Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Sleep Regression pada Bayi? Ini yang Harus Mama Ketahui

Apa Itu Sleep Regression pada Bayi? Ini yang Harus Mama Ketahui
Magnific/jcomp
  • Sleep regression adalah fase bayi yang sebelumnya tidur baik lalu sering terbangun, sulit tidur, atau rewel; umumnya berlangsung 2–6 minggu dengan durasi berbeda pada tiap bayi.

  • Gangguan ini berkaitan dengan perubahan siklus tidur, kemampuan baru, lingkungan, kecemasan berpisah, serta rutinitas; sering muncul pada usia 3–6 bulan, 8–10 bulan, dan sekitar 12 bulan.

  • Penanganannya meliputi mengenali tanda mengantuk, menjaga rutinitas tidur dan tidur siang, memberi kesempatan bayi tidur sendiri, sleep training usia 4–6 bulan ke atas, serta perhatian siang hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sudah senang melihat si Kecil mulai tidur nyenyak, eh, tiba-tiba malah sering terbangun di malam hari. Belum lagi bayi jadi lebih rewel dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali tidur.

Mungkin Mama langsung bertanya-tanya, apakah ada yang salah dengan tidurnya?

Tenang dulu, Ma. Bisa jadi si Kecil sedang mengalami sleep regression, yaitu fase ketika pola tidur bayi yang sebelumnya sudah cukup baik kembali mengalami gangguan.

Yuk, kenali lebih jauh soal kondisi ini dalam artikel Popmama.com tentang apa itu sleep regression pada bayi berikut ini.

  1. Apa Itu Sleep Regression pada Bayi?

    Apa Itu Sleep Regression pada Bayi?
    Magnific/magnific

    Dilansir dari Pathway.org, sleep regression adalah kondisi ketika bayi yang sebelumnya sudah memiliki pola tidur cukup baik tiba-tiba kembali sering terbangun di malam hari, sulit tidur, atau menangis saat terbangun.

    Kondisi ini bukan sekadar tidur buruk selama satu atau dua malam, tetapi bisa berlangsung secara konsisten selama beberapa waktu.

    Selain lebih sering terbangun, bayi yang mengalami sleep regression juga bisa menjadi lebih rewel di malam hari, membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur, atau tidur siang lebih sedikit.

    Umumnya, kondisi ini berlangsung sekitar 2–6 minggu. Namun, setiap bayi bisa mengalaminya dalam durasi waktu yang berbeda.

  2. Mengapa Sleep Regression Terjadi?

    Mengapa Sleep Regression Terjadi?
    Magnific/pch.vector

    Sleep regression pada bayi bisa terjadi karena beberapa hal yang berkaitan dengan perkembangan dan perubahan dalam kesehariannya.

    Dilansir dari Baby Center, berikut beberapa penyebab yang umum:

    • Perubahan pola tidur
      Sekitar usia 3–6 bulan, pola tidur bayi mulai berubah dan siklus tidurnya semakin mirip orang dewasa. Saat berpindah dari tidur ringan ke tidur lebih dalam, bayi bisa terbangun dan belum mampu kembali tidur sendiri.

    • Sedang mempelajari kemampuan baru
      Bayi yang sedang belajar berguling, merangkak, duduk, atau berdiri terkadang menjadi lebih sering terbangun karena ingin terus berlatih.

    • Perubahan lingkungan
      Hal sederhana seperti perubahan cuaca dan suhu kamar yang terlalu panas atau dingin bisa mengganggu tidur bayi. Suara bising dari luar atau cahaya yang masuk ke kamar juga dapat membuat si Kecil lebih mudah terbangun.

    • Mulai mengalami separation anxiety
      Memasuki usia sekitar 6–12 bulan, bayi mulai memahami bahwa dirinya terpisah dari Mama sehingga bisa merasa cemas ketika Mama tidak berada di dekatnya. Akibatnya, si Kecil mungkin terbangun dan menangis atau mencari Mama di malam hari.

    • Perubahan rutinitas
      Jadwal tidur bayi bisa ikut berubah ketika rutinitas hariannya terganggu, misalnya setelah bepergian, sakit, tidur lebih larut dari biasanya, atau mengalami perubahan zona waktu.

  3. Kapan Sleep Regression Terjadi?

    Kapan Sleep Regression Terjadi?
    Magnific/krakenimages.com

    Sleep regression sebenarnya bisa terjadi kapan saja, terutama ketika bayi sedang sakit atau mengalami perubahan rutinitas.

    Pada usia 3-6 bulan, bayi mulai mengalami sleep regression karena beberapa hal seperti, kemungkinan sedang bertumbuhnya gigi, lebih sering lapar karena growth spurt, atau sedang belajar berguling.

    Lanjut pada usia usia 8-10 bulan, bayi mulai belajar merangkak dan berdiri, serta bisa mengalami separation anxiety sehingga lebih sering mencari Mama saat terbangun yang menyebabkan terjadi sleep regression.

    Kemudian sekitar usia 12 bulan, bayi mulai belajar berdiri atau berjalan. Perkembangan kemampuan baru ini terkadang membuat pola tidurnya kembali terganggu untuk sementara.

  4. Tips Mengatasi Sleep Regression pada Bayi

    Tips Mengatasi Sleep Regression pada Bayi
    Magnific/magnific

    Meski sleep regression biasanya bersifat sementara, fase ini tetap bisa bikin waktu tidur si Kecil jadi berantakan dan Mama ikut kelelahan.

    Supaya bayi lebih nyaman dan perlahan kembali ke pola tidur sebelumnya, Mama bisa mencoba beberapa tips seperti yang dilansir dari What to Expect berikut ini:

    • Kenali tanda bayi mengantuk, seperti menguap, mengucek mata, atau mulai rewel agar Mama bisa segera menidurkannya sebelum terlalu lelah yang membuat si Kecil semakin susah ditidurkan.

    • Buat rutinitas tidur yang konsisten, seperti seperti mandi, menyusu, membaca buku, atau menyanyikan lagu sebelum tidur setiap malam.

    • Pastikan bayi cukup tidur siang yang dapat membantu mencegah bayi terlalu lelah sehingga lebih mudah tidur pada malam hari.

    • Beri kesempatan bayi tidur kembali setelah bayi terbangun dan menangis, lihat apakah si Kecil bisa kembali tidur sendiri atau tidak.

    • Coba sleep training untuk bayi usia 4–6 bulan ke atas untuk membantu membentuk kebiasaan tidur mandiri.

    • Berikan perhatian ekstra di siang hari dapat membantu bayi merasa aman, terutama jika sedang mengalami kecemasan berpisah.

    Itulah penjelasan tentang apa itu sleep regression pada bayi. Dengan mengenal seputar sleep regression, Mama dapat lebih memahami si Kecil dan mengatasi kondisi ini tanpa merasa kesal atau lelah berlebih.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More