Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apakah Bayi Bisa Merasa Bosan? Orangtua Jangan Sepelekan!

Pexels/Helena Lopes
Pexels/Helena Lopes
Intinya sih...
  • Bayi bisa merasa bosan dan hal ini penting untuk tumbuh kembang emosional dan kognitifnya.
  • Ketika bayi merasa bosan, mereka akan mencari cara untuk menghibur diri dan rasa bosan bagi otak sama seperti olahraga bagi tubuh.
  • Interaksi sederhana dengan orangtua dalam keseharian adalah stimulasi terbaik untuk bayi, membentuk rasa ingin tahu dan kepekaan terhadap lingkungan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bayi merupakan makhluk yang penuh dengan kepolosan dan rasa ingin tahu besar. Meskipun dunia mereka tampak sederhana, otak bayi sebenarnya berkembang sangat cepat dan selalu haus akan stimulasi baru.

Yang jarang diketahui para orangtua ialah bayi ternyata bisa merasa bosan lho, Ma. Sayangnya, rasa bosan pada bayi sering kali dianggap sepele oleh orangtua. Padahal, momen ini justru penting untuk tumbuh kembang emosional dan kognitifnya. 

Berikut Popmama.com rangkum ulasan mengenai apakah bayi bisa merasa bosan? Melansir dari laman Motherly

1. Apakah bayi bisa merasa bosan?

Pexels
Pexels

Bosan sering dianggap perasaan yang negatif, tapi sebenarnya bisa menjadi akar dari kreativitas. Contohnya seperti Charles Dickens, penulis terkenal asal Inggris yang selalu meluangkan waktu untuk berjalan kaki setiap sore. Di saat itulah ide-ide terbaiknya muncul.

Hal yang sama berlaku pada bayi. Saat si Kecil diberi waktu bermain sendiri tanpa distraksi, otak bayi belajar untuk memproses pengalaman dan mengembangkan imajinasinya. 

Meski terlihat tidak produktif, waktu bebasnya ini sangat berharga bagi tumbuh kembang emosional dan kognitif bayi. Jadi, tidak apa-apa jika bayi terlihat bosan dan melakukan yang diinginkan sesuka hati. 

Sebab, itu adalah bagian dari proses mereka belajar mengamati, mengenali perasaan, dan memahami dunia di sekitarnya.

2. Apa yang bayi lakukan jika merasa bosan?

Pexels/Vika Glitter
Pexels/Vika Glitter

Ketika bayi merasa bosan, mereka akan mencari cara untuk menghibur diri. Bisa dengan memainkan mainan, memperhatikan benda di sekitarnya, atau bahkan menatap bayangannya sendiri. Dari sinilah muncul kreativitas alami.

Menurut penulis Thomas Kersting dalam bukunya Disconnected, “Boredom is to your brain what weightlifting is to your muscles.” Artinya, rasa bosan bagi otak sama seperti olahraga bagi tubuh, sehingga membuatnya lebih kuat.

Terlalu sering memberikan stimulasi seperti mainan elektronik atau video bisa membuat bayi kehilangan kesempatan untuk berpikir dan berimajinasi. 

Maka dari itu, biarkan bayi punya waktu bebas tanpa gangguan. Pasalnya, dari situ kemampuan berpikir mandiri dan kreativitasnya tumbuh.

3. Interaksi sederhana menjadi stimulasi terbaik untuk bayi

Pexels/Photo by Sarah Chai
Pexels/Photo by Sarah Chai

Tak perlu mainan mahal atau jadwal aktivitas yang padat untuk membuat bayi berkembang. Justru, interaksi sederhana dengan orangtua dalam keseharian adalah stimulasi terbaik untuk bayi.

Biarkan bayi melihat, mendengar, dan merasakan berbagai hal di sekitar. Dengan cara ini, semua panca indra si Kecil dapat terasah sekaligus membentuk rasa ingin tahu dan kepekaan terhadap lingkungan.

Seperti kata pepatah, “Masukkan anakmu ke saku belakangmu, dan bawa ke mana pun kamu pergi.” Artinya, libatkan bayi dalam rutinitas sehari-hari. 

Lewat momen-momen sederhana tersebut, bayi dapat belajar bagaimana hidup yang akan dijalani sebenarnya. Itu menjadi bentuk stimulasi yang bisa Mama berikan sebagai orangtua. 

Demikian pembahasan mengenai bayi bisa merasa bosan dan stimulasi sederhana yang bisa diberikan. Semoga bisa jadi ilmu baru untuk Mama dan Papa!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More

Bayi Tidur Lebih Nyenyak di Sisi Papa, Ini Alasannya 

13 Feb 2026, 11:20 WIBBaby