Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Berhenti ASI Terlalu Dini Bisa Memengaruhi IQ Anak?

Benarkah Berhenti ASI Terlalu Dini Bisa Memengaruhi IQ Anak?
Freepik
Intinya Sih
  • Berhenti ASI dini berisiko memengaruhi IQ anak karena DHA alami dalam ASI membantu pembentukan mielin otak yang penting untuk kecepatan tangkap informasi.
  • DHA pada susu formula bersifat buatan dan tidak dapat menyesuaikan kebutuhan bayi seperti DHA ‘hidup’ dalam ASI, sehingga kualitas nutrisinya berbeda.
  • WHO dan IDAI menyarankan pemberian ASI hingga usia dua tahun karena manfaatnya mencakup perlindungan imun, nutrisi lengkap, serta pencegahan penyakit dan malnutrisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

ASI adalah makanan utama bayi selama 6 bulan pertama. setelah itu, bayi mulai mengonsumsi makanan padat pendamping ASI. Ada banyak manfaat ASI, salah satunya adalah meningkatkan daya tahan tubuh dan memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Dalam beberapa kasus, bayi berhenti minum ASI sebelum waktunya. Bila si Kecil mengalami ini, apa yang akan terjadi? Benarkah berhenti ASI terlalu dini bisa berisiko pengaruhi IQ anak? Untuk mengetahui jawabannya, yuk, simak penjelasannya pada ulasan Popmama.com berikut ini.

Benarkah Berhenti ASI Terlalu Dini Bisa Berisiko Pengaruhi IQ Anak?

Freepik
Freepik

Dalam beberapa kasus, bayi berhenti minum ASI dan beralih ke susu formula. Benarkah berhenti ASI terlaly dini bisa berisiko pengaruhi IQ anak kelak?

Dilansir dari unggahan dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A, BMedSci, M.Kes di laman Instagram pribadinya @mizaafrizal, berhenti minum ASI dini memang berisiko memengaruhi IQ anak kelak. Kok bisa?

ASI mengandung DHA. DHA itu bertugas untuk membentuk mielin (seperti pembungkus kabel di saraf otak anak). Semakin tebal mielin, maka otak makin cepat untuk menangkap informasi, Ma.

Susu formula juga mengandung DHA, apa bedanya dengan ASI? Menurut dr. Miza, DHA yang terkandung dalam susu formula berbeda dengan ASI. DHA yang ada di susu formula itu buatan. Sedangkan DHA di ASI itu “hidup” dan komposisinya akan berubah otomatis mengikuti kebutuhan bayi setiap hari.

Oleh karena itu, WHO dan IDAI menyarankan orangtua untuk memberikan ASI hingga si Kecil berusia 2 tahun.

Apa Itu DHA pada Susu Bayi?

Ilustrasi botol susu bayi
Vecteezy/Irfani Kurniawati

DHA adalah asam lemak omega "rantai panjang". Asam lemak ini cukup panjang: Nama DHA adalah singkatan dari asam docosahexaenoic (sejenis omega-3).

Asam lemak omega-3 merupakan lemak tak jenuh yang penting. Asam lemak ini berperan dalam perkembangan mata, mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat, dan penting untuk meningkatkan struktur dan fungsi otak.

Berikut beberapa manfaat DHA untuk bayi:

  • Manfaat kognitif

Penelitian menunjukkan bahwa diet ibu hamil yang kaya akan asam lemak omega-3, termasuk DHA, dapat menurunkan risiko kelahiran prematur hingga 58%, yang menyebabkan peningkatan berat badan lahir.

Bayi prematur diketahui memiliki masalah dengan kemampuan belajar. Setelah ibu mengonsumsi suplemen omega-3 DHA dan asam eicosapentaenoic (EPA) (sebagai minyak ikan), bayi menunjukkan peningkatan fungsi kognitif pada usia 2,5 tahun.

Salah satu penelitian pertama yang meneliti efek kognitif DHA pada bayi menggunakan formula yang mengandung DHA. Pada usia 10 bulan, bayi yang mengonsumsi formula uji (dengan keduanya) menunjukkan peningkatan dalam perilaku pemecahan masalah dasar, dibandingkan dengan bayi yang diberi formula tanpa DHA atau ARA.

  • Manfaat untuk fungsi mata

Manfaat omega-3 DHA juga meluas di luar fungsi kognitif. Bayi yang terdaftar dalam uji coba penelitian bertajuk “DHA Intake and Measurement of Neural Development (DIAMOND) Study” dan diberi susu formula yang mengandung setidaknya 0,32% DHA, dikombinasikan dengan ARA, menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam respons otak mereka terhadap stimulasi penglihatan.

Peningkatan ini berlangsung selama 12 bulan pertama dan konsisten di berbagai lokasi tempat uji coba dilakukan.

  • Fungsi kekebalan tubuh

Bukti untuk DHA juga mulai mengungkap fakta-fakta berbeda tentang perkembangan sistem kekebalan tubuh. Sebuah studi oleh Lapillone dkk. melaporkan bahwa secara signifikan lebih sedikit bayi yang diberi susu formula yang mengandung DHA menderita bronkitis, croup, atau diare, dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula kontrol tanpa asam lemak ini.

Lebih lanjut, ketika bayi dari studi DIAMOND dianalisis ulang untuk profil alergi atau eksim mereka, terlihat penurunan angka mengi dan alergi kulit pada bayi yang diberi DHA, dibandingkan dengan yang tidak diberi DHA.

Manfaat ASI Eksklusif untuk Bayi

Manfaat ASI untuk bayi
Pexels/RDNE Stock project

Berikut beberapa manfaat ASI untuk si Kecil:

  • Melindungi bayi dari kuman

Saluran cerna bayi mulai dihuni oleh bakteri beberapa jam setelah lahir. Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif sangatlah penting untuk meningkatkan jumlah bakteri baik pada pencernaan bayi.

ASI juga mengandung protein yang yang berfungsi melindungi bayi dari infeksi kuman sehingga dapat mengurangi angka kematian bayi yang disebabkan oleh penyakit kronis, seperti radang paru-paru serta mempercepat proses penyembuhan.

  • Menyediakan nutrisi lengkap

ASI mampu memenuhi 100 persen kebutuhan bayi akan nutrisi yang sangat lengkap sampai bayi berusia enam bulan. Kandungan dalam ASI meliputi air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, sel-sel darah putih, enzim, dan asam amino.

Selain tidak memerlukan tambahan makanan, kandungan ASI tersebut juga bermanfaat untuk mencegah anak terkena penyakit asma, obesitas, diabetes, hingga penyakit kardiovaskular saat dewasa.

  • Jaminan asupan higienis dan aman

Menyusui ASI secara langsung dan eksklusif menjamin kehigienisan asupan yang dikonsumsi bayi, khususnya dalam keadaan darurat.

Berbeda dengan susu formula yang diproduksi di pabrik dan memiliki rantai distribusi yang panjang, serta rentan tercemar oleh bakteri dari air dan botol susu yang tidak bersih, ASI lebih aman untuk dikonsumsi secara langsung.

Untuk ASI perah, ibu perlu memerhatikan standar kebersihan alat dan cara penyimpanan agar tetap layak minum.

  • Mencegah diare dan malnutrisi

Bayi yang baru lahir rentan tertular penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna.

Pemberian ASI eksklusif akan menghindarkan bayi dari penyakit yang berkaitan dengan kondisi kebersihan seperti diare, maupun mencukupi kebutuhan nutrisi bayi untuk menjauhkannya dari risiko malnutrisi atau kekurangan gizi.

Itu penjelasan tentang berhenti ASI terlalu dini bisa berisiko pengaruhi IQ anak. Semoga informasi ini bisa menjadi pendorong bagi Mama untuk terus menyusui si Kecil.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More