Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Double Protein Bisa Jadi Solusi untuk Menambah Berat Badan Anak?

Apakah Double Protein Bisa Jadi Solusi untuk Menambah Berat Badan Anak?
Vecteezy/stockpik 1579
Intinya Sih
  • Kenaikan berat badan anak mencerminkan status gizi dan kesehatan, di mana protein berperan penting dalam pembentukan jaringan tubuh serta peningkatan massa otot yang sehat.
  • dr. Adhytio Yasashii menegaskan bahwa anak tidak perlu konsumsi double protein, melainkan variasi sumber protein hewani sepanjang hari agar gizinya seimbang dan tidak membosankan.
  • Untuk mendukung kenaikan berat badan, disarankan menambah asupan lemak sehat dan menjaga jadwal makan teratur setiap dua jam, bukan menggandakan porsi protein dalam satu menu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kenaikan berat badan (BB) adalah indikator paling utama dan paling sensitif untuk memantau kesehatan dan status gizi anak secara keseluruhan. Pertambahan BB secara konsisten menunjukkan kecukupan nutrisi dan fungsi organ tubuh yang baik.

Sebaliknya, grafik kenaikan yang datar atau menurun sering kali menjadi tanda awal adanya masalah kesehatan atau gangguan gizi.

Protein sangat penting untuk meningkatkan berat badan anak karena berperan dalam pembentukan jaringan tubuh dan peningkatan massa otot yang sehat. Tidak cuma itu, protein juga menyumbang kalori yang dibutuhkan agar total asupan energi harian anak tercukupi.

Karena asupan protein berkaitan dengan peningkatan berat badan anak, Mama mungkin bertanya, apakah double protein bisa jadi solusi untuk menambah berat badan anak?

Nah, sebelum Mama menambah jumlah protein si Kecil, simak dulu penjelasannya pada ulasan Popmama berikut ini.

Apakah Double Protein Bisa Jadi Solusi untuk Menambah Berat Badan Anak?

Double protein untuk menambah berat badan anak
Freepik

Asupan protein sangat penting untuk meningkatkan berat badan anak. Namun, apakah double protein hewani bisa jadi solusi untuk menambah berat badan anak?

Menurut dr. Adhytio Yasashii, Sp.A dalam unggahannya di laman Instagram pribadinya @drtio.pediatrics, si Kecil tidak perlu mengonsumsi protein dua kali lipat. dr. Tio menganjurkan agar bayi dan balita mendapatkan variasi protein hewani sepanjang hari. Jadi, bukan jumlah proteinnya “ditumpuk” jadi dua dalam satu menu.

Contoh menu variasi protein misalnya: menu pagi dengan telur, siang dengan daging, dan malam dengan ikan. Jadi, setiap porsi makan selalu ada satu jenis protein hewani yang bergantian agar gizinya lebih lengkap dan bervariasi sehingga si Kecil tidak cepat bosan.

Tapi, apakah Mama boleh menambahkan porsi protein dalam satu menu? dr. Tio menjelaskan bahwa hal ini bisa dilakukan. Namun, anak bisa cepat kenyang dan belum tentu asupan kalorinya optimal. Untuk menambah atau menjaga berat, Mama bisa menambahkan asupan lemak, seperti minyak kelapa, minyak zaitun, santan, atau alpukat.

Selain itu, Mama juga perlu menjaga jadwal makan per 2 jam, dr. Tio menambahkan lagi. Jadi, intinya bukan double protein hewani, tapi menu seimbang, variatif, dan padat nutrisi.

Protein Penting untuk Bayi

Ilustrasi sumber protein
Freepik

Protein adalah salah satu dari tiga makronutrien yang membentuk diet si Kecil, bersama dengan karbohidrat dan lemak.

Protein sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, perbaikan jaringan, fungsi sistem kekebalan tubuh, kesehatan metabolisme, produksi hormon, dan banyak lagi.

Pentingnya protein adalah topik yang sering dibahas dan semua perhatian di sekitarnya mungkin membuat Mama bertanya-tanya apakah si Kecil mendapatkan cukup protein.

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Bayi?

Berapa banyak protein yang dibutuhkan bayi?
Popmama.com/SysiliaTanhati/AI

Mari kita mulai dengan membahas berapa banyak protein yang sebenarnya dibutuhkan si Kecil. Bayi usia 0-6 bulan membutuhkan sekitar 9 gram protein per hari, yang dipenuhi melalui ASI atau susu formula. Susu formula bayi memiliki lebih banyak protein per ons dibandingkan ASI karena protein dari susu formula tidak diserap dan dimanfaatkan sebaik protein dari ASI.

Bayi usia 7-12 bulan membutuhkan sekitar 11 gram protein per hari, atau 1,5 g protein per kilogram berat badan. Jadi, jika bayi memiliki berat 8,16 kg, kebutuhan proteinnya sekitar 12 g protein per hari.

Hingga usia 12 bulan, sumber nutrisi utama bayi masih ASI atau susu formula, yang berarti sebagian besar asupan protein mereka masih berasal dari salah satu sumber tersebut. Jadi, hanya dibutuhkan beberapa gram protein tambahan dari makanan padat per hari untuk memenuhi kebutuhan protein bayi.

Sumber Protein Terbaik

Sumber protein terbaik untuk si Kecil
Freepik

Protein dapat berasal dari sumber hewani dan nabati. Meskipun protein nabati memiliki manfaatnya (seperti serat dan fitonutrien), protein dari sumber hewani secara nutrisi lebih unggul.

Protein hewani dianggap sebagai protein lengkap karena mengandung semua asam amino esensial. Sedangkan sebagian besar protein nabati adalah protein tidak lengkap karena tidak mengandung semua asam amino esensial, kecuali protein kacang polong dan kedelai.

Berbagai protein nabati dapat dikombinasikan untuk menghasilkan protein lengkap. Protein dari sumber hewani lebih mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh, serta kaya akan zat besi heme, yaitu jenis zat besi yang lebih mudah diserap dan dimanfaatkan dibandingkan zat besi non-heme yang ditemukan dalam sumber nabati.

Beberapa sumber protein hewani antara lain:

  • Daging sapi, domba, babi, , rusa, 1 ons, 7-9 g protein
  • Daging ayam dan kalkun, 1 ons, 8 g protein
  • Daging ikan, 1 ons, 5-8 g protein
  • Hati sapi dan ayam, 1 ons, 5-7 g protein
  • Telur, 1 butir, 6-7 g protein
  • Keju cottage kaya lemak, ¼ cangkir, 6 g protein
  • Yogurt yunani kaya lemak, ¼ cangkir, 5 g protein
  • Susu sapi, 4 ons, 3,8 g protein

Sedangkan sumber protein nabati antara lain:

  • Lentil, ¼ cangkir matang, 8 g protein
  • Quinoa, ¼ cangkir matang, 6 g protein
  • Selai kacang, 1 sendok makan, 3,5 g protein
  • Pasta gandum utuh, ½ cangkir matang, 3,5 g protein
  • Kacang putih, ¼ 1 cangkir, 3 g protein
  • Tahu, 1 ons, 3 g protein
  • Hummus, 1 sendok makan, 1 g protein

Itu penjelasan dari dokter tentang double protein untuk anak. Meski tidak salah, orangtua lebih disarankan untuk memberikan variasi protein dalam menu harian si Kecil, ya.

Apakah bayi mama mengonsumsi protein setiap hari?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More