Pexels/RDNE Stock project
Berikut beberapa manfaat ASI untuk si Kecil:
Saluran cerna bayi mulai dihuni oleh bakteri beberapa jam setelah lahir. Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif sangatlah penting untuk meningkatkan jumlah bakteri baik pada pencernaan bayi.
ASI juga mengandung protein yang yang berfungsi melindungi bayi dari infeksi kuman sehingga dapat mengurangi angka kematian bayi yang disebabkan oleh penyakit kronis, seperti radang paru-paru serta mempercepat proses penyembuhan.
ASI mampu memenuhi 100 persen kebutuhan bayi akan nutrisi yang sangat lengkap sampai bayi berusia enam bulan. Kandungan dalam ASI meliputi air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, sel-sel darah putih, enzim, dan asam amino.
Selain tidak memerlukan tambahan makanan, kandungan ASI tersebut juga bermanfaat untuk mencegah anak terkena penyakit asma, obesitas, diabetes, hingga penyakit kardiovaskular saat dewasa.
Menyusui ASI secara langsung dan eksklusif menjamin kehigienisan asupan yang dikonsumsi bayi, khususnya dalam keadaan darurat.
Berbeda dengan susu formula yang diproduksi di pabrik dan memiliki rantai distribusi yang panjang, serta rentan tercemar oleh bakteri dari air dan botol susu yang tidak bersih, ASI lebih aman untuk dikonsumsi secara langsung.
Untuk ASI perah, ibu perlu memerhatikan standar kebersihan alat dan cara penyimpanan agar tetap layak minum.
Bayi yang baru lahir rentan tertular penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna.
Pemberian ASI eksklusif akan menghindarkan bayi dari penyakit yang berkaitan dengan kondisi kebersihan seperti diare, maupun mencukupi kebutuhan nutrisi bayi untuk menjauhkannya dari risiko malnutrisi atau kekurangan gizi.
Itu penjelasan tentang berhenti ASI terlalu dini bisa berisiko pengaruhi IQ anak. Semoga informasi ini bisa menjadi pendorong bagi Mama untuk terus menyusui si Kecil.