis susu tersebut memang diperlukan bagi si Kecil.
Jika keluhan tidak kunjung mereda setelah beberapa cara di atas dilakukan, Mama dapat membawa si Kecil ke dokter anak untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Jadi, tidak benar jika bayi harus diolesi telon agar tidak masuk angin. Semoga informasi ini membantu untuk Mama dan Papa.





















