Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Bayi Menolak DBF karena Pakai Dot? Ini Cara Mengatasinya 

Bayi Menolak DBF karena Pakai Dot? Ini Cara Mengatasinya 
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Bayi bisa menolak menyusu langsung karena bingung puting akibat terbiasa minum dari dot, sebab cara mengisap dan aliran ASI berbeda antara dot dan payudara.

  • Langkah utama mengatasinya adalah menghentikan penggunaan dot atau empeng, memperbanyak kontak skin to skin, serta menawarkan payudara secara tenang tanpa paksaan.

  • Mama disarankan menjaga ketenangan, menciptakan posisi nyaman saat menyusui, serta membantu aliran ASI dengan memerah atau kompresi agar bayi kembali terbiasa dengan DBF.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah si Kecil menolak menyusu langsung dari payudara? Menolak direct breastfeeding atau DBF, salah satu penyebab adalah penggunaan dot. Saat bayi sudah terbiasa minum dari dot, ia bisa mengalami bingung puting (nipple confusion).

dr. Citra Amelinda, Sp.A melalui akun Instagram @citra_amelinda, membagikan edukasi mengenai kondisi ini sekaligus menjelaskan cara mengatasinya agar bayi bisa kembali nyaman menyusu langsung.

Lebih lanjut, berikut rangkuman informasi dari Popmama.com mengenai cara mengatasi bayi menolak DBF karena pakai dot.

Table of Content

Alasan Bayi Menolak DBF karena Penggunaan Dot

Alasan Bayi Menolak DBF karena Penggunaan Dot

Alasan bayi menolak DBF karena penggunaan dot
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bayi bisa menolak DBF karena penggunaan dot, sebab cara bayi mendapatkan ASI melalui dot berbeda dengan menyusu langsung di payudara. Saat menggunakan dot, bayi tidak perlu membuka mulut lebar dan tidak perlu memasukkan puting jauh ke dalam mulut seperti saat menyusu langsung, sehingga pola hisap yang terbentuk menjadi berbeda.

Dot juga memiliki “puting karet” yang cenderung lebih kaku dan tidak selembut puting payudara. Perbedaan ini membuat sensasi dan cara mengisap menjadi tidak sama seperti saat menyusu langsung dari Mama.

Kondisi tersebut akhirnya memengaruhi cara kerja lidah bayi saat mengisap yang tidak lagi bergerak secara ritmis seperti pada proses menyusu langsung. Akibatnya, bayi lebih terbiasa dengan aliran yang lebih mudah dari botol, sehingga kemudian menolak DBF karena merasa menyusu langsung terasa lebih “berat” dibandingkan menggunakan dot.

Cara Mengatasi Bayi yang Terlanjur Menolak DBF karena Dot

1. Singkirkan penggunaan dot dan empeng

Singkirkan penggunaan dot dan empeng
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Jika bayi sudah terlanjur menolak menyusu langsung karena bingung puting, langkah utama yang bisa dilakukan adalah mengurangi hingga menyingkirkan botol, dot, dan empeng semaksimal mungkin. Tujuannya agar bayi tidak lagi mendapatkan alternatif hisapan selain dari payudara.

Setiap kali bayi ingin menyusu atau menenangkan diri, usahakan langsung ditawarkan ke payudara tanpa bantuan dot. Pada awalnya bayi mungkin menolak atau terlihat rewel, tetapi ini merupakan bagian dari proses adaptasi agar ia kembali terbiasa dengan DBF.

2. Lakukan skin to skin dan dekatkan bayi ke payudara

Lakukan skin to skin dan dekatkan bayi ke payudara
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Perbanyak kontak skin to skin dengan bayi dan sering menggendongnya di dekat payudara, terutama di antara waktu menyusu.

Cara ini membantu menciptakan rasa aman dan nyaman pada bayi, sekaligus mengaktifkan kembali naluri alaminya untuk mencari dan menyusu dari payudara mama. Kebiasaan ini juga membantu memperkuat ikatan Mama dan bayi.

2. Lakukan dengan tenang

Lakukan dengan tenang
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Setiap pagi dan setiap kali bayi bangun tidur, cobalah untuk menawarkan menyusu langsung dengan suasana yang tenang.

Hindari memaksa atau terburu-buru, karena bayi lebih mudah menerima ketika ia merasa rileks dan tidak tertekan. Ketenangan Mama juga sangat berpengaruh pada respons bayi.

3. Gunakan pipet atau SNS (Supplemental Nursing System)

Gunakan pipet atau SNS (Supplemental Nursing System)
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Jika bayi masih kesulitan menyusu langsung, Mama bisa menggunakan pipet atau selang Supplemental Nursing System (SNS) untuk meneteskan ASI ke mulut bayi saat ia sudah melekat di payudara. 

ASI diteteskan secara perlahan untuk membantu bayi mendapatkan aliran awal, sehingga ia lebih mudah menangkap puting dan tetap termotivasi untuk terus menyusu.

4. Tawarkan payudara sebelum bayi terlalu lapar

Tawarkan payudara sebelum bayi terlalu lapar
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Usahakan untuk menawarkan payudara sebelum bayi terlalu lapar atau mulai menangis. Pada kondisi ini, bayi masih dalam keadaan tenang sehingga lebih mudah diarahkan untuk menyusu langsung.

Bayi sudah sangat lapar atau rewel, cenderung sulit fokus dan lebih mudah menolak karena sudah merasa kesal atau tidak nyaman. Memberikan ASI lebih awal juga membantu proses menyusu menjadi lebih lancar. Dengan begitu, peluang bayi untuk kembali terbiasa dengan DBF akan lebih besar.

6. Kurangi tekanan dan buat Mama senyaman mungkin

Kurangi tekanan dan buat Mama senyaman mungkin
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Mama tidak perlu memaksakan diri untuk langsung berhasil menyusui. Kurangi rasa cemas atau tekanan “harus bisa DBF sekarang juga”, karena kondisi emosional Mama sangat berpengaruh pada respons bayi. Semakin Mama merasa tenang, bayi juga biasanya akan lebih mudah ikut rileks saat menyusu.

Selain itu, pastikan Mama berada dalam posisi yang nyaman saat menyusui, misalnya duduk dengan sandaran yang baik, punggung dan lengan tidak tegang, serta bayi disangga dengan benar agar tidak membuat Mama cepat lelah. Posisi yang nyaman membantu proses menyusui menjadi lebih rileks.

7. Berikan “kesenangan” pada bayi dengan stimulasi payudara terlebih dahulu

Berikan “kesenangan” pada bayi dengan stimulasi payudara terlebih dahulu
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Sebelum mulai menyusui, Mama bisa memerah atau memompa payudara terlebih dahulu agar ASI sudah keluar dan alirannya lebih cepat saat bayi mulai melekat. Hal ini membantu bayi lebih mudah mendapatkan ASI di awal sehingga ia lebih tertarik untuk terus menyusu.

Saat bayi mulai menyusu, Mama juga bisa melakukan kompresi payudara ketika hisapan bayi mulai melambat untuk membantu meningkatkan aliran ASI. Jika aliran mulai berkurang, cobalah berganti sisi payudara agar terjadi kembali refleks pengeluaran ASI (let-down reflex), sehingga bayi tetap terdorong untuk melanjutkan proses menyusu.

Nah, itu cara mengatasi bayi menolak DBF karena pakai dot. Semoga membantu Mama.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More